Comscore Tracker

Kandung Kemih Turun (Sistokel): Penyebab, Gejala, Perawatan

Kondisi ini menyebabkan kandung kemih turun ke dalam vagina

Kandung kemih turun (prolaps), atau istilah medisnya adalah sistokel atau prolaps vagina anterior, muncul ketika ligamen yang menahan kandung kemih dan otot antara vagina dan kandung kemih meregang atau melemah, memungkinkan kandung kemih turun ke dalam vagina.

Ada tiga tingkat keparahan sistokel:

  • Derajat 1 (ringan): Kandung kemih hanya turun sedikit ke dalam vagina.
  • Derajat 2 (sedang): Kandung kemih turun ke lubang vagina.
  • Derajat 3 (parah): Kandung kemih menonjol melalui lubang vagina.

Sistokel adalah kondisi yang umum. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, para ahli memperkirakan bahwa hampir dari setengah dari perempuan yang melahirkan memiliki beberapa derajat prolaps organ panggul. Namun, banyak perempuan lain dengan kondisi tersebut tidak memiliki gejala atau tidak mencari perawatan dari profesional perawatan kesehatan. Akibatnya, kondisi ini kurang terdiagnosis dan tidak diketahui secara pasti berapa banyak perempuan yang terkena sistokel.

1. Penyebab dan faktor risiko

Dasar panggul terdiri dari otot, ligamen, dan jaringan ikat yang menopang kandung kemih dan organ panggul lainnya. Koneksi antara organ panggul dan ligamen dapat melemah seiring waktu, atau sebagai akibat dari trauma saat melahirkan atau ketegangan kronis. Ketika ini terjadi, kandung kemih bisa turun lebih rendah dari biasanya dan menonjol ke dalam vagina.

Penyebab stres pada dasar panggul meliputi:

  • Kehamilan dan persalinan pervaginam.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Mengangkat beban berat berulang.
  • Mengejan saat buang air besar.
  • Batuk kronis atau bronkitis.

Ada beberapa faktor ini dapat meningkatkan risiko prolaps anterior:

  • Kehamilan dan persalinan: Perempuan yang pernah melahirkan melalui vagina atau dengan alat bantu, kehamilan kembar, atau yang bayinya memiliki berat badan lahir besar memiliki risiko prolaps anterior yang lebih tinggi.
  • Penuaan: Risiko prolaps anterior meningkat seiring penuaan. Ini terutama benar setelah menopause, ketika produksi estrogen—yang membantu menjaga dasar panggul tetap kuat—menurun.
  • Histerektomi: Pengangkatan rahim dapat menyebabkan kelemahan pada dasar panggul, tetapi ini tidak selalu terjadi.
  • Genetika: Beberapa perempuan dilahirkan dengan jaringan ikat yang lebih lemah, membuat mereka lebih rentan terhadap prolaps anterior.
  • Kegemukan: Perempuan yang kelebihan berat badan atau obesitas berisiko lebih tinggi mengalami prolaps anterior.

2. Gejala

Kandung Kemih Turun (Sistokel): Penyebab, Gejala, Perawatanilustrasi kandung kemih turun atau sistokel (niddk.nih.gov)

Banyak perempuan dengan sistokel tidak menunjukkan gejala. Makin lanjut kondisi ini, makin besar kemungkinan seseorang akan mengalami gejala.

Dilansir Johns Hopkins Medicine, gejala sistokel dapat meliputi:

  • Perasaan panggul berat atau penuh.
  • Tonjolan di vagina yang bisa dirasakan.
  • Sakit atau perasaan tertekan di perut bagian bawah atau panggul.
  • Sakit punggung bawah.
  • Infeksi saluran kemih yang sering.
  • Sering kebelet buang air kecil atau sering buang air kecil.
  • Kebocoran urine.
  • Pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap.
  • Sembelit.
  • Perlu mendorong organ kembali ke dalam vagina untuk mengosongkan kandung kemih atau buang air besar.
  • Sakit saat berhubungan seks.
  • Kesulitan saat memasang tampon atau aplikator vagina.
  • Tekanan panggul yang memburuk dengan berdiri, mengangkat, atau batuk atau seiring berjalannya hari.

Baca Juga: Intrauterine Growth Restriction: Penyebab, Gejala, Perawatan

3. Diagnosis

Untuk mendiagnosis sistokel, dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan panggul untuk memeriksa perut bagian bawah.

Kamu mungkin diminta untuk berdiri saat pemeriksaan fisik. Walaupun mungkin terasa canggung, tetapi ini penting untuk dokter menentukan tingkat keparahan sistokel. Dokter juga dapat memesan tes medis untuk menentukan seberapa lanjut sistokel atau membantu menemukan atau menyingkirkan masalah lain di saluran kemih atau panggul.

Riwayat kesehatan

Dokter kesehatan mungkin bertanya tentang:

  • Gejala, seperti tonjolan atau benjolan di vagina, tekanan atau berat panggul, dan inkontinensia urine.
  • Riwayat kehamilan dan persalinan.
  • Masalah medis saat ini dan masa lalu, termasuk operasi.
  • Riwayat keluarga.
  • Obat yang dijual bebas dan obat resep.
  • Kebiasaan buang air besar.

Tes medis

Jika mengalami kesulitan mengosongkan kandung kemih sepenuhnya atau mengalami gejala saluran kemih bagian bawah lainnya, dokter dapat menggunakan satu atau lebih dari tes berikut untuk melihat saluran kemih.

