Jika kamu menduga mengalami plantar fasciitis atau merasakan nyeri tumit terus-menerus, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Intervensi dini dan manajemen yang sesuai dapat membantu meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup.
Dokter akan memeriksa kaki, memperhatikan tanda atau faktor risiko plantar fasciitis berikut:
Area paling nyeri di telapak kaki, tepat di depan tulang tumit.
Lengkungan kaki yang terlalu tinggi atau datar (faktor risiko).
Terbatasnya dorsifleksi, atau gerakan “ke atas,” pada pergelangan kaki.
Tidak adanya gejala dari kondisi kaki lain yang memiliki gejala mirip, seperti tendonitis Achilles insertional, fraktur stres kalkaneus, atau saraf plantar terjepit.
Selain pemeriksaan fisik, dokter mungkin mempertimbangkan rontgen atau USG jika riwayat atau pemeriksaan menunjuk pada cedera atau kondisi lain seperti taji tumit, patah tulang, atau artritis. USG juga dapat menunjukkan penebalan dan pembengkakan plantar fascia, yang merupakan ciri khas kondisi ini.
Beberapa pilihan pengobatan untuk menangani plantar fasciitis antara lain:
Obat-obatan. Mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter dapat meringankan nyeri dan peradangan yang disebabkan oleh plantar faciitis
Melakukan terapi fisik untuk meregangkan plantar fascia dan tendon Achilles serta menguatkan otot kaki bagian bawah
Penggunaan night splints dapat meregangkan betis dan lengkungan kaki saat tidur
Penggunaan orthotic atau alas kaki tambahan untuk membantu mendistribusikan tekanan pada kaki secara merata
Suntikan obat steroid pada area yang terdampak dapat meredakan rasa nyeri untuk sementara
Extracorporeal shock wave therapy. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan gelombang suara yang diarahkan ke area tumit yang nyeri untuk merangsang penyembuhan
Mungkin butuh operasi pada kasus nyeri parah dan tidak membaik dengan prosedur pengobatan lainnya