Puasa merupakan pola makan yang mengubah ritme metabolisme tubuh. Selama belasan jam tanpa asupan makanan dan minuman, tubuh mulai menggunakan cadangan energi, menyesuaikan produksi hormon, dan mengubah cara memproses nutrisi. Perubahan inilah yang menarik perhatian para peneliti.
Dalam konteks kesehatan jantung, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa puasa, termasuk puasa Ramadan, dapat memberikan beberapa efek positif bagi sistem kardiovaskular. Efek ini berkaitan dengan perubahan metabolisme lemak, perbaikan profil kolesterol, hingga penurunan tekanan darah.
Namun, manfaat tersebut tidak terjadi secara otomatis. Hasilnya sangat bergantung pada pola makan, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan kamu. Karena itu, memahami bagaimana puasa memengaruhi jantung dapat membantu kamu menjalankannya dengan cara yang lebih sehat.
