Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Super Flu Sudah Masuk Indonesia, Kemenkes Temukan 62 Kasus

ilustrasi virus influenza
ilustrasi virus influenza (unsplash.com/National Institute of Allergy and Infectious Diseases)
Intinya sih...
  • Super flu A(H3N2) subclade K telah masuk Indonesia
  • Gejala mirip flu musiman, 843 spesimen positif influenza diperiksa
  • Kemenkes imbau masyarakat lakukan pencegahan dengan PHBS dan vaksinasi influenza
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan varian influenza A(H3N2) subclade K atau yang dikenal super flu sudah masuk Indonesia. Kepastian ini didapat oleh Kemenkes melalui proses pendeteksian di berbagai fasilitas layanan kesehatan.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, Prima Yosephine, menyatakan dari hasil surveilans, influenza A(H3) merupakan varian dominan. Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

"Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak," kata Prima dalam keterangan tertulis, Kamis (1/1/2025).

1. Bagaimana gejala super flu?

Ilustrasi Rhodosporidiobolus fluvialis, jamur yang ditemukan di rumah sakit Tiongkok (freepik.com/freepik)
Ilustrasi Rhodosporidiobolus fluvialis, jamur yang ditemukan di rumah sakit Tiongkok (freepik.com/freepik)

Prima menjelaskan, secara global peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 2025, seiring dengan masuknya musim dingin. Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.

"Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan," ujar Prima.

2. Total, ada 843 spesimen positif influenza yang diperiksa

WhatsApp Image 2025-10-31 at 20.28.04.jpeg
Petugas menyemprot disinfektan ke gedung asrama SMP Negeri 19 Kota Banda Aceh untuk mencegah penyebaran virus Influenza. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Subckade K telah dilaporkan di sejumlah negara Asia, antara lain China, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand, sejak Juli 2025. Meski influenza A(H3) menjadi varian dominan, tren kasus influenza di negara-negara tersebut menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.

"Di Indonesia, dari total 843 spesimen positif influenza yang diperiksa, sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan WGS. Seluruh varian terdeteksi merupakan yang telah dikenal dan saat ini bersirkulasi secara global dalam sistem surveilans WHO," kata Prima.

3. Kemenkes imbau masyarakat lakukan pencegahan

[Aceh] Siswi Sekolah Menggunakan Wastafel NUVO Family di Sekolah untuk Cuci Tangan Pakai Sabun.jpg
Siswi Sekolah di Aceh Menggunakan Wastafel NUVO Family di Sekolah untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (dok. WINGS)

Kemenkes RI menegaskan akan terus memperkuat surveilans, pelaporan, serta kesiapsiagaan untuk merespons perkembangan situasi influenza sesuai dinamika yang ada. Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. Vaksin influenza tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian.

"Masyarakat juga diimbau untuk tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, serta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari," ujar Prima.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in News

See More

Prabowo Ungkap Alasan Banjir Sumatra Tak Perlu Status Bencana Nasional

01 Jan 2026, 15:11 WIBNews