Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Ada Orang Mudah Mengalami Mabuk Perjalanan? Ini Penjelasannya
ilustrasi penumpang pesawat terbang mabuk perjalanan (vecteezy.com/Akarawut Lohacharoenvanich)
  • Mabuk perjalanan terjadi karena konflik sinyal antara mata, telinga bagian dalam, dan otak.

  • Beberapa orang lebih rentan karena faktor genetik, usia, dan sensitivitas sistem vestibular.

  • Perjalanan panjang, membaca di kendaraan, dan posisi duduk tertentu dapat memperparah gejala.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat mudik, banyak orang duduk berjam-jam di kendaraan, melewati jalanan berkelok, atau menghadapi kemacetan panjang. Bagi sebagian orang, kondisi ini mungkin hanya terasa melelahkan. Namun bagi yang lain, ini bisa memicu mual, pusing, bahkan muntah.

Kondisi tersebut dikenal sebagai mabuk perjalanan atau motion sickness. Gejalanya bisa muncul di berbagai jenis transportasi, mulai dari mobil, bus, kapal, hingga pesawat. Meski umum terjadi, tetapi tidak semua orang mengalaminya dengan tingkat yang sama.

Perbedaan ini berkaitan dengan cara tubuh memproses informasi tentang gerakan. Sistem keseimbangan manusia melibatkan kerja sama antara mata, telinga bagian dalam, serta otak. Ketika sistem-sistem ini memberikan sinyal yang tidak selaras, tubuh dapat merespons dengan rasa mual dan ketidanyamanan.

1. Konflik sinyal antara mata dan telinga bagian dalam

Penyebab utama mabuk perjalanan adalah konflik sensorik antara informasi yang diterima oleh mata dan telinga bagian dalam.

Telinga bagian dalam memiliki struktur yang disebut sistem vestibular, yang berfungsi mendeteksi gerakan dan menjaga keseimbangan tubuh.

Masalah muncul ketika mata dan telinga mengirimkan sinyal yang berbeda ke otak. Misalnya:

  • Mata melihat interior mobil yang tampak diam.

  • Telinga bagian dalam merasakan kendaraan sedang bergerak.

Otak menerima dua informasi yang bertentangan, sehingga memicu respons seperti mual, pusing, dan keringat dingin.

2. Sensitivitas sistem vestibular berbeda pada setiap orang

ilustrasi perempuan mengalami mabuk perjalanan (freepik.com/freepik)

Tidak semua orang memiliki sensitivitas yang sama terhadap gerakan. Beberapa individu memiliki sistem vestibular yang lebih sensitif, sehingga lebih mudah mengalami mabuk perjalanan.

Menurut penelitian, sensitivitas terhadap motion sickness dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetika dan cara otak memproses informasi sensorik.

Faktor lain yang juga berperan meliputi:

  • Usia.

  • Riwayat migrain.

  • Kondisi telinga bagian dalam.

  • Tingkat stres atau kelelahan.

Anak-anak usia 2–12 tahun, misalnya, diketahui lebih rentan mengalami mabuk perjalanan dibanding orang dewasa.

3. Aktivitas di kendaraan bisa memperparah gejala

Beberapa kebiasaan selama perjalanan dapat meningkatkan risiko mabuk perjalanan. Salah satunya adalah membaca atau menatap layar gadget saat kendaraan bergerak.

Ketika membaca di kendaraan, mata fokus pada objek yang diam, sementara tubuh tetap merasakan gerakan kendaraan. Kondisi ini memperkuat konflik sensorik antara mata dan sistem vestibular.

Membaca, scrolling gadget, atau menatap layar dalam waktu lama dapat memperburuk gejala motion sickness.

Selain itu, posisi duduk di bagian belakang kendaraan juga sering dikaitkan dengan gejala yang lebih kuat karena gerakan kendaraan terasa lebih intens.

4. Faktor lingkungan selama perjalanan mudik

ilustrasi mudik naik bus (pexels.com/Thunyarat Klaiklang)

Lingkungan di dalam kendaraan juga dapat memengaruhi munculnya mabuk perjalanan.

Beberapa faktor yang diketahui dapat memperburuk gejala antara lain:

  • Ventilasi udara yang buruk.

  • Bau makanan atau bahan bakar.

  • Suhu kendaraan yang panas.

  • Perjalanan di jalan berkelok atau bergelombang.

Menurut penelitian, faktor lingkungan seperti bau dan suhu dapat memicu respons fisiologis yang memperparah rasa mual selama mabuk perjalanan. Karena itu, menjaga sirkulasi udara yang baik dan posisi duduk yang nyaman dapat membantu mengurangi risiko gejala.

5. Mengapa mabuk perjalanan sering terjadi saat mudik?

Mudik sering melibatkan kombinasi berbagai faktor yang dapat memicu mabuk perjalanan, seperti:

  • Perjalanan berjam-jam tanpa istirahat.

  • Kondisi jalan yang tidak selalu stabil.

  • Kelelahan akibat kurang tidur.

  • Konsumsi makanan berat sebelum berangkat.

Ketika faktor-faktor ini terjadi bersamaan, sistem keseimbangan tubuh dapat menjadi lebih sensitif terhadap gerakan kendaraan.

Sensitivitas terhadap mabuk perjalanan berbeda pada setiap individu, dipengaruhi oleh beberapa faktor. Memahami penyebabnya dapat membantu kamu mengambil langkah sederhana untuk mengurangi risiko mabuk perjalanan selama mudik, sehingga perjalanan terasa lebih nyaman.

Referensi

National Institute of Neurological Disorders and Stroke. “Motion Sickness.” Diakses Maret 2026.

Cleveland Clinic. “Motion Sickness.” Diakses Maret 2026.

John F. Golding, “Motion Sickness Susceptibility,” Autonomic Neuroscience 129, no. 1–2 (August 25, 2006): 67–76, https://doi.org/10.1016/j.autneu.2006.07.019.

Reason, J. T., and J. J. Brand. Motion Sickness. London: Academic Press, 1975.

Craig R. Sherman, “Motion Sickness: Review of Causes and Preventive Strategies,” Journal of Travel Medicine 9, no. 5 (March 8, 2006): 251–56, https://doi.org/10.2310/7060.2002.24145.

Editorial Team