Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Keju
ilustrasi memotong keju (pexels.com/Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

Kemoterapi adalah salah satu pengobatan kanker dengan obat-obatan dosis kuat untuk membunuh sel-sel yang abnormal. Terapi ini bisa menguras banyak tenaga, bahkan bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh. Oleh sebab itu, ada beberapa pantangan yang biasanya harus dihindari oleh pasien, seperti salah satunya adalah makanan.

Meski jarang menjadi perhatian, makanan juga memainkan peran penting keberhasilan terapi kanker ini. Pasalnya, asupan nutrisi yang tepat bisa membantu proses pemulihan dan mengurangi efek samping. Sebaliknya, beberapa makanan tertentu justru bisa memperburuk kondisi selama kemoterapi, seperti meningkatkan risiko infeksi akibat penyakit bawaan dari makanan. Nah, apa saja makanan yang harus dihindari selama menjalani kemoterapi? Inilah daftar rincinya.

1. Ikan dan daging mentah

ilustrasi memotong ikan salmon (pexels.com/Huy Phan)

Siapa yang suka konsumsi sushi, sashimi, steak, sate, atau ikan asap? Selama menjalani kemoterapi kamu perlu mempertimbangkan makanan-makanan ini lagi. Pasalnya, daging atau ikan yang dimasak setengah matang atau disajikan mentah tak dianjurkan untuk dikonsumsi selama kemoterapi. Hal ini dkarenakan daging atau ikan mentah berpotensi masih mengandung bakteri atau patogen berbahaya yang tidak hilang selama proses masak.

Daging olahan, seperti ham, salami, sosis, dan bologna, juga tak direkomendasikan karena potensi kontaminasi bakteri Listeria selama proses produksi. Jadi, pastikan memasak hingga matang saat akan mengonsumsi daging atau ikan.

2. Telur mentah dan produk turunannya

ilustrasi manfaat telur (pexels.com/Klaus Nielsen)

Selain daging dan ikan, orang yang menjalani kemoterapi juga harus menghindari telur mentah, setengah matang, atau pun produk olahannya. Telur mentah bisa mengandung bakteri Salmonella yang berbahaya bagi kesehatan. Infeksi Salmonella bisa  menyebabkan diare berat, kram perut, muntah, demam, dan lain sebagainya yang juga bisa memperburuk efek samping dari kemoterapi itu sendiri.

Beberapa contoh produk olahan yang mengandung telur mentah seperti mayones rumahan, saus hollandaise, saus salad caesar (caesar dressing), atau adonan kue yang masih mentah.

3. Sayur dan buah yang tidak dicuci

ilustrasi mencuci sayur (pexels.com/Gustavo Fring)

Sayur dan buah-buahan yang tidak dicuci juga baiknya dihindari selama kemoterapi. Hal ini karena dapat memicu kontaminasi patogen atau bakteri yang mungkin terdapat dalam makanan tersebut. Jadi, sebaiknya selalu cuci buah atau sayur mentah dengan air mengalir dan gosok perlahan untuk membersihkan kotoran.

Dalam beberapa kasus, konsumsi sayur mentah yang dicuci masih diperbolehkan. Namun, pada kasus kemoterapi yang intensif, seperti untuk leukemia atau limfoma, konsumsi sayuran atau buah mentah mungkin tidak direkomendasikan sama sekali.

4. Kecambah dan kacang mentah

ilustrasi kecambah (pixabay.com/milivigerova)

Kecambah atau kacang mentah apapun seperti alfalfa dan kacang hijau juga sebaiknya dihindari. Sama seperti sayuran mentah, makanan ini mungkin mengandung patogen Salmonella sp. atau Escherichia coli. Selain itu, penyimpanan produk kacang-kacangan mentah juga bisa meningkatkan risiko penyakit terkait pertumbuhan jamur.

5. Madu mentah atau sarang lebah

ilustrasi madu (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Madu mentah atau sarang lebah mengandung spora bakteri Clostridium botulinum. Umumnya, bakteri ini tidak berbahaya bagi orang sehat, akan tetapi, orang yang menjalani kemoterapi yang mungkin memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah bisa berpotensi menyebabkan botulisme. Kamu bisa memilih madu komersial yang telah melalui proses pemanasan.

6. Susu dan produk turunannya yang tidak dipasteurisasi

ilustrasi minum susu (unsplash.com/The Humble Co.)

Proses pasteurisasi pada susu dapat membantu membunuh bakteri atau patogen di dalamnya. Produk susu yang tidak dipasteurisasi mengandung beberapa jenis mikroba berbahaya, seperti Salmonella, E. Coli, dan Listeria. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah akibat kemoterapi mungkin lebih rentan terkena infeksi patogen tersebut.

Sementara itu, produk susu yang dipasteurisasi dengan benar aman dikonsumsi. Makanan ini justru mengandung banyak nutrisi seperti protein, kalsium, kalium, dan vitamin B.

7. Jeruk bali

ilustrasi suplemen dan vitamin C (pexels.com/Gundula Vogel)

Jeruk bali adalah makanan sumber vitamin C yang baik. Sayangnya, makanan ini memiliki interaksi pada banyak obat yang berbeda, yang mungkin juga terdapat dalam obat kemoterapi. Oleh sebab itu, ada baiknya menghindari jeruk bali selama menjalani terapi kanker ini.

Makanan adalah sumber nutrisi yang bagus untuk mendukung pemulihan selama kemoterapi. Namun, tidak semua makanan direkomendasikan selama terapi ini sebab adanya risiko kontaminasi penyebab infeksi yang justru bisa memperburuk kondisi. Nah, jika kamu sedang menjalani kemoterapi, sebaiknya hindari jenis-jenis makanan di atas, ya!

Referensi

“Food Safety during Cancer Treatment”. American Cancer Society. Diakses Januari 2026

“13 Fiod and Supplements to Avoid during Chemotherapy”. Everyday Health. Diakses Januari 2026

“Cancer Diet: Foods to Avoid during Cancer Treatment”. Johns Hopkins Medicine. Diakses Januari 2026

“10 Thins to Avoid while Receiving Chemotherapy”. MD Anderson. Diakses Januari 2026.

“Food to Boost Your Immune System  during Chemotherapy”. Healthline. Diakses Januari 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team