Secara umum, menyemprotkan parfum di leher aman bagi sebagian besar orang, selama:
Tidak ada riwayat alergi.
Tidak digunakan berlebihan.
Tidak terpapar langsung sinar matahari setelah pemakaian.
Namun, bagi individu dengan kulit sensitif, riwayat dermatitis, atau mudah mengalami iritasi, sebaiknya pertimbangkan area alternatif seperti pakaian atau bagian tubuh lain.
Kebiasaan yang tampak sepele seperti menyemprotkan parfum ternyata bisa memiliki risiko bagi kesehatan. Gunakan parfum secara bijak dengan memilih produk yang sesuai, hindari paparan berlebih, dan perhatikan reaksi kulit adalah langkah-langkah mudah agar tetap aman.
Referensi
American Academy of Dermatology. “Contact Dermatitis.” Diakses Maret 2026.
Environmental Working Group. “Fragrance in Products.” Diakses Maret 2026.
Jeanne D Johansen, “Fragrance Contact Allergy,” American Journal of Clinical Dermatology 4, no. 11 (January 1, 2003): 789–98, https://doi.org/10.2165/00128071-200304110-00006.
Anne Steinemann, “Fragranced Consumer Products: Exposures and Effects From Emissions,” Air Quality Atmosphere & Health 9, no. 8 (October 20, 2016): 861–66, https://doi.org/10.1007/s11869-016-0442-z.
U.S. Food and Drug Administration. “Cosmetics and Skin Safety.” Diakses Maret 2026.