Beberapa orang mungkin masih sering keliru membedakan gejala masuk angin, angin duduk, dan serangan jantung. Sekilas, gejala ketiganya bisa serupa. Sama-sama bisa menimbulkan keluhan nyeri di dada atau ulu hati, rasa tidak nyaman di perut, hingga tubuh yang mendadak lemas. Namun, secara medis, tiga kondisi tersebut sangat berbeda, mulai dari penyebab, faktor pemicu, hingga tingkat bahayanya.
Dalam masyarakat, masuk angin digambarkan sebagai rasa tidak enak badan, kembung, mual, atau pegal, yang umumnya ringan dan bisa membaik dengan istirahat.
Di sisi lain, angin duduk, dalam dunia medis dikenal sebagai angina pektoris, mengacu pada kondisi serius ketika aliran darah ke jantung terhambat. Inilah yang membuatnya jauh lebih berbahaya.
Sementara itu, serangan jantung merupakan kondisi gawat darurat ketika aliran darah ke otot jantung benar-benar tersumbat, berisiko menyebabkan kerusakan permanen pada jantung, bahkan kematian bila tidak segera ditangani.
Gejala ketiganya bisa saling tumpang tindih. Inilah yang sering membuat orang salah mengira masuk angin padahal bisa jadi tanda masalah jantung.
Jadi, apa sebenarnya perbedaan gejala dan bahaya dari ketiga kondisi ini? Mari bahas lebih dalam agar tidak lagi keliru membedakan antara masuk angin, angin duduk, dan serangan jantung.
