Comscore Tracker

Venous Thromboembolism, Penggumpalan Darah yang Bisa Mematikan 

Jangan dianggap remeh, waspadai gejalanya!

Venous thromboembolism (VTE) atau disebut juga dengan tromboemboli vena adalah kondisi pembentukan gumpalan darah di vena dalam di area kaki, selangkangan, dan lengan yang dapat berjalan dalam sistem peredaran darah lalu menetap di paru-paru.

VTE sering kali berakibat fatal. Menurut laporan dalam American Journal of Preventive Medicine tahun 2000, sekitar 300.000 hingga 600.000 orang di Amerika Serikat (AS) meninggal dunia akibat VTE setiap tahunnya.

Harus diwaspadai, berikut ini fakta medis seputar VTE yang perlu kamu ketahui.

1. Jenis-jenis VTE

Venous Thromboembolism, Penggumpalan Darah yang Bisa Mematikan Ilustrasi venous thromboembolism. europeanpharmaceuticalreview.com

Berdasarkan posisinya dalam tubuh, ada dua jenis VTE, yaitu:

  • Deep vein thrombosis (DVT): atau disebut juga trombosis vena dalam, yaitu kondisi terjadinya penggumpalan darah di vena dalam, biasanya terjadi di bagian kaki, selangkangan, atau lengan
  • Pulmonary embolism (PE): atau juga disebut emboli paru, adalah kondisi ketika DVT terlepas dari dinding vena dan menghalangi sebagian atau seluruh suplai darah ke paru-paru. PE sering kali berakibat fatal

2. Tanda dan gejala dari VTE

Venous Thromboembolism, Penggumpalan Darah yang Bisa Mematikan Ilustrasi gejala venous thromboembolism. freepik.com/jcomp

VTE memiliki tanda dan gejala yang berbeda bergantung pada jenisnya, baik DVT maupun PE. 

Tanda dan gejala dari DVT:

  • Nyeri pada kaki atau tangan, biasanya di paha dan betis
  • Kaki atau lengan membengkak
  • Kulit yang memerah dan hangat ketika disentuh

Tanda dan gejala dari PE:

  • Sesak napas
  • Detak jantung tidak teratur atau lebih cepat dari biasanya
  • Nyeri dada di bawah tulang rusuk, biasanya akan bertambah parah saat menarik napas dalam-dalam
  • Sakit kepala ringan atau pingsan

Baca Juga: Mengenal Emboli Paru, Penyumbatan Pembuluh Darah di Paru-paru

3. Faktor risiko dari VTE

Venous Thromboembolism, Penggumpalan Darah yang Bisa Mematikan Ilustrasi pasien yang dirawat di rumah sakit. freepik.com/jcomp

Hampir semua orang dapat mengalami VTE. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya pembekuan darah yang berpotensi fatal.

Faktor risiko utama VTE meliputi:

  • Menjalani operasi (terutama operasi lutut, pinggul, dan kanker)
  • Pasien yang diopname di rumah sakit terlalu lama
  • Tidak bergerak dalam waktu yang lama (misalnya istirahat di tempat tidur atau perjalanan dalam waktu yang lama)

Faktor risiko lainnya yang dapat menyebabkan VTE:

  • Pertambahan usia, terutama pada usia 60 ke atas
  • Riwayat keluarga yang menderita VTE
  • Kanker atau kemoterapi
  • Cedera dan trauma
  • Menggunakan pengobatan berbasis estrogen
  • Obesitas
  • Kehamilan 
  • Merokok
  • Mengonsumsi alkohol

4. Diagnosis VTE

Venous Thromboembolism, Penggumpalan Darah yang Bisa Mematikan Ilustrasi konsultasi dengan dokter. freepik.com/pressfoto

Untuk mendiagnosis VTE, pasien yang mengalami gejala-gejala DVT dan PE harus melakukan beberapa tes yang dilakukan oleh dokter.

Berikut ini adalah beberapa tes yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis VTE:

  • Tes darah, biasanya disebut D-dimer
  • Ultrasonografi dupleks untuk mencari DVT
  • Magnetic resonance imaging (MRI)
  • CT scan atau CAT scan untuk mencari PE
  • Ventilation perfusion atau VQ scan

5. Pengobatan VTE

Venous Thromboembolism, Penggumpalan Darah yang Bisa Mematikan Ilustrasi Obat-Obatan (IDN Times/Mardya Shakti)

Perawatan dan pengobatan VTE dapat bervariasi pada setiap pasien. Dokter biasanya akan melakukan pengobatan sebagai berikut:

  • Antikoagulan, atau biasa juga disebut obat pengencer darah. Contohnya yaitu warfarin, heparin, edoxaban, enoxaparin, dabigtran, dan apixaban

  • Terapi trombolitik (rTPA), atau biasa juga disebut sebagai pemecah gumpalan darah, yaitu obat-obatan seperti tissue plasminogen activator (tPA)

  • Inferior vena cava atau IVC filter, merupakan penyaringan yang ditempatkan di dalam IVC, vena besar di perut yang mengembalikan darah dari bagian bawah tubuh ke jantung. 

Demikianlah fakta medis seputar venous thromboembolism (VTE). Jika kamu merasa mengalami beberapa gejala yang disebutkan di atas tadi, segera lakukan pemeriksaan agar bisa diketahui penyebabnya dan mendapat penanganan yang tepat sesegera mungkin.

Baca Juga: Dialami Olla Ramlan, Ini 7 Tanda Penyempitan Pembuluh Darah

Nursyamsi Kusuma Dewi Photo Verified Writer Nursyamsi Kusuma Dewi

The girl who has millions of dreams | Find me on Instagram : Nursyamsidewi

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya