Comscore Tracker

Kolposkopi: Tujuan, Prosedur, Persiapan, Risiko, Hasil

Diperlukan jika hasil Pap smear abnormal

Kolposkopi atau colposcopy adalah prosedur medis sederhana yang memungkinkan dokter melihat serviks dengan baik. Pemeriksaan ini umumnya makan waktu selama 5 hingga 10 menit, dan prosedurnya mirip Pap smear. Bedanya, dokter menggunakan alat pembesar khusus yang disebut kolposkop.

Kamu biasanya memerlukan kolposkopi jika memiliki hasil abnormal dari Pap smear, sehingga dokter dapat mendiagnosis masalah lebih lanjut. Dalam beberapa kasus, dokter dapat mengambil sedikit sampel jaringan untuk pemeriksaan di laboratorium (biopsi serviks).

1. Kapan kolposkopi dibutuhkan?

Dokter dapat merekomendasikan kolposkopi jika menemukan masalah atau sel abnormal selama pemeriksaan panggul atau Pap smear, seperti dijelaskan dalam Johns Hopkins Medicine.

Melalui kolposkop, dokter dapat melihat perubahan tertentu pada jaringan serviks dan vagina. Ini termasuk pembuluh darah abnormal, struktur jaringan, warna, dan pola. Dokter mungkin menentukan sel yang terlihat tidak normal, tetapi belum bersifat kanker sebagai “prakanker”. Sel-sel abnormal ini mungkin merupakan tanda pertama kanker yang berkembang bertahun-tahun kemudian.

Jika terdapat jaringan abnormal selama kolposkopi, dokter dapat mengambil sampel kecil jaringan untuk studi lebih lanjut. Dokter juga dapat mengambil sampel jaringan dari dalam serviks.

Kolposkopi dapat digunakan untuk mendiagnosis dan membantu dalam pengobatan:

  • Pendarahan.
  • Polip (pertumbuhan non kanker).
  • Kutil kelamin, yang mungkin menunjukkan infeksi human papillomavirus (HPV), faktor risiko untuk mengembangkan kanker serviks.
  • Paparan diethylstilbestrol (DES) pada perempuan yang ibunya menggunakan DES selama kehamilan, karena paparan DES meningkatkan risiko kanker sistem reproduksi.

Dokter mungkin memiliki alasan lain untuk merekomendasikan kolposkopi. Terkadang, spesialis terlatih yang disebut ahli kolposkopi melakukan prosedur ini. Penelitian menunjukkan bahwa memiliki spesialis medis yang berpengalaman melakukan prosedur meningkatkan kemungkinan bahwa sel-sel prakanker akan ditangkap lebih awal, mengutip Cleveland Clinic.

2. Persiapan

Kolposkopi: Tujuan, Prosedur, Persiapan, Risiko, Hasililustrasi kolposkopi (jostrust.org.uk)

Kolposkopi bukanlah prosedur operasi, tetapi biopsi dianggap sebagai prosedur bedah kecil. Biopsi terkadang merupakan bagian dari kolposkopi. Apabila terdapat kelainan selama kolkoskopi, dokter dapat mengambil sampel jaringan yang mencurigakan. Ini adalah prosedur tanpa rasa sakit yang memakan waktu kurang dari 30 menit dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.

  • Sebagai langkah persiapan, beri tahu status kehamilan kepada tim medis. Kolposkopi dapat dilakukan selama kehamilan, tetapi ibu hamil mungkin berisiko lebih besar mengalami pendarahan jika dokter melakukan biopsi selama prosedur.
  • Lakukan kolposkopi saat sedang tidak menstruasi. Tidak masalah jika ini dilakukan saat menstruasi. Namun, dokter akan lebih mudah untuk melihat serviks jika sedang tidak ada perdarahan.
  • Hindari segala jenis penetrasi vagina selama 48 jam sebelum jadwal kolposkopi. Jangan gunakan tampon atau obat vagina, seperti krim atau supositoria. Semua hal ini dapat mengubah hasil kolposkopi.
  • Minum obat pereda nyeri pada hari prosedur. Obat-obatan yang mengandung asetaminofen atau ibuprofen dapat membuat kamu lebih nyaman selama prosedur.

Berdasarkan kondisi, penyedia layanan kesehatan mungkin meminta persiapan lain.

3. Prosedur

Dilansir American College of Obstetricians and Gynecologists, kolposkopi biasanya dilakukan di klinik ginekolog.

Sama halnya dengan pemeriksaan panggul, kamu akan berbaring telentang dengan kaki terangkat dan diletakkan di atas sandaran kaki sebagai penopang. Spekulum akan digunakan untuk memisahkan dinding vagina, sehingga bagian dalam vagina dan serviks dapat terlihat. Kolposkop ditempatkan tepat di luar lubang vagina.

Larutan ringan (larutan mirip cuka) akan dioleskan ke leher rahim dan vagina dengan lidi kapas atau bola kapas. Cairan ini membuat area abnormal pada serviks lebih mudah dilihat. Saat ini dilakukan, kamu mungkin merasa sedikit sensasi terbakar. Selanjutnya, dokter akan menggunakan kolposkop untuk memeriksa serviks dan vulva.

Kolposkop merupakan perangkat medis yang tampak seperti teropong pada dudukan dengan cahaya terang. Kolposkop tidak akan menyentuh atau dimasukkan ke dalam vagina, mengutip Planned Parenthood.

Jika dokter atau perawat melihat sesuatu yang tidak terlihat normal, mereka akan melakukan biopsi. Artinya, mereka akan mengambil sampel kecil jaringan dan mengirimkannya ke laboratorium.

Ada dua jenis biopsi. Pertama adalah mengambil jaringan dari luar leher rahim, dan kedua adalah mengambil jaringan dari dalam pembukaan serviks. Terkadang seseorang membutuhkan lebih dari satu biopsi.

Kolposkopi dan biopsi hanya membutuhkan waktu sekitar 5–10 menit.

Baca Juga: Tes Kesuburan untuk Perempuan, Apa Saja yang Diperlukan?

4. Apakah kolposkopi menyakitkan?

Kolposkopi: Tujuan, Prosedur, Persiapan, Risiko, Hasililustrasi perempuan yang akan menjalani kolposkopi (pexels.com/MART PRODUCTION)

Kolposkopi hampir tidak menimbulkan rasa sakit. Kamu mungkin merasakan tekanan saat spekulum dimasukkan. Kamu juga mungkin merasa sedikit perih atau sensasi terbakar saat membersihkan serviks dengan larutan seperti cuka.

Apabila biopsi dilakukan saat kolposkopi, kamu mungkin merasa tidak nyaman. Kebanyakan orang menggambarkannya seperti cubitan tajam atau kram menstruasi. Kamu mungkin mengalami sedikit bercak, pendarahan, atau keluarnya cairan berwarna gelap dari vagina selama beberapa hari setelah biopsi.

5. Hasil

Sampel biopsi akan dikirim untuk pengujian. Hasilnya akan memberi dokter gambaran tentang langkah apa yang harus diambil selanjutnya. Jika sel abnormal dapat dihilangkan selama biopsi, kamu mungkin membutuhkan perawatan lebih lanjut.

Mengutip WebMD, dokter mungkin juga menyarankan salah satu opsi berikut untuk mengangkat sel dan mencegah kanker serviks:

  • Biopsi kerucut: Dokter memotong sepotong jaringan berbentuk kerucut dari leher rahim untuk menghilangkan sel-sel prakanker. Sel-sel abnormal biasanya prakanker atau kanker.
  • Krioterapi: Dokter menggunakan gas cair untuk membekukan sel-sel abnormal dari leher rahim.
  • Prosedur Loop Electrosurgical Excision Procedure (LEEP): Dokter menghilangkan sel-sel abnormal dengan loop kawat yang membawa arus listrik.

6. Risiko

Kolposkopi: Tujuan, Prosedur, Persiapan, Risiko, Hasililustrasi kolposkopi (pexels.com/Gustavo Fring)

Kolposkopi adalah prosedur rutin, dan komplikasi jarang terjadi, meskipun kamu mungkin akan merasa sakit setelahnya.

Dokter mungkin mengaplikasikan perban cair ke leher rahim setelah prosedur untuk menghentikan pendarahan. Jika begitu, kamu mungkin mengalami keputihan berwarna cokelat atau hitam, atau bisa terlihat seperti bubuk kopi. Jangan khawatir, ini akan hilang dalam beberapa hari.

Segera hubungi dokter jika menunjukkan tanda-tanda infeksi, seperti:

  • Demam 38 derajat Celcius atau lebih.
  • Keputihan yang berat, kuning, dan bau.
  • Sakit parah di perut bagian bawah yang tidak hilang dengan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas.
  • Pendarahan vagina yang berlangsung lebih dari tujuh hari.

Selalu ada risiko bahwa hasil tes tidak benar. Walaupun jarang, tetapi ini tetap bisa terjadi. Selain itu, ada kemungkinan sel-sel abnormal kembali, bahkan setelah dokter mengangkatnya. Itulah kenapa penting untuk terus melakukan Pap smear dan pemeriksaan rutin. 

Diperlukannya pengujian lanjutan karena kamu menerima hasil tes yang tidak normal bukanlah hal yang menyenangkan. Kolposkopi adalah prosedur sederhana yang relatif tidak sakit, yang dapat memberi kamu ketenangan pikiran dari rasa khawatir.

Kolposkopi membantu dokter mengidentifikasi kanker atau sel prakanker secara dini, sehingga kamu dapat mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Kanker serviks yang terdiagnosis dan diobati sejak dini dapat disembuhkan. Prosedur medis ini juga dapat menyingkirkan kanker. Bicarakan kekhawatiran kamu tentang risiko kanker dan hasil potensial dengan dokter saat mempersiapkan kolposkopi.

Baca Juga: Mamografi: Prosedur, Manfaat, Risiko, Persiapan, Hasil

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya