Comscore Tracker

Kemoterapi: Tujuan, Persiapan, Prosedur, Efek Samping

Untuk menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker

Kemoterapi adalah jenis pengobatan kanker yang menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi bekerja dengan cara menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker yang tumbuh dan membelah dengan cepat.

Kemoterapi digunakan karena dua alasan, yaitu:

  • Mengobati kanker: Kemoterapi dapat digunakan untuk menyembuhkan kanker, mengurangi kemungkinan kembalinya kanker, atau menghentikan atau memperlambat pertumbuhannya.
  • Meringankan gejala kanker: Kemoterapi dapat digunakan untuk mengecilkan tumor yang menyebabkan rasa sakit dan masalah lainnya.

Tepat atau tidaknya kemoterapi untuk seseorang dan jenis obat yang dipakai akan tergantung pada:

  • Tipe kanker.
  • Seperti apa sel kanker di bawah mikroskop.
  • Apakah kanker telah menyebar.
  • Kondisi kesehatan pasien.

Seseorang mungkin hanya mendapatkan satu obat kemoterapi atau atau kombinasi obat kemoterapi yang berbeda. Saat ini ada lebih dari 100 obat yang berbeda, dan yang baru sedang dikembangkan sepanjang waktu. Seseorang mungkin menjalani kemoterapi dengan jenis obat kanker lainnya.

Terkadang dokter menggunakan kata "sitotoksik" untuk menggambarkan cara kerja kemoterapi. Sitotoksik berarti membunuh sel.

1. Bagaimana kemoterapi digunakan?

Seseorang mungkin menjalani perawatan kanker dengan obat kemoterapi tunggal atau kombinasi obat. Obat kemoterapi yang diberikan tergantung di mana kanker dimulai di tubuh (jenis kanker). Ini karena obat yang berbeda bekerja pada jenis kanker yang berbeda, mengutip Cancer Research UK.

Sebagai contoh, obat yang dibutuhkan untuk kanker yang dimulai di payudara dan telah menyebar ke paru-paru mungkin berbeda dengan obat yang dimiliki untuk kanker yang dimulai di paru-paru.

Seseorang mungkin memiliki kemoterapi secara tunggal, atau bisa juga dikombinasikan dengan pengobatan lain, seperti:

  • Radioterapi.
  • Operasi.
  • Terapi hormon.
  • Obat kanker yang ditargetkan.
  • Imunoterapi.
  • Kombinasi dari salah satu perawatan yang disebutkan di atas.

Seseorang mungkin juga menjalani kemoterapi dosis tinggi sebagai bagian dari transplantasi sumsum tulang atau sel induk.

Menambahkan dari National Cancer Institute, saat digunakan dengan perawatan lain, kemoterapi dapat:

  • Mengecilkan tumor sebelum operasi atau terapi radiasi (disebut kemoterapi neoadjuvant).
  • Menghancurkan sel kanker yang mungkin tersisa setelah operasi atau terapi radiasi (disebut kemoterapi ajuvan).
  • Membantu perawatan lain bekerja lebih baik.
  • Membunuh sel kanker yang telah kembali atau menyebar ke bagian lain dari tubuh.

2. Tujuan

Kemoterapi: Tujuan, Persiapan, Prosedur, Efek Sampingilustrasi pasien kanker (pexels.com/Thirdman)

Apabila dokter merekomendasikan kemoterapi sebagai pilihan untuk mengobati kanker, penting untuk memahami tujuan pengobatan saat membuat keputusan. Menurut American Cancer Society, ada tiga tujuan utama kemoterapi dalam pengobatan kanker, yaitu:

1. Menyembuhkan

Jika memungkinkan, kemoterapi digunakan untuk menyembuhkan kanker, artinya kanker dihancurkan, hilang dan tidak kembali.

Kebanyakan dokter tidak menggunakan kata "menyembuhkan", kecuali sebagai hasil pengobatan yang mungkin atau dimaksudkan. Jadi, ketika memberikan pengobatan yang mungkin memiliki peluang untuk menyembuhkan kanker pasien, dokter mungkin menggambarkannya sebagai pengobatan dengan tujuan kuratif.

