Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gejala Batu Ginjal yang Umum Terjadi, Kamu Sebaiknya Tahu
ilustrasi batu ginjal (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Nyeri kolik adalah gejala paling khas, tetapi batu ginjal juga bisa muncul dengan tanda lain.

  • Perubahan urine menjadi indikator penting, termasuk darah, warna, dan frekuensi.

  • Gejala bisa ringan hingga darurat, tergantung ukuran dan lokasi batu.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Batu ginjal sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas, hingga akhirnya makin parah dan gejala memberat. Kristal kecil yang terbentuk di ginjal dapat tetap diam untuk waktu lama, tetapi ketika mulai bergerak atau menyumbat saluran kemih, gejalanya bisa muncul tiba-tiba dan intens.

Yang membuat kondisi ini menantang adalah variasi gejalanya. Tidak semua orang mengalami gejala yang sama, dan beberapa bisa menyerupai kondisi lain seperti infeksi saluran kemih atau gangguan pencernaan. Memahami spektrum gejala batu ginjal menjadi kunci untuk mengenali kondisi ini lebih dini dan mencegah komplikasi.

1. Nyeri hebat di pinggang

Nyeri hebat di area pinggang atau punggung bawah adalah gejala paling khas dari batu ginjal. Nyeri ini biasanya muncul tiba-tiba dan terasa sangat intens, sering digambarkan sebagai salah satu jenis nyeri paling kuat yang pernah dialami.

Lokasinya umumnya berada di satu sisi tubuh, tergantung ginjal mana yang terdampak.

Secara medis, nyeri ini disebut kolik renal, yang terjadi ketika batu bergerak ke ureter dan menyebabkan penyumbatan parsial. Nyeri ini dipicu oleh peningkatan tekanan di dalam saluran kemih serta kontraksi otot ureter yang mencoba mendorong batu keluar.

Karakteristik nyeri ini unik, yaitu datang dan pergi dalam gelombang, tetapi intensitasnya bisa sangat tinggi. Nyeri juga bisa menjalar ke perut bagian bawah, selangkangan, bahkan hingga area genital, tergantung posisi batu.

2. Nyeri saat buang air kecil

ilustrasi nyeri saat buang air kecil (freepik.com/jcomp)

Ketika batu sudah mendekati kandung kemih atau uretra, nyeri dapat muncul saat kencing. Sensasi yang dirasakan biasanya berupa perih atau terbakar.

Hal ini terjadi karena gesekan batu dengan lapisan dalam saluran kemih, yang menyebabkan iritasi dan peradangan. Dalam beberapa kasus, nyeri ini bisa cukup tajam dan membuat proses buang air kecil menjadi tidak nyaman.

Gejala ini sering disalahartikan sebagai infeksi saluran kemih, terutama jika tidak disertai nyeri pinggang yang khas. Evaluasi medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

3. Urine berdarah

Salah satu tanda yang cukup mencolok adalah adanya darah dalam urine (hematuria). Warna urine bisa berubah menjadi merah muda, merah, atau cokelat, tergantung jumlah darah yang bercampur.

Perdarahan terjadi akibat luka pada dinding saluran kemih saat batu bergerak. Batu kecil sekalipun dapat menyebabkan hematuria, baik yang terlihat langsung maupun hanya terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium.

Hematuria merupakan salah satu gejala paling umum pada batu ginjal dan sering menjadi alasan utama pasien mencari pertolongan medis.

4. Frekuensi buang air kecil meningkat

ilustrasi sering buang air kecil (pexels.com/Miriam Alonso)

Orang dengan batu ginjal sering merasa ingin buang air kecil lebih sering dari biasanya, meskipun jumlah urine yang keluar sedikit.

Gejala ini biasanya muncul ketika batu berada di bagian bawah saluran kemih dan mengiritasi kandung kemih. Sensasi kebelet pipis terus-menerus bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini juga sering disertai rasa tidak tuntas setelah buang air kecil, yang tentunya menambah ketidaknyamanan.

5. Mual dan muntah

Nyeri hebat akibat batu ginjal sering disertai mual dan muntah. Ini bukan kebetulan, melainkan respons tubuh terhadap nyeri yang intens.

Ginjal dan saluran pencernaan memiliki jalur saraf yang saling terhubung. Ketika ginjal mengalami tekanan atau iritasi, sinyal tersebut dapat memicu pusat muntah di otak.

Gejala gastrointestinal seperti mual dan muntah cukup umum pada pasien dengan kolik renal, terutama pada fase akut.

6. Urine keruh atau berbau

ilustrasi sampel urine (freepik.com/freepik)

Perubahan pada urine, seperti menjadi keruh atau berbau tidak biasa, dapat menjadi tanda infeksi atau peradangan yang menyertai batu ginjal.

Urine keruh biasanya mengandung nanah atau partikel lain akibat respons imun tubuh. Sementara itu, bau yang menyengat dapat mengindikasikan pertumbuhan bakteri.

Kondisi ini perlu diwaspadai karena infeksi yang menyertai batu ginjal dapat memperburuk kondisi secara signifikan.

7. Demam dan menggigil

Demam dan menggigil bukan gejala langsung dari batu ginjal, tetapi merupakan tanda adanya infeksi pada saluran kemih atau ginjal.

Jika batu menyebabkan sumbatan, bakteri dapat berkembang dan memicu infeksi serius seperti pielonefritis. Kondisi ini dapat berkembang cepat dan membutuhkan penanganan segera.

Kombinasi batu ginjal dan infeksi merupakan kondisi darurat medis yang dapat meningkatkan risiko komplikasi berat.

8. Sulit buang air kecil

ilustrasi sulit buang air kecil (freepik.com/gpointstudio)

Dalam beberapa kasus, batu dapat menyumbat aliran urine sepenuhnya, menyebabkan kesulitan atau bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali.

Sumbatan ini meningkatkan tekanan di dalam ginjal dan dapat menyebabkan kerusakan jaringan jika tidak segera ditangani.

Gejala ini biasanya disertai nyeri hebat dan merupakan tanda bahwa intervensi medis diperlukan secepat mungkin.

Memahami gejala batu ginjal dapat membantu deteksi lebih dini dan mencegah komplikasi serius. Jika mengalami tanda-tanda yang mencurigakan, terutama nyeri hebat atau perubahan pada urine, langkah terbaik adalah segera menemui dokter. Penanganan yang tepat waktu dapat membuat perbedaan besar dalam hasil jangka panjang.

Referensi

Margaret S. Pearle et al., “Medical Management of Kidney Stones: AUA Guideline,” The Journal of Urology 192, no. 2 (May 20, 2014): 316–24, https://doi.org/10.1016/j.juro.2014.05.006.

Türk, Christian, et al. “EAU Guidelines on Urolithiasis.” European Urology (2016). Diakses Maret 2026.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. "Kidney Stones." Diakses Maret 2026.

R C Smith et al., “Diagnosis of Acute Flank Pain: Value of Unenhanced Helical CT.,” American Journal of Roentgenology 166, no. 1 (January 1, 1996): 97–101, https://doi.org/10.2214/ajr.166.1.8571915.

American Urological Association. "Guidelines on Kidney Stones." Diakses Maret 2026.

Mayo Clinic Proceedings. "Kidney Stones Overview." Diakses Maret 2026.

Editorial Team