Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Jenis Kanker yang Paling Sering Dialami Anak-anak
ilustrasi kanker anak (IDN Times/NRF)
  • Secara global, sekitar 400.000 anak dan remaja didiagnosis kanker setiap tahunnya, dengan tingkat kesembuhan sangat bergantung pada akses pengobatan.

  • Di Indonesia, setiap tahun lebih dari 11.000 kasus kanker anak baru terjadi, dengan leukemia sebagai yang paling sering.

  • Kanker anak seringkali memiliki gejala awal yang mirip penyakit ringan; pengetahuan orang tua sangat penting untuk deteksi dini.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kanker pada anak adalah salah satu tantangan kesehatan yang serius dan kompleks. Meskipun relatif jarang dibanding kanker pada orang dewasa, tetapi angka kasusnya tetap signifikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 400.000 anak dan remaja usia 0–19 tahun didiagnosis kanker setiap tahun di seluruh dunia.

Di Indonesia, kondisi ini juga menjadi perhatian. Data Global Cancer Observatory (Globocan) menunjukkan bahwa pada tahun 2020 terdapat sekitar 11.156 kasus baru kanker pada anak usia 0–19 tahun, dengan leukemia sebagai jenis yang paling banyak ditemukan.

Angka-angka ini mencerminkan keluarga, kehidupan yang terhenti, dan pentingnya pemahaman gejala serta jenis kanker yang paling sering terjadi pada anak. Dalam banyak kasus, deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat menentukan peluang kesembuhan.

Ketahui apa saja jenis kanker yang paling sering dialami anak-anak lewat ulasan di bawah ini.

1. Leukemia

Leukemia adalah kanker darah yang paling umum pada anak. Ini terjadi ketika sumsum tulang menghasilkan sel darah putih abnormal secara berlebihan. Sel-sel ini tidak berfungsi normal dan mengganggu produksi sel darah sehat.

Ada beberapa subtipe leukemia pada anak, tetapi yang paling sering adalah acute lymphoblastic leukemia (ALL), yang umumnya menyerang anak usia dini. ALL sering berkembang cepat sehingga membutuhkan pengobatan segera, biasanya berupa kemoterapi intensif.

Gejala yang umum ditemukan meliputi pucat, mudah memar atau berdarah, demam tanpa sebab jelas, dan sering infeksi.

Karena gejalanya bisa mirip penyakit lain, pemeriksaan darah lengkap dan evaluasi dokter spesialis sangat krusial.

2. Tumor otak dan sistem saraf pusat

ilustrasi kanker anak (pexels.com/cottonbro studio)

Tumor otak adalah jenis kanker solid yang berkembang di otak atau sumsum tulang belakang, sering menjadi diagnosis kedua setelah leukemia pada anak.

Ada banyak jenis tumor otak, termasuk medulloblastoma, astrocytoma, dan ependymoma, yang bervariasi menurut usia dan lokasi di otak. Medulloblastoma, misalnya, merupakan tumor ganas yang sering ditemukan pada anak kecil.

Gejalanya bergantung lokasi tumor, mulai dari sakit kepala yang sering memburuk pada pagi hari, muntah tanpa sebab, masalah keseimbangan, perubahan perilaku, hingga gangguan penglihatan. Karena kompleksitasnya, diagnosis membutuhkan pencitraan radiologi seperti MRI.

3. Limfoma

Limfoma adalah kanker sistem limfatik, bagian dari sistem imun tubuh. Limfoma dapat dibagi dalam dua kelompok utama, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.

Pada anak, limfoma non-Hodgkin lebih sering ditemukan daripada limfoma Hodgkin. Sel kanker biasanya berkembang di kelenjar getah bening, tetapi bisa juga menyebar ke organ lain.

Gejalanya sering kali berupa pembesaran kelenjar getah bening yang tidak nyeri, demam yang tak kunjung hilang, penurunan berat badan, dan keringat malam. Evaluasi lebih lanjut diperlukan jika gejala tersebut berlangsung lebih dari beberapa minggu.

4. Neuroblastoma

ilustrasi pasien kanker anak (freepik.com/freepik)

Neuroblastoma adalah tumor yang berkembang dari sel saraf imatur yang terkait dengan sistem saraf simpatik, sering ditemukan pada bayi dan anak usia dini.

