ilustrasi membersihkan air liur (freepik.com/author/8photo)
Hipersalivasi bisa terjadi karena:
Produksi air liur yang terlalu banyak.
Kesulitan menelan atau membersihkan air liur dari mulut.
Sulit menjaga mulut tetap tertutup.
Kondisi neurologis (gangguan pada otak dan saraf) yang dapat menyebabkan hipersalivasi:
Cerebral palsy (kelumpuhan otak).
Cedera otak traumatis.
Kelainan bawaan pada otak.
Penyakit Parkinson.
Penyakit saraf motorik (motor neuron disease).
Multiple sclerosis.
Penyakit Huntington.
Spinocerebellar ataxia.
Stroke.
Kemungkinan penyebab lain:
Masalah gigi.
Infeksi atau peradangan di mulut.
Penyakit refluks asam lambung (GERD).
Rabies.
Penggunaan obat tertentu, misalnya antipsikotik.
Gigitan laba-laba tertentu.
Sengatan kalajengking.
Gigitan ular berbisa.
Keracunan jamur, yang bisa menimbulkan toksisitas kolinergik.
Kesulitan menahan air liur di dalam mulut juga bisa disebabkan oleh:
Kontrol kepala dan bibir yang lemah.
Mulut yang selalu terbuka.
Sensasi sentuhan di mulut yang terganggu.
Lidah yang membesar atau masalah pergerakan lidah.
Susunan gigi yang tidak rapi.
Sumbatan pada hidung.
Diagnosis penyebab utama hipersalivasi penting karena beberapa penyebab bisa menimbulkan komplikasi serius.
Langkah pemeriksaan dokter biasanya meliputi:
Kondisi mulut, gigi, dan kulit sekitar.
Kontrol lidah, kemampuan menelan, dan kestabilan rahang.
Amandel dan saluran pernapasan hidung.
Tingkat kesadaran dan kondisi emosional.
Hidrasi, rasa lapar, serta posisi kepala.
Hal lain yang dinilai dokter:
Riwayat penyakit dan obat yang sedang dikonsumsi.
Kapan dan bagaimana hipersalivasi terjadi.
Jumlah air liur berlebih.
Apakah masalahnya terus-menerus atau sesekali.
Dampak terhadap aktivitas sehari-hari.
Kadang dokter juga meminta pemeriksaan tambahan, misalnya X-ray untuk melihat proses menelan.
Pengobatan biasanya berfokus pada penyebab utama hipersalivasi. Dokter juga dapat meresepkan obat untuk menghambat impuls saraf menuju kelenjar ludah sehingga produksi air liur berkurang.
Jika obat tidak efektif, pilihan lain bisa berupa:
Selain itu, beberapa cara sederhana di rumah juga dapat membantu, misalnya:
Menyesuaikan postur tubuh.
Menyeka mulut secara rutin.
Menjaga kebersihan mulut dengan baik.
Jika kamu khawatir mengalami hipersalivasi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat membantu menemukan penyebabnya dan menyarankan rencana pengobatan yang sesuai.
Referensi
"What causes hypersalivation and how to treat it." Medical News Today. Diakses Januari 2026.
"What to Know About Hypersalivation and Sialorrhea." Healthline. Diakses Januari 2026.