Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa Perbedaan Campak pada Anak-anak dan Orang Dewasa?
Ruam campak di punggung (CDC/ Heinz F. Eichenwald, MD/Public Health Image Library (PHIL), ID#24435)
  • Campak disebabkan virus Morbillivirus yang sangat menular, dengan gejala utama demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam menyebar dari wajah ke tubuh.

  • Perbedaan utama antara anak dan dewasa terletak pada respons imun serta tingkat keparahan; orang dewasa cenderung mengalami gejala lebih berat dan pemulihan lebih lama.

  • Risiko komplikasi seperti pneumonia berat, hepatitis, hingga ensefalitis lebih tinggi pada orang dewasa, sementara vaksinasi MMR tetap menjadi perlindungan paling efektif bagi semua usia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang menganggap campak sebagai penyakit masa kecil yang akan sembuh dengan sendirinya. Sayangnya, anggapan ini bisa menyesatkan. Dalam kondisi tertentu, campak dapat berkembang menjadi penyakit serius.

Perjalanan penyakit campak tidak selalu sama antara anak-anak dan orang dewasa. Di balik gejala yang tampak serupa, ada perbedaan penting dalam respons imun, tingkat keparahan, hingga risiko komplikasi yang perlu dipahami.

Apa itu campak?

Campak adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus. Penyakit ini sangat mudah menular, melalui droplet saat batuk atau bersin.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), campak termasuk salah satu penyakit paling menular di dunia, dengan tingkat penularan hingga 90 persen pada individu yang tidak memiliki kekebalan.

Gejala klasik campak meliputi:

  • Demam tinggi.

  • Batuk, pilek, dan mata merah.

  • Ruam merah yang menyebar dari wajah ke tubuh.

Lantas, apakah ada perbedaan campak pada anak-anak dan orang dewasa?

Jawabannya: ya, ada perbedaan penting, terutama pada tingkat keparahan dan komplikasi. Untuk memahaminya, terus baca sampai tuntas, ya!

1. Perbedaan respons sistem imun

ilustrasi campak pada anak (CDC/Public Health Image Library (PHIL), ID#28830)

Pada anak-anak, terutama yang masih kecil, sistem imun belum sepenuhnya matang. Hal ini membuat mereka lebih rentan terinfeksi. Namun, dalam beberapa kasus respons inflamasi mereka tidak seagresif orang dewasa.

Sebaliknya, pada orang dewasa, sistem imun yang lebih matang dapat menghasilkan respons inflamasi yang lebih kuat. Ini bisa menyebabkan gejala terasa lebih berat, termasuk demam tinggi dan rasa lemah yang lebih intens.

Penelitian menunjukkan bahwa perbedaan respons imun ini berkontribusi pada variasi keparahan penyakit antar kelompok usia. Pada orang dewasa, respons imun yang berlebihan justru dapat memperparah kerusakan jaringan.

2. Perbedaan gejala klinis

Secara umum, gejala campak pada anak dan dewasa mirip. Namun, intensitasnya bisa berbeda.

Pada anak-anak:

  • Gejala cenderung “klasik”.

  • Ruam muncul jelas dan bertahap.

  • Demam bisa tinggi, tetapi sering lebih cepat pulih.

Pada orang dewasa:

  • Demam sering lebih tinggi dan lebih lama.

  • Rasa lelah lebih berat.

  • Gejala sistemik (seperti nyeri otot) lebih dominan.

Orang dewasa dengan campak sering melaporkan gejala yang lebih mengganggu aktivitas sehari-hari dibandingkan pada anak-anak.

3. Risiko komplikasi yang berbeda

ilustrasi virus campak (CDC/Public Health Image Library (PHIL), ID#5622)

Ini adalah perbedaan paling signifikan.

Pada anak-anak, komplikasi yang sering terjadi meliputi:

  • Infeksi telinga.

  • Diare.

  • Pneumonia.

Namun pada orang dewasa, risiko komplikasi cenderung lebih serius, seperti:

  • Pneumonia berat.

  • Hepatitis.

  • Ensefalitis (radang otak).

Menurut studi, angka komplikasi dan rawat inap akibat campak lebih tinggi pada orang dewasa dibandingkan anak-anak.

4. Dampak pada kehamilan

Campak pada perempuan dewasa, khususnya yang sedang hamil, membawa risiko tambahan.

Infeksi dapat menyebabkan:

  • Kelahiran prematur.

  • Berat badan lahir rendah.

  • Risiko keguguran.

Karena potensi dampaknya pada ibu dan janin, campak selama kehamilan perlu perhatian khusus.

5. Perbedaan tingkat keparahan

ilustrasi balita sakit campak (cdc.gov/phil/Heinz F. Eichenwald, MD/ID#: 24423)

Secara keseluruhan, campak pada orang dewasa cenderung:

  • Lebih berat.

  • Lebih lama pulih.

  • Lebih berisiko komplikasi.

Hal ini dipengaruhi oleh:

  • Respons imun.

  • Kondisi kesehatan dasar.

  • Status vaksinasi.

Sementara itu, anak-anak, terutama yang sudah divaksinasi, cenderung mengalami gejala lebih ringan.

6. Peran vaksinasi

Baik pada anak maupun dewasa, vaksinasi adalah faktor penentu.

Vaksin MMR (measles, mumps, rubella):

  • Memberikan perlindungan hingga 97 persen setelah dua dosis.

  • Mengurangi risiko komplikasi secara signifikan.

Vaksin tidak hanya mencegah infeksi, tetapi juga mengurangi keparahan jika infeksi tetap terjadi.

Kenapa orang dewasa masih bisa sakit campak?

ilustrasi virus campak (freepik.com/freepik)

Ada beberapa alasan:

  • Belum pernah divaksinasi.

  • Imunitas menurun seiring waktu.

  • Tidak pernah terpapar campak sebelumnya.

Ini menjelaskan mengapa wabah campak masih terjadi, bahkan pada populasi dewasa.

Campak memang disebabkan oleh virus yang sama, tetapi dampaknya tidak selalu sama pada setiap usia. Anak-anak dan orang dewasa dapat mengalami perjalanan penyakit yang berbeda, terutama dalam hal keparahan dan risiko komplikasi. Pada akhirnya, perlindungan terbaik tetap sama, yaitu dengan vaksinasi, deteksi dini, dan penanganan yang tepat.

Referensi

World Health Organization. “Measles.” Diakses Maret 2026.

Centers for Disease Control and Prevention. “Measles Symptoms and Complications.” Diakses Maret 2026.

William J Moss, “Measles,” The Lancet 390, no. 10111 (July 1, 2017): 2490–2502, https://doi.org/10.1016/s0140-6736(17)31463-0.

Peter M. Strebel and Walter A. Orenstein, “Measles,” New England Journal of Medicine 381, no. 4 (July 10, 2019): 349–57, https://doi.org/10.1056/nejmcp1905181.

American College of Obstetricians and Gynecologists. “Measles in Pregnancy.” Diakses Maret 2026.

National Institute of Allergy and Infectious Diseases. “Measles Vaccine.” Diakses Maret 2026.

Editorial Team