Meskipun penyembuhan mungkin menjadi tujuan dalam situasi ini, dan merupakan harapan banyak pasien kanker, ini tidak selalu berhasil seperti itu. Sering kali diperlukan waktu bertahun-tahun untuk mengetahui apakah kanker seseorang benar-benar sembuh.

2. Mengontrol

Jika penyembuhan tidak memungkinkan, tujuan pengobatan kanker mungkin untuk mengendalikan penyakit. Dalam kasus ini, kemoterapi digunakan untuk mengecilkan tumor dan/atau menghentikan pertumbuhan dan penyebaran kanker. Ini dapat membantu pasien kanker merasa lebih baik dan hidup lebih lama.

Dalam banyak kasus, kanker tidak sepenuhnya hilang, tetapi dikendalikan dan dikelola sebagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung atau diabetes. Dalam kasus lain, kanker mungkin hilang untuk sementara waktu, tetapi kemungkinan akan kembali.

3. Meringankan

Kemoterapi juga dapat digunakan untuk meredakan gejala yang disebabkan oleh kanker. Ini disebut paliatif, kemoterapi paliatif, atau pengobatan dengan tujuan paliatif.

Saat kanker sudah pada stadium lanjut, mungkin tidak dapat dikendalikan, dan telah menyebar, tujuan kemoterapi mungkin untuk meningkatkan kualitas hidup atau membantu pasien merasa lebih baik.

Misalnya, kemoterapi dapat digunakan untuk membantu mengecilkan tumor yang menyebabkan rasa sakit atau tekanan, sehingga pasien merasa lebih baik dan mengurangi rasa sakit.

Kemoterapi tidak selalu untuk perawatan kanker

Mengutip Mayo Clinic, beberapa obat kemoterapi telah terbukti dapat mengobati kondisi medis lainnya, seperti:

  • Penyakit sumsum tulang: Penyakit yang memengaruhi sumsum tulang dan sel darah dapat diobati dengan transplantasi sumsum tulang (transplantasi sel induk). Kemoterapi sering digunakan untuk mempersiapkan transplantasi sumsum tulang. Kemoterapi sering digunakan untuk mempersiapkan transplantasi sumsum tulang.
  • Gangguan sistem imun: Obat kemoterapi dosis yang lebih rendah dapat membantu mengontrol sistem imun yang terlalu aktif pada penyakit tertentu, seperti lupus dan artritis reumatoid.

3. Persiapan

Seperti dijelaskan dalam laman Macmillan Cancer Support, memiliki informasi tentang perawatan kemoterapi dan efek sampingnya dapat membantu pasien menjadi teratur dan merasa lebih terkendali. Ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk membantu pasien merasa siap.

  • Kesuburan: Beberapa obat kemoterapi memengaruhi kesuburan (kemampuan untuk hamil atau memiliki anak). Jika ini menjadi perhatian, sangat penting untuk berbicara dengan dokter kanker sebelum perawatan dimulai. Terkadang, kesuburan dapat dipertahankan dengan menyimpan sperma atau telur sebelum kemoterapi dimulai.
  • Menyiapkan wig: Jika obat kemoterapi menyebabkan kerontokan atau penipisan rambut, seseorang mungkin memutuskan untuk memakai wig.
  • Pemeriksaan gigi: Dokter mungkin menyarankan untuk melakukan pemeriksaan gigi sebelum memulai kemoterapi. Jika gigi atau gigi palsu dalam kondisi baik, ini akan mengurangi risiko kemungkinan masalah pada mulut selama perawatan kanker.
  • Obat, vitamin, atau suplemen yang sedang digunakan: Selalu beri tahu dokter kanker tentang resep dan obat lain, vitamin, atau suplemen yang sedang dikonsumsi atau direncanakan untuk dikonsumsi. Beberapa obat dapat berinteraksi dengan obat kemoterapi dan membuat pengobatan menjadi kurang efektif.
  • Pekerjaan atau sekolah: Sebelum memulai kemoterapi, ada baiknya untuk memikirkan pekerjaan atau pendidikan, seperti mengatur waktu istirahat selama perawatan kanker.
  • Memastikan ada yang membantu merawat di rumah: Kemoterapi membuat seseorang merasa lelah, jadi pasien mungkin memerlukan bantuan untuk tugas sehari-hari. Meskipun sulit untuk meminta bantuan, keluarga dan teman biasanya ingin membantu apa pun yang mereka bisa. Jika pasien tinggal sendiri atau sedang merawat orang lain, bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan bantuan.

Dokter kanker atau perawat spesialis akan membicarakan tes, pemindaian, atau pemeriksaan apa pun yang diperlukan sebelum kemoterapi dimulai.

  • Pemindaian dan sinar-X: Beberapa obat kemoterapi dapat memengaruhi organ, seperti jantung atau ginjal. Pasien mungkin perlu beberapa tes untuk mengukur seberapa baik organ-organ ini bekerja sebelum menjalani kemoterapi. Pasien juga mungkin butuh echocardiogram, yang menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar jantung. Beberapa pasien mungkin memerlukan pemindaian atau rontgen lebih lanjut untuk mengetahui tentang tingkat kanker (stadiumnya) sebelum kemoterapi.
  • Tinggi dan berat badan: Perawat akan memeriksa tinggi dan berat badan. Dokter kanker dan apoteker menggunakan informasi ini untuk menentukan dosis kemoterapi yang tepat.
  • Tes darah: Seseorang akan menjalani tes darah sebelum setiap siklus kemoterapi. Untuk menghemat waktu, terkadang darah mungkin diperiksa 1 hingga 2 hari sebelum kemoterapi. Ini bisa dilakukan di rumah sakit tempat kemoterapi dilakukan, oleh dokter umum atau perawat, atau di rumah sakit yang lebih dekat dengan lokasi tempat tinggal. Hasilnya akan siap saat seseorang akan menjalani kemoterapi.
  • Tes kehamilan: Pasien kanker perempuan mungkin perlu menjalani tes kehamilan sebelum memulai kemoterapi.

4. Cara kemoterapi diberikan

Kemoterapi: Tujuan, Persiapan, Prosedur, Efek Sampingilustrasi obat kemoterapi (unsplash.com/National Cancer Institute)

Kemoterapi dapat diberikan dalam banyak cara. Beberapa cara umum termasuk:

  • Oral: Dalam bentuk pil, kapsul, atau cairan yang ditelan.
  • Intravena (IV): Langsung dimasukkan ke pembuluh darah.
  • Injeksi: Diberikan dengan suntikan di otot lengan, paha, atau pinggul, atau tepat di bawah kulit di bagian lemak lengan, kaki, atau perut.
  • Intratekal: Disuntikkan ke dalam ruang antara lapisan jaringan yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang.
  • Intraperitoneal (IP): Dimasukkan langsung ke rongga peritoneum, yang merupakan area di tubuh yang berisi organ-organ seperti usus, lambung, dan hati.
  • Intra-arteri (IA): Disuntikkan langsung ke arteri yang mengarah ke kanker.
  • Topikal: Dalam bentuk krim yang digosokkan ke kulit.

Dari semua metode yang disebutkan di atas, kemoterapi paling sering diberikan dengan infus, melalui jarum tipis yang ditempatkan di pembuluh darah di tangan atau lengan bawah.

Perawat akan memasukkan jarum pada awal setiap perawatan dan melepasnya saat perawatan selesai. Kemoterapi IV juga dapat diberikan melalui kateter atau port, terkadang dengan bantuan pompa.

  • Kateter: Kateter adalah tabung tipis dan lunak. Seorang dokter atau perawat menempatkan salah satu ujung kateter di pembuluh darah besar, sering kali di daerah dada. Ujung kateter yang lain tetap berada di luar tubuh. Sebagian besar kateter tetap di tempatnya sampai pasien menyelesaikan perawatan kemoterapi. Kateter juga dapat digunakan untuk memberi obat lain dan untuk mengambil darah. Pastikan untuk memperhatikan tanda-tanda infeksi di sekitar kateter.
  • Port: Port adalah cakram bundar kecil yang ditempatkan di bawah kulit selama operasi kecil. Seorang ahli bedah meletakkannya di tempatnya sebelum pasien memulai perawatan, dan itu tetap di sana sampai selesai. Kateter menghubungkan port ke vena besar, paling sering di dada. Perawat dapat memasukkan jarum ke port untuk memberi pasien kemoterapi atau mengambil darah. Jarum ini dapat dibiarkan di tempat untuk perawatan kemoterapi yang diberikan lebih dari satu hari. Pastikan untuk memperhatikan tanda-tanda infeksi di sekitar port.
  • Pompa: Pompa sering dipasang pada kateter atau port. Pompa mengontrol seberapa banyak dan seberapa cepat kemoterapi masuk ke kateter atau port, memungkinkan pasien menerima kemoterapi di luar rumah sakit. Pompa bisa internal atau eksternal. Pompa eksternal tetap berada di luar tubuh, sedangkan pompa internal ditempatkan di bawah kulit selama operasi.

Ada banyak obat kemoterapi yang berbeda. Rencana perawatan pasien kanker akan tergantung pada:

  • Jenis kanker yang dimiliki dan stadium kanker.
  • Apakah pernah menjalani kemoterapi sebelumnya.
  • Apakah memiliki masalah kesehatan lain, seperti diabetes atau penyakit jantung.

Baca Juga: Mengapa Kemoterapi untuk Kanker Menyebabkan Rambut Rontok?

5. Nama obat kemoterapi

Obat memiliki nama generik dan mungkin juga memiliki satu atau lebih nama merek.

  • Nama generik adalah nama kimia obat, misalnya parasetamol.
  • Merek atau nama dagang adalah nama yang diberikan kepada obat oleh perusahaan yang membuatnya, misalnya Panadol atau Calpol.

Obat-obatan mungkin dibuat oleh lebih dari satu perusahaan dan mungkin memiliki lebih dari satu nama merek. Untuk beberapa obat merek atau nama dagang adalah nama yang paling umum digunakan. Untuk obat lain nama generik adalah yang paling sering digunakan.

Pasien dapat meminta perawat kemoterapi, apoteker, atau dokter untuk memberi tahu nama generik atau nama merek obat yang digunakan dalam perawatan kemoterapi.

Dokter sering mengobati kanker dengan dua atau lebih obat kemoterapi. Terkadang, dokter  juga menggabungkan obat kemoterapi dengan obat lain, seperti steroid, imunoterapi, atau obat kanker yang ditargetkan.

Kombinasi obat yang digunakan sering kali memiliki akronim, seperti:

  • MIC (mitomisin, ifosfamid, cisplatin).
  • CHOP (siklofosfamid, doksorubisin, vinkristin atau Oncovin, steroid prednisolon).

Tanyakan kepada dokter apa arti setiap huruf. Minta dokter untuk menuliskan nama individu masing-masing obat secara lengkap. Ini akan memudahkan pasien untuk mencari informasi tentang obat-obatan dalam perawatan kanker mereka.

6. Berapa lama kemoterapi berlangsung?

Kemoterapi: Tujuan, Persiapan, Prosedur, Efek Sampingilustrasi pengobatan kanker (pexels.com/Darina Belonogova)

Itu akan tergantung pada:

  • Jenis kanker yang dimiliki.
  • Stadium kanker atau tingkat keparahan.
  • Tujuan dari pengobatan, apakah untuk menyembuhkan, mengontrol pertumbuhan, atau mengurangi rasa sakit.
  • Jenis kemoterapi.
  • Cara tubuh merespons pengobatan.

Seseorang mungkin menjalani kemoterapi dalam “siklus”, yang berarti periode pengobatan dan kemudian periode istirahat. Misalnya, siklus 4 minggu mungkin 1 minggu pengobatan dan kemudian 3 minggu istirahat. Sisanya memungkinkan tubuh untuk membuat sel-sel baru yang sehat. Setelah siklus direncanakan, sebaiknya tidak melewatkan perawatan, tetapi dokter mungkin menyarankannya jika efek sampingnya serius. Kemudian, tim medis kemungkinan akan merencanakan siklus baru untuk membantu pasien kembali ke jalur pengobatan semula.