Neuroblastoma biasanya dimulai di perut, terutama di kelenjar adrenal, tetapi bisa juga muncul di leher, dada, atau panggul.

Gejalanya bervariasi tergantung lokasi tumor, bisa berupa pembengkakan, nyeri, perubahan warna kulit di area tumor, atau gejala yang menyerupai infeksi biasa pada tahap awal.

5. Tumor Wilms

Tumor Wilms (nefroblastoma) adalah kanker ginjal yang hampir eksklusif terjadi pada anak, sering sebelum usia 5 tahun.

Tumor ini biasanya muncul sebagai massa atau pembesaran di perut yang tidak nyeri. Pada sebagian kasus, anak mungkin mengalami demam atau darah dalam urine.

Tumor Wilms biasanya memiliki prognosis yang baik jika didiagnosis dini dan ditangani oleh tim medis yang berpengalaman.

6. Rhabdomyosarcoma

ilustrasi kanker pada anak (pexels.com/Tara Winstead)

Rhabdomyosarcoma adalah kanker jaringan lunak yang berkembang dari sel yang biasanya menjadi otot. Jenis ini termasuk yang umum di antara tumor jaringan lunak pada anak.

Tumor ini bisa muncul di berbagai lokasi tubuh seperti kepala, leher, pangkal paha, atau perut, dan gejalanya tergantung lokasi tumor. Rhabdomyosarcoma sering ditandai oleh benjolan yang tumbuh dan bisa menyebabkan nyeri atau gangguan fungsi setempat.

7. Retinoblastoma

Retinoblastoma adalah kanker mata yang umumnya menyerang bayi dan anak kecil.

Orang tua sering pertama kali menyadari retinoblastoma ketika pupil anak tampak putih ataupun mengilap saat terkena cahaya, suatu tanda yang dikenal sebagai leukokoria.

Deteksi dini sangat penting karena pengobatan yang tepat dapat mempertahankan tidak hanya hidup anak tetapi juga penglihatan sejauh mungkin

Gejala kanker anak yang perlu diwaspadai

Gejala kanker pada anak bisa sangat bervariasi, tetapi ada beberapa tanda yang perlu segera dievaluasi oleh dokter, seperti:

  • Demam yang tidak kunjung hilang tanpa sebab infeksi yang jelas.

  • Penurunan berat badan drastis atau kehilangan nafsu makan.

  • Pembengkakan atau benjolan baru di tubuh.

  • Nyeri yang menetap, terutama di tulang atau sendi.

  • Perubahan drastis dalam fungsi atau perilaku sehari-hari.

  • Mudah memar, perdarahan, atau pucat yang tidak biasa.

Karena gejala kanker sering mirip dengan penyakit umum lain, evaluasi medis segera diperlukan bila beberapa gejala ini berlangsung lebih dari beberapa minggu tanpa sebab jelas.

Kanker anak merupakan kondisi serius yang memengaruhi ribuan anak di seluruh dunia dan di Indonesia setiap tahunnya. Jenis kanker yang paling sering terjadi—seperti leukemia, tumor otak, limfoma, dan neuroblastoma—memiliki gejala dan karakteristik yang berbeda, tetapi banyak di antaranya dapat diatasi lebih baik jika dideteksi pada tahap awal.

Pemahaman orang tua dan masyarakat tentang tanda-tanda kanker anak sangat penting untuk memastikan diagnosis dan terapi tepat waktu. Perhatian yang tepat dan dukungan medis profesional dapat meningkatkan peluang kelangsungan hidup dan kualitas hidup anak yang terkena kanker.

Referensi

“Childhood cancer." World Health Organization. Diakses Februari 2026.

“Peringatan Hari Kanker Anak Sedunia 2025,” Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Diakses Februari 2026.

“Rencana Aksi Nasional Kanker Anak 2025–2029,” Kementerian Kesehatan RI. Diakses Februari 2026.

“Childhood Cancer,” American Cancer Society. Diakses Februari 2026.

“Childhood Cancer." Cleveland Clinic. Diakses Februari 2026.

Editorial Team