ilustrasi pemberian obat via infus (myamericannurse.com)
Kepala tim peneliti Spanyol dari CNIC, Agustín Clemente-Moragón, mengatakan bahwa Metoprolol beredar untuk penggunaan klinis dengan harga terjangkau. Oleh karena itu, Metoprolol memiliki potensi untuk mengurangi beban ICU ekstrem akibat COVID-19.
"Pengobatan ini bermanfaat untuk semua pasien COVID-19, terutama yang tanpa kontraindikasi Metoprolol. Manfaat ini mungkin berpotensi lebih besar jika Metoprolol diberikan sebelum masa intubasi," kata Agustín.
Namun, para peneliti melihat bahwa penelitian ini memiliki ukuran sampel yang minim dan hanya berlangsung di satu lokasi. Selain itu, ada potensi bias karena para peneliti tahu pasien mana yang ada di kelompok Metoprolol dan kontrol.
Oleh karena itu, Valentín mengatakan bahwa di masa depan, penelitian selanjutnya akan melibatkan uji coba acak dengan skala yang lebih besar. Tujuannya? Tetap mengenai potensi Metoprolol untuk mengurangi inflamasi paru-paru pada pasien COVID-19 dengan ARDS.
ilustrasi pemberian obat via infus (elitecme.com)
Meski penelitian ini membuka potensi terapi efektif dengan harga terjangkau dengan Metoprolol untuk pasien COVID-19 parah dengan ARDS, tetapi perlu diingat, obat ini bukanlah obat untuk COVID-19! Lagi pula, terapi dengan Metoprolol masih dikaji dan belum disahkan untuk COVID-19 oleh Badan Kesehatan Dunia.
Pada pasien COVID-19 parah dengan komplikasi ARDS, Metoprolol dapat melemahkan inflamasi intens pada paru-paru, terutama jika diberikan lebih awal. Namun, Metoprolol tidak berarti bisa diberikan sembarangan. Jadi, jangan asal pakai!