Comscore Tracker

Osteosarcoma: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan

Paling umum terjadi pada anak-anak dan remaja

Osteosarcoma atau osteogenic sarcoma adalah jenis kanker tulang yang dimulai pada sel-sel pembentuk tulang. Osteosarcoma paling sering ditemukan pada tulang panjang, lebih sering di kaki dan kadang di lengan, tetapi bisa dimulai di tulang mana pun. Jarang, osteosarcoma bisa terjadi pada jaringan lunak di luar tulang.

Siapa pun dapat memiliki osteosarcoma, tetapi ini adalah jenis kanker tulang yang paling umum terjadi pada anak-anak dan remaja. Remaja laki-laki lebih mungkin untuk mengembangkannya.

1. Jenis

Para ahli mengidentifikasi beberapa subtipe osteosarcoma yang berbeda, yaitu berdasarkan bagaimana tumor terlihat pada sinar-X dan di bawah mikroskop.

Subtipe osteosarcoma spesifik ditentukan selama biopsi. Dilansir American Academy of Orthopaedic Surgeons, penting untuk mengetahui subtipe mana yang dimiliki karena masing-masing jenisnya berkembang secara berbeda dan merespons perawatan tertentu secara berbeda pula.

Beberapa subtipe yang lebih umum di antaranya:

1. Osteosarcoma tingkat tinggi

  • Osteosarcoma konvensional: Merupakan subtipe osteosarcoma yang paling umum, paling sering terjadi di dekat lutut, di ujung bawah tulang paha atau ujung atas tibia. Osteosarcoma konvensional dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan komposisinya: osteosarcoma osteoblastik (terutama terdiri dari osteoid), osteosarcoma kondroblastik (terutama terdiri dari tulang rawan), dan osteosarcoma fibroblastik (terutama terdiri dari sel gelendong).
  • Osteosarcoma telangiectatic: Ini merupakan tumor vaskular yang menghasilkan sejumlah kecil osteoid. Pada sinar-X, mereka muncul sebagai lesi destruktif yang kadang-kadang dapat dikacaukan dengan jenis tumor lainnya. Jika dilihat dengan mata telanjang, osteosarcoma telangiectatic memiliki tampilan yang khas dan sering digambarkan oleh dokter seperti "kantong darah".
  • Osteosarcoma sel kecil: Ketika diperiksa di bawah mikroskop, osteosarcoma sel kecil terdiri dari sel-sel biru bulat kecil. Tumor memiliki penampilan yang mirip dengan sarkoma Ewing, yaitu jenis lain dari kanker tulang. Untuk membedakan kedua kanker tersebut, dokter akan mencari produksi osteoid, ciri khas osteosarcoma.
  • Osteosarcoma permukaan tingkat tinggi: Tumor ini timbul dari permukaan tulang. Meskipun ada osteosarcoma lain yang muncul dari permukaan tulang (tumor parosteal dan periosteal), sel-sel pada osteosarcoma permukaan tingkat tinggi terlihat lebih tidak beraturan.
  • Osteosarcoma Paget: Subtipe ini terjadi pada pasien dengan penyakit tulang Paget, kondisi tulang kronis yang paling sering terjadi pada pasien berusia di atas 60 tahun.
  • Osteosarcoma pasca radiasi: Paparan radiasi sebelumnya dalam pengobatan kanker lain dapat menyebabkan osteosarcoma pasca radiasi. Ini terutama benar jika dosis radiasi tinggi.
  • Osteosarcoma ekstraskeletal: Tumor ini muncul di jaringan lunak tubuh, bukan di tulang. Osteosarcoma ekstraskeletal lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.

2. Osteosarcoma tingkat menengah

  • Osteosarcoma periosteal: Muncul dari permukaan tulang, paling sering di diafisis, atau bagian poros tibia. Tumor menghasilkan tulang rawan dan osteoid.

