Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Berat Badan Bisa Naik Lagi Setelah Puasa?

Kenapa Berat Badan Bisa Naik Lagi Setelah Puasa?
ilustrasi berat badan naik setelah puasa (pexels.com/Annushka Ahuja)
Intinya Sih
  • Kenaikan berat badan setelah puasa umum terjadi karena tubuh mengalami adaptasi metabolik yang menurunkan pembakaran kalori, sehingga kalori lebih mudah disimpan sebagai lemak saat makan kembali normal.
  • Perubahan hormon seperti peningkatan ghrelin dan penurunan leptin membuat rasa lapar meningkat setelah puasa, memicu keinginan makan berlebih terutama pada makanan tinggi kalori atau gula.
  • Penelitian menunjukkan berat badan bisa naik kembali 1–2 persen dalam enam bulan setelah puasa, namun tetap lebih rendah dari awal jika pola makan seimbang dan aktivitas fisik dijaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banyak orang yang berat badannya turun setelah puasa Ramadan. Namun, tidak sedikit orang malah berat badannya baik. Ternyata ini umum terjadi dan ada beberapa penjelasannya.

Menurut sejumlah penelitian, kenaikan berat badan setelah puasa bukan semata-mata karena makan berlebihan, tetapi juga karena perubahan biologis dalam tubuh yang terjadi selama dan setelah puasa.

Table of Content

1. Metabolisme melambat

1. Metabolisme melambat

Salah satu penyebab berat badan naik setelah puasa Ramadan adalah adaptasi metabolik. Saat tubuh mengalami pembatasan asupan energi dalam waktu tertentu, tubuh akan menurunkan laju metabolisme untuk menghemat energi.

Efek ini merupakan mekanisme bertahan hidup secara alami. Akibatnya, tubuh membakar lebih sedikit kalori bahkan setelah periode puasa selesai. Jika pola makan kembali normal atau meningkat, kalori yang masuk lebih mudah disimpan sebagai lemak.

Penelitian menunjukkan bahwa adaptasi metabolik ini dapat bertahan setelah puasa berakhir dan berkontribusi pada kenaikan berat badan setelah sebulan berpuasa.

2. Perubahan hormon lapar

Ilustrasi makan berlebihan saat buka puasa.
ilustrasi makan berlebihan saat buka puasa (unsplash.com/Outcast India)

Puasa juga memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Selama periode pembatasan makan, ini yang terjadi pada tubuh:

  • Grelin (hormon yang memicu rasa lapar) cenderung meningkat.
  • Leptin (hormon yang memberi sinyal kenyang) dapat menurun.

Perubahan hormon ini dapat membuat kamu merasa lebih lapar setelah periode puasa selesai, sehingga berisiko makan lebih banyak dari kebutuhan tubuh.

Beberapa orang juga mengalami efek rebound setelah periode pembatasan makan. Setelah menahan diri dari makanan tertentu, keinginan terhadap makanan tinggi kalori atau tinggi gula bisa meningkat. Kondisi ini dapat memicu pola makan berlebih setelah puasa selesai.

3. Kata penelitian

Menurut sebuah tinjauan, puasa intermiten dapat menurunkan berat badan sekitar 0,8 persen hingga 13 persen dari berat awal. Namun, penelitian lanjutan menunjukkan bahwa setelah sekitar 6 bulan, berat badan sering meningkat kembali sekitar 1–2 persen dari titik terendah, meskipun biasanya masih lebih rendah dibanding berat awal sebelum puasa.

Itu menunjukkan bahwa kenaikan berat badan setelah puasa merupakan fenomena yang cukup umum, terutama jika perubahan gaya hidup/pola makan tidak dipertahankan dalam jangka panjang.

Kenaikan berat badan setelah puasa dapat terjadi karena berbagai faktor biologis dan perilaku, mulai dari metabolisme yang melambat, perubahan hormon lapar, kehilangan massa otot hingga pemulihan berat air dalam tubuh. Jadi, menjaga pola makan seimbang, cukup protein, serta tetap aktif secara fisik menjadi kunci agar berat badan tetap stabil setelah puasa Ramadan.

Referensi

"The Fasting Trap: Why Extreme Diets Often Lead to Rebound Weight Gain". Ubie. Diakses Maret 2026.

Welton, Stephanie, Robert Minty, Teresa O’Driscoll, Hannah Willms, Denise Poirier, Sharen Madden, and Len Kelly. “Intermittent Fasting and Weight Loss: Systematic Review,” February 1, 2020.

Hollstein, Tim, Takafumi Ando, Alessio Basolo, Jonathan Krakoff, Susanne B Votruba, and Paolo Piaggi. “Metabolic Response to Fasting Predicts Weight Gain during Low-Protein Overfeeding in Lean Men: Further Evidence for Spendthrift and Thrifty Metabolic Phenotypes.” American Journal of Clinical Nutrition 110, no. 3 (March 26, 2019): 593–604.

"4 ways to minimize weight gain after a fast". LMNT. Diakses Maret 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More