ilustrasi pencernaan (pexels.com/Polina Zimmerman)
Duduk terlalu lama dapat mengurangi kelancaran aliran darah ke area pencernaan. Lambung membutuhkan suplai darah yang baik untuk bekerja optimal. Ketika aliran darah kurang lancar, fungsi pencernaan melambat. Kondisi ini membuat lambung lebih rentan terhadap penumpukan asam.
Pada penderita GERD, situasi ini memperpanjang waktu paparan asam pada kerongkongan. Jaringan menjadi lebih sensitif dan mudah teriritasi. Akibatnya, keluhan terasa lebih sering meskipun pemicunya tidak jelas. Faktor sirkulasi ini jarang dibahas, padahal perannya cukup signifikan.
GERD dan kebiasaan duduk lama berkaitan melalui perubahan tekanan, posisi organ, serta kerja lambung yang melambat. Mengurangi durasi duduk dan memberi jeda gerak sederhana bisa membantu menurunkan risiko keluhan tanpa bergantung penuh pada obat. Jika duduk lama sulit dihindari, sudahkah tubuh diberi kesempatan bergerak agar lambung tidak terus bekerja dalam posisi tertekan?
Referensi:
"Association between sitting-time at work and incidence of erosive esophagitis diagnosed by esophagogastroduodenoscopy: a Korean cohort study" AOEM. Diakses pada Februari 2026
"Why Your GERD Gets Worse When You Go Back to Sitting All Day" Bay Gastro. Diakses pada Februari 2026
"Assessment of gastroesophageal reflux disease, musculoskeletal symptoms and quality of life in dentists" International Journal of Industrial Ergonomics. Diakses pada Februari 2026