Sudah setahun lebih pandemi COVID-19 berlangsung. Penyakit yang muncul pada akhir tahun 2019 ini memaksa kita untuk melindungi diri sekaligus beradaptasi dengan kebiasaan baru atau new normal lewat penerapan protokol kesehatan.
Salah satu anjuran untuk menekan laju penularan penyakit adalah dengan tetap di rumah bila tidak ada kepentingan mendesak. Pada masa ini juga banyak perusahaan menerapkan kebijakan untuk karyawannya bekerja dari rumah atau work from home (WFH).
Nah, karena banyak menghabiskan waktu di rumah, kita, khususnya laki-laki, mungkin tak lagi serajin dulu dalam mencukur bulu wajah, seperti kumis maupun janggut. Bahkan, banyak juga yang membiarkannya tumbuh lebat. Kamu di antaranya?
Memang menumbuhkan janggut tak dilarang. Akan tetapi, para ahli ternyata khawatir karena diam-diam ada risiko penularan COVID-19. Kok, bisa? Berikut ini penjelasan tentang hubungan antara janggut dan risiko COVID-19.