Dari sisi kelompok usia, anak-anak dan remaja termasuk kelompok yang paling rentan terinfeksi. Tingginya intensitas interaksi di lingkungan sekolah memudahkan penyebaran virus, sementara sistem kekebalan tubuh mereka belum sepenuhnya terlatih menghadapi berbagai varian influenza yang terus berubah.
Sebaliknya, orang dewasa umumnya memiliki risiko infeksi yang lebih rendah karena tingkat kontak yang cenderung lebih sedikit dan pengalaman imunologis yang lebih panjang terhadap virus flu. Namun, risiko kembali meningkat pada kelompok lansia, terutama karena banyaknya kondisi medis penyerta dan melemahnya sistem kekebalan tubuh akibat proses alami penuaan yang dikenal sebagai immunosenescence. Kondisi ini membuat infeksi flu berpotensi berkembang menjadi penyakit yang lebih berat.
Bayi juga termasuk kelompok berisiko tinggi, karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang secara optimal. Infeksi influenza pada usia ini lebih mudah berkembang menjadi komplikasi serius, sehingga memerlukan perhatian khusus.
Para ahli juga mencatat bahwa orang-orang dengan rentang usia yang sama cenderung pernah terpapar virus flu yang serupa di masa lalu. Hal ini dapat menjelaskan mengapa pada musim tertentu, kelompok usia yang khusus tampak lebih terdampak dibanding kelompok lainnya.
Referensi
"“Super Flu” Explained: Symptoms, Treatment, and When to Get Care". Afcurgentcare. Diakses Januari 2026.
"What to know about the "super flu" and the unprecedented spike in flu cases". Axios. Diakses Januari 2026.
"What is super flu? And other questions answered". The Conversation. Diakses Januari 2026.