Comscore Tracker

Keracunan Timbal: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Keracunan timbal dapat menyebabkan kerusakan otak permanen

Keracunan timbal atau plumbism merupakan efek merusak dari akumulasi timbal secara bertahap dalam jaringan tubuh, sebagai akibat dari paparan berulang terhadap zat yang mengandung timbal.

Kondisi ini terjadi ketika timbal menumpuk dalam tubuh, sering kali selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Bahkan, sejumlah kecil timbal bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Anak-anak di bawah 6 tahun sangat rentan terhadap keracunan timbal, yang dapat sangat memengaruhi perkembangan mental dan fisiknya. Pada tingkat yang sangat tinggi, keracunan timbal bisa berakibat fatal, mengutip Mayo Clinic.

Bagaimana anak-anak dapat mengalami keracunan timbal? Apa saja dampak yang ditimbulkannya? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Di mana timbal ditemukan?

Keracunan Timbal: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi rumah yang dinding temboknya mengelupas (pexels.com/Maria Orlova)

Senyawa timbal tidak berbau dan tidak dapat dilihat mata. Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan bahwa beberapa kondisi serta produk dapat berpotensi menyebabkan bayi dan anak terpapar timbal:

  • Rumah yang sudah lama atau usang dan cat dindingnya mengelupas. Ini karena dinding rumah yang dibangun sebelum tahun 1978 dipoles dengan cat yang mengandung timbal.
  • Debu dari serpihan cat atau produk bangunan lain saat rumah sedang direnovasi.
  • Debu tipis yang rontok atau keluar dari dinding rumah yang retak.
  • Kosmetik impor tanpa label komponen dan sertifikasi yang jelas.
  • Permen impor dan bungkusnya tanpa sertifikasi kesehatan yang jelas.
  • Air minum yang terkontaminasi karena keran atau pipa saluran air terkontaminasi oleh timbal.
  • Produk yang terbuat dari keramik, tembikar, dan tirai penutup jendela dari bahan vinil. 
  • Obat herbal dari Meksiko yang mengandung greta dan azarcon.

2. Jenis pekerjaan yang rentan untuk terekspos senyawa timbal

Keracunan Timbal: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi pekerja montir di bengkel (pixabay.com/DokaRyan)

Mereka yang bekerja di bidang ini juga rentan untuk terpapar senyawa timbal:

  • Pekerja seni termasuk pelukis yang menggunakan bahan-bahan yang mengandung timbal
  • Polisi dan instruktur latihan menembak yang mana mereka menggunakan peluru
  • Otomotif (bagian mobil, mesin, dan sebagainya)
  • Pabrik (keramik, komponen listrik, baterai, karet, dan sebagainya)
  • Jasa pengelasan
  • Mengolah bahan sisa limbah dan daur ulang

Baca Juga: 7 Tanda Kamu Keracunan Udara di Lingkunganmu, Waspada!

3. Gejala keracunan timbal

Keracunan Timbal: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi bayi yang lahir prematur (unsplash.com/Christian Bowen)

Pada tahap awal keracunan timbal sulit dideteksi. Bahkan, pada orang yang tampak sehat pun bisa memiliki kadar timbal dalam darah yang tinggi. Tanda dan gejalanya tidak muncul sampai jumlahnya berbahaya.

Pada anak-anak, tanda dan gejala keracunan timbal antara lain:

  • Keterlambatan perkembangan
  • Kesulitan belajar
  • Sifat lekas marah
  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan
  • Kelesuan dan kelelahan
  • Sakit perut
  • Muntah
  • Sembelit
  • Gangguan pendengaran
  • Kejang
  • Gangguan makan pika (kebiasaan memakan benda-benda yang tidak lazim dimakan, seperti makan tanah atau serpihan tembok)

Pada bayi baru lahir, gejalanya bisa meliputi:

  • Lahir prematur
  • Memiliki berat badan lahir rendah
  • Pertumbuhan yang melambat

Sementara pada orang dewasa, gejala keracunan timbal dapat termasuk:

  • Tekanan darah tinggi
  • Nyeri sendi dan otot
  • Kesulitan dengan memori atau konsentrasi
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Gangguan suasana hati
  • Jumlah sperma berkurang dan sperma abnormal
  • Keguguran, lahir mati, atau kelahiran prematur pada ibu hamil

4. Diagnosis dan pengobatan keracunan timbal

Keracunan Timbal: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi tes darah (pixabay.com/kropekk_pl)

Tes yang perlu dilakukan pada anak yang dicurigai mengalami keracunan timbal antara lain:

  • Tes darah lengkap
  • Pemeriksaan elektrolit pada serum darah
  • Tes urea nitrogen darah 
  • Tes untuk mengukur kadar timbal di tubuh (PbB) untuk memeriksa kadar timbal di dalam darah

Bila keracunan timbal terbukti, berikut ini adalah tahapan pengobatan untuk anak maupun orang dewasa, dilansir MSD Manuals.

  • Sumber timbal atau bagian tubuh di mana senyawa timbal paling banyak ditemukan harus dibersihkan atau dikeluarkan dari tubuh.
  • Nilai kadar timbal darah (PbB) lebih dari 5 mcg/dL atau 0,24 micromol/L perlu dilakukan pemeriksaan klinis berulang dan orang tua diberikan panduan mengenai cara agar anak tidak terekspos oleh senyawa timbal.
  • Nilai PbB lebih dari 45 mcg/dL atau anak menderita ensefalopati, maka terapi kelasi (chelation) akan dilakukan.
  • Nilai PbB lebih dari 70 mcg/dL pada orang dewasa dan orang tersebut menunjukkan gejala keracunan juga memerlukan terapi kelasi.
  • Anak-anak yang memiliki nilai PbB lebih dari 70 mcg/dL dan semua pasien yang menunjukkan gejala neurologi perlu dirawat di rumah sakit.
  • Terapi kelasi dilakukan oleh dokter ahli toksikologi, dan obat-obatan untuk terapi kelasi tidak boleh diberikan apabila pasien masih terpapar senyawa timbal.
  • Apabila kadar senyawa timbal di tubuh sangat tinggi, maka kelasi perlu dilakukan berulang kali dan dalam waktu yang lama.

5. Komplikasi yang dapat terjadi

Keracunan Timbal: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi anak sakit akibat keracunan timbal (unsplash.com/National Cancer Institute)

Pada orang dewasa dengan tingkat paparan yang sedang biasanya bisa sembuh tanpa komplikasi. Pada anak-anak, pemulihan bisa makan waktu. Bahkan, paparan timbal yang rendah sekalipun bisa menyebabkan cacat intelektual permanen, dilansir Healthline.

Mengutip Mayo Clinic, paparan timbal dalam kadar rendah pun dapat menyebabkan kerusakan seiring waktu, terutama pada anak-anak. Risiko terbesar adalah perkembangan otak, di mana kerusakan permanen dapat terjadi. Kadar yang lebih tinggi dapat merusak ginjal dan sistem saraf baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Kadar timbal yang sangat tinggi dapat menyebabkan kejang, pingsan, dan kematian.

6. Bagaimana pencegahannya?

Keracunan Timbal: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi memandikan anak setelah bermain di luar (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Terdapat beberapa langkah sederhana yang bisa membantu kamu atau anak dari keracunan timbal, yang meliputi:

  • Hindari atau buang mainan yang dicat dan barang kalengan dari luar negeri
  • Jaga rumah bebas dari debu
  • Gunakan hanya air dingin untuk menyiapkan makanan dan minuman
  • Pastikan semua orang di rumah mencuci tangan sebelum makan
  • Lakukan uji timbal pada air. Jika kadar timbal tinggi, gunakan alat penyaring atau minum air kemasan
  • Bersihkan keran dan aerator secara rutin
  • Cuci mainan dan botol anak secara berkala
  • Ajari anak sedini mungkin untuk selalu mencuci tangan setelah bermain
  • Pastikan setiap kontraktor yang melakukan pekerjaan di rumah bersertifikat dalam pengendalian timbal
  • Gunakan cat bebas timbal di rumah
  • Bawa anak untuk pemeriksaan kadar timbal darah dengan dokter. Ini biasanya dilakukan sekitar usia 1 hingga 2 tahun
  • Hindari area di mana cat berbasis timbal mungkin telah digunakan

Itulah penjelasan mengenai keracunan timbal atau plumbism. Efek kesehatan dari paparan timbal akan tergantung pada berbagai faktor, seperti usia, jumlah timbal yang terpapar dan untuk berapa lama, dan bila ada kondisi kesehatan lainnya. Bila kamu memiliki faktor risiko atau curiga mengalami keracunan timbal, segera periksa ke dokter, ya!

Baca Juga: 7 Gejala Sepsis, Keracunan Darah akibat Infeksi yang Bisa Fatal

MW S Photo Verified Writer MW S

"Less is More" Ludwig Mies Van der Rohe.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya