ilustrasi tes EKG atau elektrokardiogram (pexels.com/Los Muertos Crew)
Tidak semua pasien langsung memerlukan pemeriksaan lanjutan. Keputusan ini didasarkan pada tingkat risiko dan temuan awal saat konsultasi.
Pemeriksaan tambahan seperti ekokardiografi, tes treadmill, CT scan jantung, atau pemeriksaan darah khusus biasanya direkomendasikan jika ada kecurigaan penyakit struktural, gangguan aliran darah, atau risiko penyakit jantung koroner. Pendekatan bertahap ini efektif untuk menyeimbangkan akurasi diagnosis dan keamanan pasien.
Dokter akan menjelaskan tujuan setiap pemeriksaan, manfaatnya, serta apakah pemeriksaan tersebut mendesak atau bisa direncanakan di kemudian hari.
Konsultasi jantung pertama bukan vonis. Ini adalah kesempatan untuk memahami risiko, menjernihkan kekhawatiran, dan menyusun langkah pencegahan yang tepat. Dengan persiapan yang tepat dan pemahaman yang cukup, konsultasi jantung bisa menjadi pengalaman yang memberdayakan, membuat kamu mengambil kendali atas kualitas hidup jangka panjang.
Referensi
World Health Organization. “Cardiovascular Diseases (CVDs).” Diakses Januari 2026.
National Heart, Lung, and Blood Institute. “Signs and Symptoms of Heart Disease.” Diakses Januari 2026.
Cao et al., “Cardiovascular Disease and All-cause Mortality Associated With Individual and Combined Cardiometabolic Risk Factors,” BMC Public Health 23, no. 1 (September 5, 2023): 1725, https://doi.org/10.1186/s12889-023-16659-8.
American Heart Association. “Preparing for a Doctor’s Appointment.” Diakses Januari 2026.
Mayo Clinic. “Electrocardiogram (ECG or EKG).” Diakses Januari 2026.
Pamela S. Douglas et al., “Outcomes of Anatomical Versus Functional Testing for Coronary Artery Disease,” New England Journal of Medicine 372, no. 14 (March 14, 2015): 1291–1300, https://doi.org/10.1056/nejmoa1415516.