Setelah Ramadan, ritme tubuh belum sepenuhnya kembali normal. Studi menunjukkan adanya:
Kondisi ini membuat tubuh terasa lebih berat, lesu, dan kurang bertenaga, walaupun belum tentu berat badan naik secara signifikan.
Agar tubuh kembali "ringan" setelah Lebaran, lakukan penyesuaian bertahap:
Kembali ke pola makan seimbang. Perbanyak sayur dan buah (serat tinggi), kurangi santan, gorengan, dan gula.
Atur porsi makan. Hindari “balas dendam” makan saat halal bihalal.
Gunakan prinsip mindful eating.
Tingkatkan aktivitas fisik. Mulai dari jalan kaki ringan, lanjutkan ke olahraga rutin.
Cukupi kebutuhan cairan Minum air putih untuk mengurangi retensi cairan.
Perbaiki pola tidur. Kembalikan jam tidur ke ritme normal.
Tubuh terasa lebih berat setelah Lebaran adalah hal yang umum dan disebabkan oleh kombinasi faktor seperti makan berlebih, kembung, retensi air, hingga perubahan aktivitas dan tidur. Tidak semuanya berarti lemak bertambah, tetapi jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi kenaikan berat badan nyata. Kuncinya bukan diet ekstrem, melainkan kembali ke pola hidup seimbang secara bertahap.
Referensi
Mektebi, Ammar, Mağfiret Abdulveli Bozlar, Noura Kanjo, Muhammed Munir Al-Jebaili, Youssef Nasrallah, MoezAlIslam Faris, and Moien Ab Khan. “Body Weight Changes During Ramadan Intermittent Fasting: A Cross‐Sectional Study of Healthy Adults in Turkey.” Journal of Nutrition and Metabolism 2025, no. 1 (January 1, 2025): 8851660.
Bakhotmah, Balkees Abed. “The Puzzle of Self-reported Weight Gain in a Month of Fasting (Ramadan) Among a Cohort of Saudi Families in Jeddah, Western Saudi Arabia.” Nutrition Journal 10, no. 1 (August 10, 2011): 84.
"Taking Control of Your Health Immediately After Ramadan". Health Hub. Diakses Maret 2026.
Waterhouse, Jim, Lotfia Alkib, and Thomas Reilly. “Effects of Ramadan Upon Fluid and Food Intake, Fatigue, and Physical, Mental, and Social Activities: A Comparison Between the UK and Libya.” Chronobiology International 25, no. 5 (January 1, 2008): 697–724.