Orang yang sering mengalami sakit kepala atau merasakan nyeri leher, punggung, atau lutut mungkin akan mendapat manfaat dari bekam. Selain itu, orang yang mengalami nyeri kronis akibat cedera atau yang melewati latihan yang berat dapat memperoleh manfaat dari bekam karena sifatnya yang mengalirkan darah melalui jaringan otot, sehingga dapat mendukung pemulihan.
Akan tetapi, bekam tidak selalu aman. Hindari menerapkan terapi ini pada area yang memiliki:
Bekam juga tidak dianjurkan untuk pasien yang sedang hamil atau memiliki:
Jumlah trombosit darah rendah, anemia, atau gangguan pendarahan.
Kanker.
Gagal organ.
Alat medis yang diimplan.
Disarankan juga agar orang dengan kondisi medis seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan gangguan pembekuan darah berkonsultasi dengan dokter yang merawat sebelum mencoba terapi bekam.
Referensi
"Should You Try Cupping Therapy? Experts Review the Reported Benefits and Risks". GoodRx. Diakses Januari 2026.
Ahmadi, Alireza, David C. Schwebel, and Mansour Rezaei. “The Efficacy of Wet-Cupping in the Treatment of Tension and Migraine Headache.” The American Journal of Chinese Medicine 36, no. 01 (January 1, 2008): 37–44.
Aboushanab, Tamer S., and Saud AlSanad. “Cupping Therapy: An Overview From a Modern Medicine Perspective.” Journal of Acupuncture and Meridian Studies 11, no. 3 (February 7, 2018): 83–87.