Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Sulit Menolak Makan saat Lebaran?
ilustrasi makan-makan saat Lebaran (pexels.com/RDNE Stock project)
  • Sulitnya menolak makan saat Lebaran dipicu kombinasi rasa lapar setelah puasa, godaan makanan tinggi kalori, dan tekanan sosial untuk ikut menikmati hidangan bersama keluarga.
  • Menurut pakar gizi IPB University, kondisi perut kosong dan meningkatnya hormon lapar membuat tubuh cenderung makan berlebihan ketika dihadapkan pada banyak pilihan makanan lezat.
  • Hidangan Lebaran tergolong hyperpalatable foods yang merangsang dopamin di otak, memicu rasa senang dan keinginan terus menambah porsi meski tubuh sebenarnya sudah kenyang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi banyak orang pola makan mereka lebih longgar saat Lebaran. Awalnya cuma makan camilan, lalu lanjut mengisi piring dengan ketupat, opor, dan rendang, setelahnya minum minuman manis, dan tak lama ketika ditawari kue kering pun kamu tak menolak.

Makan lebih sering atau banyak saat Lebaran bukan soal kurangnya kontrol diri, melainkan kombinasi rasa lapar setelah sebulan berpuasa, godaan makanan tinggi kalori, hingga tekanan sosial. Tak heran, banyak orang merasa sulit menolak makan saat Lebaran, bahkan sebenarnya sudah merasa kenyang.

1. "Balas dendam" setelah puasa

Setelah sebulan berpuasa, tubuh berada dalam kondisi adaptasi terhadap pola makan terbatas. Ketika Lebaran, akses terhadap makanan tinggi kalori meningkat drastis.

Menurut pakar gizi dari IPB University dalam situs resmi, dr. Naufal Muharam Nurdin, SKed, MSi, kondisi perut kosong setelah salat Id, ditambah banyaknya pilihan makanan membuat seseorang rentan makan berlebihan. Ini karena tubuh secara alami “mendorong” untuk mengganti energi yang sempat dibatasi selama Ramadan.

Secara fisiologis, hormon lapar seperti grelin bisa meningkat, sementara kontrol diri melemah karena eksposur makanan tinggi gula dan lemak.

2. Adanya tekanan sosial dan euforia

ilustrasi makanan Lebaran (vecteezy.com/ikarahma)

Banyak orang sejak kecil dididik untuk menghormati tamu, sehingga menolak makanan bisa dianggap tidak sopan. Tekanan sosial ini sering membuat orang makan bukan karena lapar, tetapi norma sosial dan keinginan menjaga perasaan orang lain.

Menurut pendekatan psikologi sosial, ini disebut social eating pressure. Individu cenderung menyesuaikan perilaku makan dengan lingkungan agar tetap diterima secara sosial.

Hari besar ini juga menjadi momen bahagia karena kumpul keluarga, nostalgia, suasana hangat, sehingga memicu emotional eating, yaitu makan karena emosi, bukan lapar.

Faktor pemicunya:

  • Bahagia: Ingin merayakan dengan makanan.

  • Nostalgia: Makanan jadi simbol kenangan.

  • Kebersamaan: Makan jadi aktivitas utama.

3. Pada dasarnya hidangan Lebaran itu enak, sulit ditolak

Umumnya makanan Lebaran memang sulit ditolak karena rasanya enak. Mayoritas hidangan berupa makanan:

  • Tinggi lemak (santan, gorengan).

  • Tinggi gula (kue kering, sirop).

  • Sangat palatable (kombinasi rasa gurih dan manis).

Dalam ilmu gizi, makanan seperti ini disebut hyperpalatable foods, yang dapat merangsang sistem reward di otak, mirip efek dopamin. Efeknya antara lain:

  • Otak melepaskan dopamin (hormon senang).

  • Sulit berhenti di satu porsi.

  • Cenderung nambah berkali-kali meski hanya sedikit-dikit.

Pada akhirnya, sulit menolak makan saat Lebaran itu wajar dan manusiawi. Namun, bukan berarti tidak dapat disiasati. Dengan lebih sadar terhadap sinyal lapar, memahami pemicu makan berlebih, dan tetap menikmati makanan secara bijak, kamu tetap bisa merayakan Lebaran tanpa merasa bersalah. Kuncinya bukan menolak, tetapi menemukan keseimbangan.

Referensi

"Healthy Eating Tips for Eid, According to an IPB University Nutrition Expert". IPB University. Diakses Maret 2026.

"This Eid, Here’s How to Resist Overeating". AboutIslam. Diakses Maret 2026.

"Eid and Binge Eating". Islam and Eating Disorders. Diakses Maret 2026.

"HMC Dietitian Warns about the Dangers of Overeating and says Moderation is Key to a Healthy Eid". Hamad Medical Corporation. Diakses Maret 2026.

"Tips to Relish the Feast during Eid al-Fitr without Getting Fat from Prof. I Ketut Adnyana". IPB University. Diakses Maret 2026.

"Lebaran is Cheating Day: Maintain Balanced Nutrition During Lebaran". Universitas Airlangga. Diakses Maret 2026.

Editorial Team