Setelah infeksi pertama, antibodi yang terbentuk untuk satu serotipe memang kuat, tetapi imunitas silang terhadap serotipe lain bersifat sementara. Seiring waktu, antibodi perlindungan terhadap serotipe bukan infeksi pertama akan menurun, sehingga seseorang menjadi rentan terhadap serotipe lain yang berbeda.
Itu artinya, bahkan jika kamu tinggal di lingkungan yang sama, setelah beberapa bulan hingga tahun pasca infeksi pertama, kamu bisa saja menghadapi risiko infeksi ulang jika terpapar serotipe berbeda. Sistem kekebalan tubuh tidak melupakan infeksi pertama, tetapi “peta” kekebalannya tidak cukup luas untuk menangkal semua varian virus dengue yang ada.
Kamu bisa kena DBD lebih dari sekali karena virus dengue memiliki empat serotipe berbeda yang masing-masing dapat menginfeksi secara terpisah. Kekebalan yang terbentuk setelah infeksi pertama hanya efektif terhadap serotipe yang sama, sementara perlindungan terhadap serotipe lain bersifat sementara dan tidak lengkap.
Faktor imunologis seperti ADE juga berperan penting dalam bagaimana infeksi berikutnya bisa menjadi lebih berat. Di daerah endemik di mana semua serotipe bisa beredar, peluang terkena dengue dua kali atau lebih pun makin tinggi.
Referensi
Shiza Malik et al., “Tracing Down the Updates on Dengue Virus—Molecular Biology, Antivirals, and Vaccine Strategies,” Vaccines 11, no. 8 (August 5, 2023): 1328, https://doi.org/10.3390/vaccines11081328.
Kay Choong See, “Dengue Vaccination: A Practical Guide for Clinicians,” Vaccines 13, no. 2 (January 30, 2025): 145, https://doi.org/10.3390/vaccines13020145.
Ruklanthi De Alwis et al., “Dengue Viruses Are Enhanced by Distinct Populations of Serotype Cross-Reactive Antibodies in Human Immune Sera,” PLoS Pathogens 10, no. 10 (October 2, 2014): e1004386, https://doi.org/10.1371/journal.ppat.1004386.