ilustrasi kondom (unsplash.com/Lovense Toys)
Angka frekuensi kondom robek, terlepas, atau bocor sangat bervariasi di antara berbagai penelitian. Dalam studi dari Kinsey Institute (disebutkan di atas), antara 0,8 dan 41 persen peserta pernah mengalami kondom robek. Sementara beberapa penelitian melaporkan tingkat yang jauh lebih tinggi, tingkat kerusakan per tindakan seksual dalam sebagian besar penelitian adalah antara 0 dan 4 persen.
Misalnya, sebuah penelitian di Amerika terhadap 8.603 laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki menemukan bahwa 4 persen peserta melaporkan kondom robek saat terakhir kali mereka menggunakannya. Tidak ada perbedaan antara laki-laki yang melaporkan hubungan seks reseptif atau insertif, tetapi laki-laki yang lebih muda, laki-laki yang memiliki lebih banyak pasangan seksual, dan laki-laki yang "high" saat berhubungan seks lebih mungkin mengalami kerusakan kondom.
Hingga sepertiga laki-laki melaporkan masalah dengan kecocokan dan rasa kondom, yang pada gilirannya dikaitkan dengan kondom yang robek atau terlepas. Memilih kondom yang ukurannya sesuai dengan penis mengurangi risiko kerusakan.