  • Pengukuran residu urine setelah buang air kecil menentukan berapa banyak urine yang tersisa di kandung kemih setelah buang air kecil.
  • Voiding cystourethrogram menggunakan sinar-X untuk menunjukkan bagaimana urine mengalir melalui kandung kemih dan uretra.
  • MRI dapat digunakan untuk menentukan tingkat keparahan kandung kemih yang turun.

4. Pengobatan

Kandung Kemih Turun (Sistokel): Penyebab, Gejala, Perawatanilustasi operasi untuk sistokel atau kandung kemih turun (pexels.com/Anna Shvets)

Sistokel biasanya tidak memerlukan perawatan jika tidak memiliki gejala. Jika mengalami gejala, dokter dapat merekomendasikan perawatan non-bedah atau pembedahan, tergantung pada tingkat keparahan sistokel, usia, masalah kesehatan lainnya, aktivitas seksual, keinginan untuk memiliki anak di masa depan, dan preferensi pribadi.

Perawatan non-bedah

Dokter mungkin merekomendasikan:

  • Latihan dasar panggul (Kegel): Latihan terstruktur dan individual ini membantu memperkuat otot-otot dasar panggul. Otot-otot dasar panggul yang kuat membantu menahan kandung kemih di tempatnya dan menjaga agar urine tidak bocor.
  • Ring pessarium: Ini adalah alat silikon kecil yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menopang dinding vagina dan menahan kandung kemih di tempatnya. Dokter akan memilih dari berbagai bentuk dan ukuran untuk menemukan pessarium yang paling sesuai untuk pasien. Beberapa perempuan menggunakan ini sambil menunggu perawatan bedah atau jika mereka memilih untuk tidak menjalani operasi. Pessarium harus dilepas dan dibersihkan secara teratur untuk mencegah iritasi vagina. Dokter akan menunjukkan cara membersihkan dan memasang kembali alat ini sendiri.
  • Terapi penggantian hormon: Ini dapat membantu memperkuat otot-otot di sekitar vagina dan kandung kemih. Jika menginginkannya, bicarakan dengan dokter tentang risiko dan manfaatnya.

Operasi

Dokter dapat mempertimbangkan pembedahan untuk mengobati sistokel jika perawatan non-bedah tidak berhasil atau sistokel yang dialami parah.

Prosedur bedah yang paling umum untuk memperbaiki sistokel adalah perbaikan vagina anterior (kolporafi anterior). Selama prosedur ini, ahli bedah mengembalikan kandung kemih ke posisi normalnya dan mengencangkan otot dan jaringan yang menahan kandung kemih di tempatnya menggunakan jahitan.

Dokter dapat melakukan prosedur untuk mengobati atau mencegah inkontinensia urine bersamaan dengan operasi untuk memperbaiki sistokel.

Pilihan bedah lain untuk mengobati sistokel adalah operasi obliteratif, yang merupakan prosedur yang mempersempit atau menutup semua atau sebagian vagina untuk memberikan lebih banyak dukungan bagi kandung kemih. Setelah menjalani operasi ini, seorang perempuan tidak lagi dapat melakukan hubungan seks melalui vagina.

Dalam kasus ringan, perawatan non-bedah mungkin satu-satunya yang diperlukan untuk berhasil menangani sistokel.

Ketika operasi dilakukan untuk kasus yang lebih serius, beberapa perempuan pada akhirnya akan membutuhkan operasi lain karena operasi pertama gagal, sistokel kembali, atau masalah dasar panggul lainnya berkembang. Perempuan yang lebih tua, yang merokok, memiliki diabetes, atau yang pernah menjalani histerektomi, mungkin berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi.

5. Pencegahan

Umumnya sistokel tidak dapat dicegah, ada langkah-langkah yang bisa diambil untuk meredakan gejala dan membantu mencegah kondisi kandung kemih yang turun memburuk. Ini meliputi:

  • Rutin melakukan latihan otot dasar panggul. Otot dasar panggul yang kuat membantu menahan organ panggul pada tempatnya. Senam Kegel dapat membuat otot dasar panggul lebih kuat.
  • Pertahankan berat badan yang sehat. Kelebihan berat badan memberi tekanan pada panggul. Ubah pola makan dan gaya hidup, seperti makan lebih banyak buah dan sayuran dan melakukan aktivitas fisik secara teratur.
  • Hindari mengangkat benda berat dan angkat dengan benar. Saat mengangkat benda berat, gunakan kaki alih-alih pinggang atau punggung sebagai penopang.
  • Mencegah dan mengobati sembelit. Pastikan untuk memenuhi kebutuhan serat lewat pola makan sehari-hari dengan minum banyak air dan cairan lainnya, serta lakukan aktivitas fisik secara teratur.
  • Kendalikan batuk kronis. Dapatkan pengobatan untuk batuk kronis atau bronkitis serta hindari merokok.

Sistokel atau kandung kemih turun adalah kondisi saat jaringan pendukung di sekitar kandung kemih dan dinding vagina melemah dan meregang, memungkinkan kandung kemih dan dinding vagina turun ke dalam saluran vagina. Ini dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti melahirkan, mengejan, mengangkat beban berat, atau kondisi medis tertentu.

Faktor risiko tertentu, termasuk pekerjaan fisik yang berat, kelebihan berat badan, dan sembelit, dapat dikontrol, sedangkan faktor risiko seperti riwayat keluarga tidak bisa. Seiring bertambahnya usia, kejadian sistokel cenderung meningkat.

Meskipun tidak mengancam jiwa, sistokel dapat berdampak negatif pada kualitas hidup perempuan. Apabila tidak mendapat pengobatan, kondisi ini bisa terus memburuk.

Baca Juga: Barium Enema: Tujuan, Persiapan, Prosedur, Risiko

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya