Comscore Tracker

Mengenal Brain Fog, Melemahnya Kemampuan Otak untuk Berpikir 

Salah satu penyebabnya adalah stres

Belakangan, brain fog diketahui menjadi salah satu dampak yang dirasakan oleh orang yang baru saja mengalami COVID-19. Keberadaan virus di dalam tubuh dapat menurunkan kemampuan otak dalam berpikir, berkonsentrasi, dan juga menurunkan daya ingat.

Sebenarnya, semua orang dapat mengalami brain fog. Hal ini karena brain fog merupakan suatu tanda atau gejala yang dapat dirasakan ketika seseorang mengalami masalah kesehatan, baik itu kesehatan secara fisik maupun mental.

Jika kamu sedang mengalaminya, jangan khawatir, ya! Ini karena pada umumnya, brain fog hanya terjadi sementara, seiring dengan berkurangnya penyebab. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai brain fog, simak ulasan berikut ini, dilansir Healthline, Verywell Mind, dan sumber lainnya.

1. Apa itu brain fog?

Mengenal Brain Fog, Melemahnya Kemampuan Otak untuk Berpikir ilustrasi orang yang mengalami brain fog saat bekerja (freepik.com/wayhomestudio)

Perlu diketahui bahwa brain fog bukan merupakan suatu kondisi medis, melainkan istilah yang digunakan untuk menunjukkan rasa tidak fokus yang sedang dialami seseorang. Hal ini termasuk hilangnya konsentrasi, sukar mengeluarkan ide, ataupun sulit dalam memahami atau mengingat sesuatu.

Berdasarkan seorang pakar psikologi klinis, brain fog secara lanjut bisa memengaruhi ketajaman mental seseorang. Hal ini pun membuat dirinya merasa kalau ia berbeda dari biasanya atau merasa seperti bukan dirinya sendiri.

2. Penyebab seseorang mengalami brain fog

Mengenal Brain Fog, Melemahnya Kemampuan Otak untuk Berpikir ilustrasi perempuan mengalami hipertensi (pexels.com/Liza Summer)

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, munculnya brain fog merupakan suatu indikasi kalau seseorang sedang mengalami sesuatu. Berikut beberapa kemungkinan kondisi yang dapat menyebabkan brain fog:

Kurang tidur

Berdasarkan peneliti, porsi tidur yang normal bagi orang dewasa adalah 8-9 jam per tidur malam. Apabila kurang dari itu, maka otak akan mudah merasa lelah dan mengalami brain fog.

Stres dan depresi

Orang yang mengalami stres cenderung memiliki banyak beban pikiran di kepalanya. Hampir sama seperti ketika kurang tidur, stres, depresi, ataupun gangguan kecemasan lain juga bisa membuat otak menjadi cepat lelah. Kondisi ini menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami brain fog.

Perubahan hormon

Kondisi yang satu ini biasanya lebih sering dialami oleh perempuan. Menjelang menstruasi, saat kehamilan, ataupun memasuki masa menopause, kadar hormon, utamanya hormon progesteron dan estrogen, dapat meningkat ataupun menurun secara signifikan. Perubahan inilah yang bisa memengaruhi sebagian proses di otak dan menyebabkan brain fog.

Makanan

Beberapa kandungan dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari bermanfaat bagi kesehatan otak. Menurut hasil penelitian yang dipublikasi dalam National Library of Medicine, kandungan vitamin B12 yang biasa terdapat dalam makanan memiliki peran dalam menjaga kesehatan otak. Sebaliknya, apabila tubuh mengalami defisiensi B12, maka seseorang akan mudah mengalami brain fog.

Hal serupa juga dapat dialami oleh orang yang mengalami alergi makanan. Untuk itu, cara terbaik mencegah brain fog akibat makanan adalah dengan menghindari penyebab timbulnya alergi, serta mencukupi asupan vitamin.

Kondisi medis

Brain fog menjadi dampak yang paling menonjol pada orang dengan penyakit degeneratif seperti demensia, sebab kondisi ini memang memengaruhi fungsi kerja otak. Di samping itu, brain fog juga bisa terjadi ketika kita mengalami masalah kesehatan yang lebih umum, seperti flu, migrain, anemia, dehidrasi, diabetes, dan hipotiroidisme.

Konsumsi obat-obatan

Ada banyak jenis obat-obatan medis yang bisa memberikan efek samping bagi orang yang mengonsumsinya. Salah satu dampak yang mungkin dirasakan adalah brain fog. Selain itu, dampak pengobatan lain seperti kemoterapi untuk pengobatan penyakit kanker juga diketahui dapat memicu brain fog.

Baca Juga: 6 Suplemen untuk Mengatasi Brain Fog, Terbukti secara Ilmiah!

3. Tanda munculnya brain fog

Mengenal Brain Fog, Melemahnya Kemampuan Otak untuk Berpikir ilustrasi brain fog (pexels.com/Karolina Grabowska)

Brain fog cukup mudah untuk dikenali, sebab orang yang mengalaminya akan merasakan adanya perubahan tak biasa pada kemampuan tertentu yang berkaitan dengan fokus dan konsentrasi. Berikut beberapa tanda seseorang mengalami brain fog:

  • Sulit untuk menggali ide atau fokus terhadap hal yang sedang dikerjakan
  • Merasa kewalahan jika harus melakukan multitasking
  • Sulit untuk mengingat-ingat sesuatu
  • Mengikuti percakapan menjadi hal yang lebih menantang
  • Tidak fokus terhadap lingkungan sekitar atau sukar untuk mindfulness

4. Tips mengatasi brain fog

Mengenal Brain Fog, Melemahnya Kemampuan Otak untuk Berpikir ilustrasi tips untuk intermittent fasting (freepik.com/cookie_studio)

Tak bisa dimungkiri, brain fog dapat sangat mengganggu produktivitas dan kehidupan sosial, sebab kemampuan otak terasa menjadi terbatas. Bagi sebagian orang, mencari tahu penyebab brain fog dapat membantu untuk bisa lebih fokus dengan cara menghindari penyebab tersebut.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi brain fog:

  • Tidur dan istirahat yang cukup
  • Tetap aktif dan mencoba hal baru
  • Hindari melakukan multitasking akan hasil pekerjaan menjadi lebih optimal
  • Melatih fokus dan daya ingat
  • Atasi stres dengan melakukan meditasi
  • Rutin berolahraga
  • Tingkatkan konsumsi protein, buah, sayur, dan lemak sehat, serta hindari minuman beralkohol

5. Diagnosis

Mengenal Brain Fog, Melemahnya Kemampuan Otak untuk Berpikir ilustrasi pemeriksaan kesehatan (freepik.com/pressfoto)

Meskipun umumnya hanya berlangsung sementara, terkadang brain fog juga dapat dialami dalam waktu yang lama. Apabila kamu mengalami hal ini, jangan ragu untuk periksakan diri ke dokter supaya mengetahui penyebab dan cara penanganan yang lebih akurat.

Sebagai gambaran, serangkaian pengecekan yang mungkin dilakukan untuk mengetahui penyebab brain fog dapat berupa pertanyaan mengenai kondisi mental, pola makan, aktivitas fisik sehari-hari, hingga pengobatan yang sedang dijalani. Jika diperlukan, tes darah juga akan dilakukan. Tindakan ini berguna untuk mengidentifikasi penyakit yang mungkin dialami.

Baca Juga: 7 Penyebab Brain Fog, Kelelahan Otak yang Ganggu Konsentrasi & Fokus

Halifa Ghaisani Photo Verified Writer Halifa Ghaisani

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya