Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Siklus Haid Tak Teratur, Apakah Berkaitan dengan Kanker Payudara?

Penyintas kanker payudara.
ilustrasi penyintas kanker payudara (pexels.com/Anna Tarazevich)
Intinya sih...
  • Usia saat kamu mengalami menstruasi pertama kali dan usia menopause memengaruhi risiko kanker payudara.
  • Bahkan, jumlah menstruasi yang kamu alami dan usia kehamilan pertama juga dapat memengaruhi risiko kanker payudara.
  • Menopause pada usia dini mungkin melindungi perempuan dari kanker payudara karena setelah menopause, tubuh tidak lagi memproduksi estrogen dalam jumlah besar.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Siklus menstruasi atau siklus haid bisa menjadi cerminan penting dari kesehatan hormon perempuan. Ketika menstruasi mulai tidak teratur, terlalu sering, terlalu jarang, atau bahkan berhenti sama sekali, tubuh sebenarnya sedang memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang bermasalah.

Di sisi lain, kanker payudara masih menjadi salah satu jenis kanker paling umum pada perempuan. Beberapa orang mungkin bertanya-tanya, apakah gangguan menstruasi bisa berkaitan dengan risiko kanker payudara?

Di bawah ini akan diulas hubungan antara keduanya agar perempuan bisa lebih peka membaca tanda-tanda dari tubuh.

Table of Content

1. Apakah kanker payudara memengaruhi siklus menstruasi?

1. Apakah kanker payudara memengaruhi siklus menstruasi?

Menariknya, justru sebaliknya, siklus menstruasi dapat memengaruhi risiko kanker payudara.

Misalnya, usia saat kamu mengalami menstruasi pertama kali dan usia menopause memengaruhi risiko kanker payudara. Ini berkaitan dengan jumlah siklus menstruasi yang kamu alami. Bahkan, jumlah menstruasi yang kamu alami dan usia kehamilan pertama juga dapat memengaruhi risiko kanker payudara.

Siklus menstruasi yang panjang atau tidak teratur berarti kamu mengalami lebih sedikit menstruasi dan dapat menurunkan risiko kanker payudara pada perempuan muda. Kanker payudara stadium awal mungkin tidak memengaruhi siklus menstruasi. Namun, pengobatan kemoterapi dapat memengaruhi keteraturan menstruasi, aliran darah, bahkan menghentikan menstruasi.

2. Bagaimana hormon memengaruhi kanker payudara dan siklus menstruasi?

Penelitian tahun 2017 dalam jurnal Molecular and Cellular Endocrinology telah mengaitkan peningkatan kadar estrogen dan progesteron dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi. Keduanya adalah hormon seks perempuan, tetapi laki-laki juga memiliki sedikit hormon tersebut. Karenanya, laki-laki juga dapat mengembangkan kanker payudara, meskipun kemungkinannya jauh lebih rendah.

Estrogen dan progesteron dihasilkan oleh ovarium. Estrogen terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan jaringan payudara. Progesteron terkait dengan pengaturan siklus menstruasi dan perkembangan payudara. Ketidakseimbangan salah satu hormon ini dapat mengaktifkan reseptor estrogen atau progesteron, yang kemudian dapat mengganggu atau memberi sinyal berlebihan pada pertumbuhan dan pembelahan sel di payudara. Inilah yang dapat menyebabkan pembentukan tumor payudara.

3. Menopause akibat operasi dan risiko kanker payudara

Seorang perempuan sedang melakukan skrining kanker payudara.
ilustrasi seorang perempuan sedang melakukan skrining kanker payudara (unsplash.com/National Cancer Institute)

Secara umum, menopause pada usia dini mungkin melindungi perempuan dari kanker payudara. Hal ini karena setelah menopause, tubuh tidak lagi memproduksi estrogen dalam jumlah besar. Padahal, hormon estrogen berperan dalam merangsang pertumbuhan sel-sel di jaringan payudara. Makin lama seorang perempuan terpapar estrogen sepanjang hidupnya, makin besar pula peluang sel payudara mengalami perubahan yang berujung pada kanker. Maka, ketika produksi estrogen berhenti lebih awal, paparan hormon ini pun berkurang dan risikonya ikut menurun.

Dalam kasus tertentu, dokter bisa merekomendasikan pengangkatan ovarium atau bahkan jaringan payudara sebagai langkah pencegahan. Pengangkatan ovarium menyebabkan menopause akibat pembedahan, sementara pengangkatan payudara menghilangkan sebagian besar jaringan tempat kanker bisa tumbuh.

Meski efektif menurunkan risiko, tetapi tindakan ini hanya dilakukan pada perempuan dengan risiko sangat tinggi, seperti yang memiliki mutasi gen tertentu atau riwayat keluarga kuat. Prosedur ini bukan untuk semua orang karena dampaknya besar terhadap kondisi hormon, fisik, dan kualitas hidup.

4. Apakah pengobatan kanker payudara menyebabkan menstruasi tidak teratur?

Ya, obat-obatan untuk kanker payudara dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur dan menopause dini. Obat-obatan terapi hormonal, seperti tamoxifen atau penghambat aromatase, menurunkan kadar estrogen dalam tubuh dan dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur. Kemoterapi dapat menyebabkan ovarium berhenti berfungsi, yang dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur.

Jika ovarium dihentikan fungsinya dengan obat, ovarium akan berhenti berfungsi sementara dan kamu mungkin mengalami menstruasi tidak teratur sebelum menstruasi berhenti sepenuhnya. Jika ovarium diangkat melalui operasi, ovarium akan berhenti berfungsi secara permanen. Kamu tidak akan mengalami menstruasi lagi dan akan dianggap pascamenopause.

5. Penyebab lain dari menstruasi tidak teratur

Kondisi kesehatan lain yang dapat memengaruhi menstruasi, meliputi:

  • Sindrom ovarium polikistik.
  • Endometriosis.
  • Fibroid.
  • Gangguan tiroid.
  • Gangguan makan.
  • Sindrom Cushing.
  • Adenomiosis.

Mengonsumsi kontrasepsi hormonal atau memasang alat kontrasepsi dalam rahim juga dapat mengubah pola perdarahan selama menstruasi.

Kanker payudara adalah kanker yang sensitif terhadap hormon, sehingga kadar hormon seks perempuan estrogen dan progesteron yang tinggi dapat meningkatkan risiko. Hormon-hormon ini terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan jaringan payudara dan berperan dalam siklus menstruasi. Frekuensi menstruasi yang lebih tinggi mungkin dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi. Bicaralah dengan dokter jika kamu memiliki kekhawatiran tentang siklus menstruasi dan jika kamu mengalami gejala kanker payudara lainnya.

Referensi

Breastcancer.org. Diakses pada Januari 2026. "Peri-menopause and Irregular Periods."

Healthline. Diakses pada Januari 2026. "Are Irregular Periods a Sign of Breast Cancer?"

Hilton, H. N., Clarke, C. L., & Graham, J. D. (2017). Estrogen and progesterone signalling in the normal breast and its implications for cancer development. Molecular and Cellular Endocrinology, 466, 2–14. https://doi.org/10.1016/j.mce.2017.08.011.

Women of Wearables. Diakses pada Januari 2026. "Breast Cancer And Periods."

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Siklus Haid Tak Teratur, Apakah Berkaitan dengan Kanker Payudara?

24 Jan 2026, 22:23 WIBHealth