Umumnya makanan Lebaran memang sulit ditolak karena rasanya enak. Mayoritas hidangan berupa makanan:
Tinggi lemak (santan, gorengan).
Tinggi gula (kue kering, sirop).
Sangat palatable (kombinasi rasa gurih dan manis).
Dalam ilmu gizi, makanan seperti ini disebut hyperpalatable foods, yang dapat merangsang sistem reward di otak, mirip efek dopamin. Efeknya antara lain:
Otak melepaskan dopamin (hormon senang).
Sulit berhenti di satu porsi.
Cenderung nambah berkali-kali meski hanya sedikit-dikit.
Pada akhirnya, sulit menolak makan saat Lebaran itu wajar dan manusiawi. Namun, bukan berarti tidak dapat disiasati. Dengan lebih sadar terhadap sinyal lapar, memahami pemicu makan berlebih, dan tetap menikmati makanan secara bijak, kamu tetap bisa merayakan Lebaran tanpa merasa bersalah. Kuncinya bukan menolak, tetapi menemukan keseimbangan.
Referensi
"Healthy Eating Tips for Eid, According to an IPB University Nutrition Expert". IPB University. Diakses Maret 2026.
"This Eid, Here’s How to Resist Overeating". AboutIslam. Diakses Maret 2026.
"Eid and Binge Eating". Islam and Eating Disorders. Diakses Maret 2026.
"HMC Dietitian Warns about the Dangers of Overeating and says Moderation is Key to a Healthy Eid". Hamad Medical Corporation. Diakses Maret 2026.
"Tips to Relish the Feast during Eid al-Fitr without Getting Fat from Prof. I Ketut Adnyana". IPB University. Diakses Maret 2026.
"Lebaran is Cheating Day: Maintain Balanced Nutrition During Lebaran". Universitas Airlangga. Diakses Maret 2026.