Kemoterapi memengaruhi orang dengan cara yang berbeda. Apa yang akan dirasakan tergantung:

  • Jenis kemoterapi yang didapat.
  • Dosis kemoterapi yang diberikan.
  • Jenis kanker.
  • Stadium kanker.
  • Seberapa sehat pasien sebelum perawatan.
  • Karena setiap orang berbeda begitu pula cara merespons kemoterapi, dokter dan perawat tidak dapat mengetahui pasti apa yang akan dirasakan pasien selama kemoterapi. 

7. Efek samping

Obat kemoterapi menghancurkan sel kanker, tetapi menargetkan semua sel yang tumbuh cepat, bukan hanya sel kanker. Ini berarti kemoterapi dapat merusak sel-sel lain dalam tubuh yang dapat menyebabkan efek samping.

Kulit, folikel rambut, dan saluran pencernaan adalah contoh sel yang tumbuh dan berkembang biak dengan cepat. Itulah mengapa beberapa efek samping kemoterapi yang umum terjadi di area ini, termasuk:

  • Anemia.
  • Sembelit.
  • Diare.
  • Kelelahan.
  • Rambut rontok.
  • Kehilangan selera makan.
  • Mual dan muntah.

Bicarakan dengan tim perawatan tentang cara-cara untuk mengelola efek samping dari pengobatan kanker.

Banyak efek samping kemoterapi akan hilang setelah pasien menghentikan pengobatan. Akan tetapi, beberapa efek samping kemoterapi tidak muncul sampai berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah perawatan. Efek akhir dari kemoterapi dapat meliputi:

  • Masalah kognitif (ingatan dan pemikiran), juga disebut “chemo brain”.
  • Menopause dini.
  • Kardiotoksisitas, atau masalah jantung yang disebabkan oleh pengobatan kanker.
  • Infertilitas.
  • Neuropati, atau gejala kerusakan saraf.

Banyak orang mendapat manfaat dari rehabilitasi kanker dalam membantu mengelola efek pengobatan kanker.

Walaupun dikenal memiliki potensi beragam efek samping, tetapi kemoterapi telah menjadi pengobatan kanker yang efektif dan andal selama beberapa dekade. Kemoterapi dapat menyembuhkan kanker, atau dapat membantu menjalani kualitas hidup yang lebih baik dengan mengurangi gejala. Pengobatan kanker ini juga dapat membuat perawatan lain, seperti operasi atau terapi radiasi, menjadi lebih efektif.

8. Bagaimana cara mengetahui kemoterapi bekerja dengan baik?

Kemoterapi: Tujuan, Persiapan, Prosedur, Efek Sampingilustrasi dokter menjelaskan hasil kemoterapi kepada pasien (freepik.com/freepik)

Pasien akan rutin menemui dokter. Selama kunjungan ini, dokter akan menanyakan perasaan, melakukan pemeriksaan fisik, dan memesan tes medis dan pemindaian. Tes ini mungkin termasuk tes darah, pemindaian MRI, CT, atau PET.

Seseorang tidak dapat mengetahui apakah kemoterapi bekerja berdasarkan efek sampingnya. Beberapa orang berpikir bahwa efek samping yang parah berarti kemoterapi bekerja dengan baik, atau tidak ada efek samping berarti kemoterapi tidak bekerja. Perlu digarisbawahi bahwa efek samping tidak ada hubungannya dengan seberapa baik kemoterapi melawan kanker.

Kemoterapi adalah salah satu jenis pengobatan kanker yang paling umum. Pengobatan ini bisa dilakukan secara tunggal atau dikombinasikan dengan perawatan kanker lainnya, seperti terapi radiasi atau operasi.

Jenis kemoterapi yang diterima akan tergantung pada lokasi dan stadium kanker, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan. Kemoterapi dapat menimbulkan efek samping dalam jangka pendek dan jangka panjang. Sebelum memulai perawatan kanker apa pun, bicarakan dengan dokter tentang risiko dan manfaatnya.

Baca Juga: Selain Kemoterapi, 5 Terapi Ini Juga Bisa Mengobati Kanker

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya