Banyak orang memulai perjalanan menurunkan berat badan dengan daftar panjang pantangan makanan. Pendekatan ini memang bisa membuat angka timbangan berkurang, tetapi sering kali hasilnya tidak bertahan lama. Sebuah analisis terhadap 31 studi jangka panjang menunjukkan bahwa sebagian besar orang akhirnya kembali pada berat awal, atau bahkan lebih.
Pendekatan yang lebih realistis justru datang dari fokus pada apa yang bisa dinikmati tubuh, bukan apa yang harus dilarang. Studi yang membandingkan diet ketat dengan pendekatan pola makan intuitif menemukan bahwa kelompok yang mengikuti sinyal lapar dan kenyang alami tubuh mampu menurunkan berat badan lebih baik dalam enam minggu.
Di tengah banyaknya pola makan yang viral, ada satu bahan pangan yang mungkin tidak begitu menggoda, tetapi terbukti punya efek besar pada pengelolaan berat badan, yaitu kacang kenari (walnut).