Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Korban Kecelakaan Kereta Diberi Infus saat Evakuasi?
ilustrasi infus (pexels.com/محمد عزام الشيخ يوسف)
  • Pemasangan infus pada korban kecelakaan dilakukan untuk mencegah syok akibat kehilangan cairan atau darah, menjaga organ vital tetap mendapat suplai oksigen dan mempertahankan kondisi tubuh agar stabil.
  • Infus membantu menjaga sirkulasi darah tetap lancar selama evakuasi, memastikan organ penting seperti otak dan jantung tetap menerima oksigen serta nutrisi meski volume darah menurun akibat trauma.
  • Melalui jalur infus, tenaga medis dapat memberikan obat darurat dengan cepat dan efektif langsung ke aliran darah, mempercepat penanganan nyeri, infeksi, atau kondisi kritis di lokasi kejadian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi menyisakan banyak perhatian, terutama saat proses evakuasi korban. Dalam beberapa rekaman dan laporan, terlihat korban yang terhimpit langsung mendapatkan penanganan medis di lokasi. Salah satu tindakan yang sering dilakukan adalah pemasangan infus dan pemberian oksigen.

Bagi sebagian orang, hal ini mungkin terlihat seperti prosedur standar tanpa alasan yang jelas. Padahal, infus dan oksigen bukan sekadar tindakan tambahan, melainkan bagian penting dari pertolongan pertama. Lalu, kenapa korban kecelakaan sering diberi infus saat evakuasi? Simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini, yuk!

1. Mencegah syok akibat kehilangan cairan atau darah

ilustrasi pemasangan infus (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Salah satu penanganan awal yang dilakukan pada korban kecelakaan adalah pemasangan infus untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil. Dalam situasi trauma, tubuh bisa kehilangan cairan atau darah dalam waktu singkat. Mengutip dari MSD Manual (referensi medis yang diterbitkan oleh perusahaan farmasi Merck Sharp & Dohme), kekurangan cairan dapat mengganggu aliran darah ke organ penting.

Akibatnya, organ seperti otak dan jantung tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Kondisi ini dikenal sebagai syok dan bisa memburuk jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, infus diberikan untuk membantu menggantikan cairan yang hilang dan menjaga sirkulasi darah tetap berjalan. Dengan langkah ini, kondisi korban bisa lebih stabil sebelum mendapatkan penanganan lanjutan.

2. Menjaga sirkulasi darah tetap stabil

ilustrasi cairan infus (pexels.com/RDNE Stock project)

Selain mencegah syok, pemberian infus juga bertujuan menjaga aliran darah tetap lancar di dalam tubuh. Dalam kondisi normal, darah membawa oksigen dan nutrisi ke organ-organ penting seperti otak dan jantung. Namun, saat terjadi kecelakaan, volume darah bisa menurun sehingga aliran ini menjadi tidak optimal.

Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal StatPearls pada 2023, pemberian cairan bertujuan menjaga perfusi organ agar tetap mendapatkan oksigen dan nutrisi. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, organ bisa mengalami gangguan fungsi. Jadi, infus diberikan untuk membantu mengembalikan volume cairan dalam pembuluh darah agar sirkulasi tetap stabil selama proses evakuasi.

3. Memudahkan pemberian obat darurat

ilustrasi infus (unsplash.com/Olga Kononenko)

Selain menjaga cairan tubuh, infus juga memudahkan tenaga medis memberikan obat dengan cepat. Dalam kondisi darurat, waktu menjadi faktor yang sangat penting. Obat yang diberikan melalui infus dapat langsung masuk ke aliran darah tanpa harus melalui proses pencernaan.

Dilansir Healthline, metode ini membuat obat bekerja lebih cepat dibandingkan jika dikonsumsi secara oral. Hal tersebut sangat penting untuk menangani nyeri, infeksi, atau kondisi kritis lainnya. Dengan adanya jalur infus, tenaga medis dapat segera memberikan obat yang dibutuhkan tanpa menunda waktu penanganan.

Pemberian infus dan oksigen menjadi bagian penting dalam penanganan awal korban kecelakaan saat proses evakuasi berlangsung. Tindakan ini tidak hanya dilakukan pada korban kecelakaan kereta, tetapi juga pada berbagai situasi darurat lainnya. Menurutmu, seberapa penting penanganan cepat seperti ini dalam menyelamatkan nyawa?

Referensi

“Intravenous Fluid Resuscitation”. MSD Manual Professional Version. Diakses pada April 2026.

“Fluid Resuscitation”. StatPearls. Diakses pada April 2026.

“Intravenous Medication Administration: What to Know”. Healthline. Diakses pada April 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team