Pengobatan utama penyakit Parkinson biasanya menggunakan levodopa, obat yang membantu meningkatkan kadar dopamin di otak. Dengan meningkatnya dopamin, keseimbangan jalur saraf yang mengatur gerakan dapat membaik sehingga kecepatan dan keluwesan gerakan meningkat.
Selain obat, terapi lain seperti deep brain stimulation (DBS) juga dapat membantu. Prosedur ini bekerja dengan menstimulasi bagian tertentu di otak untuk menstabilkan aktivitas saraf yang terganggu. Olahraga dan terapi fisik juga memiliki peran penting karena dapat meningkatkan fleksibilitas tubuh serta merangsang kemampuan adaptasi otak.
Gerakan yang melambat pada orang dengan penyakit Parkinson terutama disebabkan oleh hilangnya dopamin di otak yang mengganggu sistem saraf pengendali gerakan. Gangguan ini memengaruhi sirkuit basal ganglia, mengurangi gerakan otomatis, dan membuat orang dengan penyakit Parkinson harus mengeluarkan usaha lebih besar untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Meski penyakit ini bersifat progresif, tetapi pengobatan yang tepat, terapi fisik, serta aktivitas olahraga dapat membantu mempertahankan kemampuan bergerak dan meningkatkan kualitas hidup.
Referensi
"Bradykinesia is One of The Most Disabling Features of PD." American Parkinson Disease Association. Diakses pada April 2026.
"Bradykinesia." Cleveland Clinic. Diakses pada April 2026.
"Bradykinesia (slowness)." Parkinson's Australia. Diakses pada April 2026.
"Trouble Moving or Walking." Parkinson's Foundation. Diakses pada April 2026.