ilustrasi memasak (pexels.com/Katerina Holmes)
Studi ini menunjukkan bahwa kelas memasak memang memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh dan mental secara keseluruhan. Hal ini juga dibuktikan dari tak adanya intervensi makanan sehat (buah dan sayur) atau pengetahuan gizi sehingga manfaat kelas memasak dianggap murni.
Namun, penelitian ini juga memiliki kekurangan. Salah satunya adalah bias seleksi karena pelaporan mandiri dan beberapa jawaban kuesioner para partisipan dipengaruhi oleh informasi mengenai gaya makan dan memasak sehat, serta pengetahuan gizi.
Para peneliti mengatakan bahwa kelas memasak perlu menjawab keluhan mengenai waktu memasak yang terbatas dan mengajarkan manfaat masakan yang dimasak sendiri dibanding hidangan cepat saji. Hal ini bisa dibantu juga dengan sesi edukasi bersama ahli gizi sebagai bagian dari kelas memasak.
"Program lain yang juga sukses termasuk mengajak partisipasi untuk menggunakan bahan makanan yang ditanam dan dipanen oleh para partisipan sendiri," tulis para partisipan di kesimpulan.
Itulah fakta mengenai keuntungan mengikuti kelas masak terhadap kesehatan mental dan tubuh secara keseluruhan. Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk belajar masak? Bukan cuma meningkatkan kemampuan dan bikin pasangan makin sayang, kamu juga lebih bahagia!