Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bukan Cuma Flu, Ini 5 Gejala Influenza yang Bisa Menyerang Tubuh
potret wanita yang badannya pegal linu (pexels.com/Ron Lach)

Kalau mendengar kata influenza, apa yang langsung terlintas di pikiranmu? Hidung tersumbat, pilek, atau mungkin bersin-bersin? Padahal, influenza bukan sekadar masalah hidung yang meler. Infeksi virus influenza dapat menimbulkan berbagai gejala lain yang membuat kondisi tubuh terasa benar-benar tidak nyaman, mulai dari demam, batuk, hingga badan pegal dan lemas.

Gejalanya pun bisa muncul secara bersamaan dan membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih berat. Karena itu, penting untuk mengenali bahwa influenza dapat memengaruhi kondisi tubuh secara lebih luas, bukan hanya menimbulkan gejala seperti flu biasa. Lantas, apa saja gejala influenza yang bisa dirasakan tubuh? Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Demam dan tubuh terasa menggigil

potret seorang laki-laki yang badannya tengah demam (pexels.com/Gustavo Fring)

Pernah merasa tubuh mendadak panas, tetapi justru ingin berselimut karena kedinginan? Kondisi seperti ini dapat terjadi ketika seseorang mengalami influenza. Demam merupakan salah satu respons tubuh terhadap infeksi virus influenza. Ketika sistem kekebalan mengenali adanya virus, tubuh melepaskan berbagai zat yang memengaruhi pengaturan suhu tubuh. Akibatnya, suhu tubuh dapat meningkat dan seseorang bisa mengalami demam yang disertai rasa dingin atau menggigil.

Pada influenza, demam biasanya dapat muncul bersama gejala lain seperti batuk, sakit kepala, nyeri otot, dan rasa lelah. Tubuh yang mengalami peningkatan suhu juga dapat membuat seseorang merasa lebih lemah dan tidak nyaman untuk beraktivitas. Karena itu, ketika sedang demam, penting untuk beristirahat dan memenuhi kebutuhan cairan agar tubuh tidak mengalami kekurangan cairan. Jika demam sangat tinggi, berlangsung lama, atau disertai kondisi seperti kesulitan bernapas dan penurunan kesadaran, sebaiknya segera mendapatkan pertolongan medis.

2. Batuk dan sakit tenggorokan

potret orang tengah batuk (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Kalau influenza menyerang saluran pernapasan, wajar jika tenggorokan ikut terasa tidak nyaman dan batuk mulai muncul. Virus influenza dapat menginfeksi saluran pernapasan sehingga memicu peradangan dan menimbulkan gejala seperti batuk, sakit tenggorokan, serta hidung tersumbat atau berair. Batuknya bisa terasa kering ataupun disertai lendir, sementara tenggorokan dapat terasa gatal, kering, atau sakit ketika digunakan untuk menelan dan berbicara.

Batuk sebenarnya merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk membantu membersihkan saluran pernapasan dari iritan atau lendir. Namun, batuk yang terus-menerus tentu dapat mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari. Karena influenza dapat menular melalui partikel pernapasan, orang yang sedang mengalami gejala juga sebaiknya mengurangi kontak dekat dengan orang lain jika memungkinkan. Ketika harus berada di sekitar orang lain, penggunaan masker dan penerapan kebersihan tangan dapat membantu mengurangi risiko penularan.

3. Badan pegal dan nyeri otot

potret wanita yang badannya pegal linu (pexels.com/Ron Lach)

“Kenapa badan rasanya sakit semua?” Keluhan ini cukup sering muncul ketika seseorang mengalami influenza. Nyeri otot atau badan terasa pegal dapat terjadi sebagai bagian dari respons sistem kekebalan tubuh ketika melawan infeksi. Saat tubuh mendeteksi virus, sistem imun menghasilkan berbagai molekul sinyal yang membantu mengatur respons peradangan. Proses tersebut dapat menimbulkan sensasi nyeri atau tidak nyaman pada otot dan persendian, sehingga tubuh terasa seperti habis melakukan aktivitas fisik yang berat.

Rasa pegal akibat influenza juga dapat muncul bersamaan dengan demam dan kelelahan sehingga membuat tubuh terasa semakin tidak bertenaga. Berjalan, bekerja, atau melakukan pekerjaan rumah yang biasanya terasa ringan pun bisa menjadi lebih melelahkan. Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa istirahat penting selama masa pemulihan. Tetap menjaga asupan cairan dan memenuhi kebutuhan nutrisi juga membantu tubuh mendapatkan dukungan yang dibutuhkan selama menghadapi infeksi.

4. Sakit kepala

potret seorang laki-laki tengah merasakan pusing (pexels.com/MART PRODUCTION)

Sakit kepala juga dapat ikut muncul ketika tubuh sedang mengalami influenza. Keluhan ini dapat berkaitan dengan respons tubuh terhadap infeksi dan sering muncul bersamaan dengan demam, kelelahan, atau nyeri otot. Hidung tersumbat dan tekanan pada area sekitar sinus juga dapat membuat kepala terasa semakin tidak nyaman pada sebagian orang. Akibatnya, seseorang bisa merasa sulit berkonsentrasi atau lebih sensitif terhadap aktivitas yang membutuhkan banyak energi.

Ketika sakit kepala muncul bersamaan dengan gejala influenza lainnya, tubuh sebenarnya sedang membutuhkan waktu untuk beristirahat. Memaksakan diri tetap beraktivitas seperti biasa dapat membuat tubuh terasa semakin terkuras. Istirahat yang cukup dan memenuhi kebutuhan cairan merupakan bagian penting dalam perawatan influenza. Jika membutuhkan obat untuk meredakan demam atau nyeri, penggunaannya sebaiknya mengikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan, terutama untuk anak-anak, ibu hamil, lansia, atau orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

5. Tubuh lemas dan kelelahan

potret seorang wanita yang kelelahan (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Sudah tidur, tetapi rasanya tubuh masih tidak memiliki tenaga untuk melakukan apa-apa? Kelelahan merupakan salah satu gejala yang dapat terasa cukup kuat ketika mengalami influenza. Saat tubuh menghadapi infeksi, sistem kekebalan bekerja untuk merespons virus dan proses tersebut membutuhkan energi. Ditambah dengan demam, batuk, nyeri otot, serta pola tidur yang mungkin terganggu, seseorang dapat merasa jauh lebih lemas dibandingkan biasanya.

Menariknya, rasa lelah tidak selalu langsung hilang ketika demam atau gejala pernapasan mulai membaik. Sebagian orang masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan energinya setelah infeksi mereda. Karena itu, jangan langsung memaksakan diri melakukan aktivitas berat hanya karena gejala utama sudah berkurang. Berikan tubuh kesempatan untuk pulih secara bertahap, terutama jika rasa lelah masih terasa cukup kuat atau mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jadi, influenza memang bukan sekadar hidung meler atau bersin-bersin. Demam, batuk, sakit tenggorokan, badan pegal, sakit kepala, hingga kelelahan dapat muncul dan membuat tubuh terasa benar-benar terkuras. Mengenali berbagai gejala tersebut dapat membantu kita lebih memahami kondisi tubuh dan memberikan waktu istirahat yang cukup saat sedang sakit. Jika gejala terasa berat, memburuk, atau muncul tanda bahaya seperti kesulitan bernapas, jangan ragu untuk mencari pertolongan medis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article