3. Osteosarcoma tingkat rendah

  • Osteosarcoma sentral tingkat rendah: Tumor ini terjadi pada batang tulang panjang tubuh. Mereka biasanya berkembang perlahan, tetapi dapat kambuh sebagai tumor tingkat tinggi yang lebih agresif yang berisiko lebih besar untuk menyebar.
  • Osteosarcoma parosteal: Osteosarcoma parosteal timbul pada permukaan tulang panjang, paling sering muncul sebagai massa keras di bagian belakang tulang paha bagian bawah, di belakang lutut.

2. Penyebab

Osteosarcoma: Penyebab, Gejala, Diagnosis, PengobatanOsteosarcoma pada femur distal. (commons.wikimedia.org/Scott Dulebohn, MD, S Bhimji MD)

Penyebab pasti osteosarcoma tidak diketahui, tetapi diyakini karena mutasi DNA di dalam sel tulang, baik yang diturunkan atau didapat setelah lahir, mengutip Johns Hopkins Medicine.

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan osteosarcoma meliputi:

  • Usia: Remaja yang mengalami growth spurt (puncak pertumbuhan) kemungkinan besar akan mengalaminya, terutama jika pertumbuhannya terjadi dengan cepat.
  • Jenis kelamin: Lebih sering dialami oleh laki-laki.
  • Tinggi badan: Anak yang lebih tinggi memiliki risiko yang lebih tinggi.
  • Perawatan tertentu: Misalnya terapi radiasi untuk kenis kanker lainnya atau obat kanker alkylating agent.
  • Kondisi medis tertentu yang terkait dengan gen: Contohnya penyakit Paget tulang, sindrom Li-Fraumeni, sindrom Rothmund-Thomson, sindrom Bloom, sindrom Werner, anemia Diamond-Blackfan, atau jenis kanker mata retinoblastoma herediter.

3. Gejala

Di bawah ini adalah gejala umum osteocarcoma yang paling umum, tetapi setiap individu mungkin mengalami gejala yang berbeda.

  • Nyeri pada tulang yang terdampak.
  • Pembengkakan di sekitar lokasi yang terkena.
  • Peningkatan rasa sakit dengan aktivitas atau mengangkat.
  • Kesulitan berjalan.
  • Penurunan gerakan anggota tubuh yang terkena.

Gejala osteosarcoma mungkin menyerupai kondisi medis lainnya. Jadi, penting untuk periksa ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan diagnosis tepat.

Baca Juga: Limfoma Non-Hodgkin: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

4. Diagnosis

Osteosarcoma: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi osteosarkoma (unsplash.com/National Cancer Institute)

Dokter akan memulai dengan riwayat menyeluruh dan pemeriksaan fisik, termasuk menanyakan gejala dan riwayat kesehatan. Misalnya, riwayat pengobatan radiasi sebelumnya atau apakah ada anggota keluarga yang memiliki kondisi keturunan tertentu. Dokter juga akan mencari benjolan yang mungkin menonjol dari tulang.

Untuk membuat diagnosis, dokter mungkin juga akan menggunakan tes berikut ini:

  • Tes darah: Untuk memberikan informasi tentang jumlah darah dan bagaimana organ (seperti ginjal dan hati) bekerja. Tidak ada tes darah untuk mendeteksi adanya tumor tulang.
  • Sinar-X: Untuk mencari pertumbuhan abnormal pada tulang.
  • Computed tomography (CT): Untuk mencari tumor di paru-paru.
  • Magnetic resonance imaging (MRI): Bisa digunakan untuk gambar yang lebih detail jika sinar-X tidak normal.
  • Pemindaian tulang: Untuk mengidentifikasi kelainan tulang.
  • Pemindaian ET: Untuk menunjukkan area di tubuh di mana penyerapan glukosa sangat tinggi.
  • Biopsi: Sepotong jaringan dari daerah yang terkena akan diangkat sehingga dapat dipelajari untuk sel kanker. 

Setelah dokter mendiagnosis osteosarcoma, langkah selanjutnya adalah mencari tahu apakah sel kanker telah menyebar jika tetap terlokalisasi (staging). Kanker dapat menyebar melalui darah, sistem getah bening, atau jaringan. Jika kanker memasuki paru-paru, ini masih disebut sebagai osteosarcoma, bukan kanker paru-paru. Alat diagnostik ini dapat digunakan:

  • Sinar-X: Organ-organ seperti tulang lain atau paru-paru akan dirontgen.
  • CT: Pemindaian CT lain juga akan dilakukan. Ini adalah jenis pemindaian terbaik untuk mengevaluasi paru-paru.
  • PET-CT: Tes ini menggabungkan gambar dari pemindaian CT dan PET.
  • MRI: MRI lain mungkin diperlukan untuk mendapatkan gambar detail dari situs kanker lainnya.
  • Pemindaian tulang: Pemindaian tulang akan melihat apakah sel kanker telah menyebar ke tulang lain.

5. Pengobatan

Perawatan spesifik osteosarcoma akan ditentukan oleh dokter berdasarkan:

  • Usia, kesehatan secara keseluruhan, dan riwayat medis.
  • Jenis, stadium, dan lokasi osteosarcoma.
  • Toleransi terhadap obat, prosedur, atau terapi tertentu.
  • Harapan untuk perjalanan penyakit.
  • Preferensi.

Perawatan mungkin termasuk:

  • Operasi (misalnya, biopsi, reseksi, pencangkokan tulang/kulit, prosedur penyelamatan ekstremitas, rekonstruksi, atau amputasi).
  • Kemoterapi.
  • Terapi radiasi.
  • Rehabilitasi, termasuk terapi fisik dan okupasi, serta adaptasi psikososial.
  • Pemasangan prostesis dan pelatihan.
  • Perawatan suportif untuk efek samping pengobatan.
  • Antibiotik untuk mencegah dan mengobati infeksi.
  • Perawatan tindak lanjut lanjut untuk menentukan respons terhadap pengobatan, menemukan penyakit berulang, dan mengelola efek samping pengobatan.

Banyak pasien, terutama dengan tumor tingkat tinggi, akan menerima kombinasi perawatan.

6. Komplikasi yang bisa terjadi

Osteosarcoma: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi prostetik (pexels.com/cottonbro studio)

Inilah komplikasi osteosarcoma dan pengobatannya yang perlu diketahui:

  • Kanker yang menyebar (bermetastasis): Osteosarcoma dapat menyebar dari titik awalnya ke area lain, membuat pengobatan dan pemulihan menjadi lebih sulit. Ini paling sering menyebar ke paru-paru dan tulang lainnya.
  • Adaptasi dengan amputasi ekstremitas: Operasi yang mengangkat tumor dan anggota tubuh dilakukan bila memungkinkan. Namun, terkadang perlu untuk mengangkat sebagian anggota tubuh yang terkena untuk menghilangkan semua kanker. Belajar menggunakan kaki palsu (prostesis) akan membutuhkan waktu, latihan, dan kesabaran. Para ahli dapat membantu untuk beradaptasi.
  • Efek samping pengobatan jangka panjang: Kemoterapi agresif untuk mengendalikan osteosarcoma dapat menyebabkan efek samping yang substansial, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Tim medis dapat membantu mengelola efek samping selama perawatan dan memberikan daftar efek samping yang harus diperhatikan pada tahun-tahun setelah perawatan.

Hidup dengan osteosarcoma bisa tidak mudah. Yang dihadapi meliputi rasa sakit, pembengkakan, pergerakan yang terbatas, dan mungkin patah tulang. Ada pula rasa sakit dari pengobatan dan pemulihan yang memakan waktu. Setelahnya, mungkin harus beradaptasi dengan kaki palsu dan/atau menghadiri banyak janji tindak lanjut dengan dokter untuk memeriksa kekambuhan.

Osteosarcoma, dan kanker apa pun, bisa sangat menantang. Namun, dokter akan membantu sebaik mungkin. Ada banyak perawatan yang tersedia untuk menyelamatkan hidup dan meningkatkan kualitas hidup.

Baca Juga: Kanker Tulang: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya