Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Berapa Lama Orang yang Sakit Campak Bisa Menularkan Virus?

Berapa Lama Orang yang Sakit Campak Bisa Menularkan Virus?
ilustrasi campak pada anak (CDC/Public Health Image Library (PHIL), ID#28830)
Intinya Sih
  • Orang yang sakit campak dapat menularkan virus sejak sekitar 4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelahnya.

  • Virus campak sangat mudah menyebar melalui percikan pernapasan dan partikel udara di lingkungan tertutup.

  • Seseorang dapat menularkan virus bahkan sebelum menyadari dirinya sakit, karena gejala awal mirip flu biasa.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Campak merupakan salah satu penyakit infeksi yang paling mudah menular. Virus ini menyebar melalui percikan pernapasan ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Dalam lingkungan tertutup, virus bahkan dapat bertahan di udara selama beberapa waktu.

Karena tingkat penularannya sangat tinggi, satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada banyak orang lain yang belum memiliki kekebalan. Ini menjadikan campak sebagai penyakit yang sering memicu wabah jika cakupan vaksinasi menurun.

Yang sering tidak disadari, penularan campak tidak hanya terjadi ketika ruam merah muncul di kulit. Faktanya, seseorang sudah dapat menyebarkan virus bahkan sebelum tanda-tanda khas penyakit ini terlihat.

Orang yang sakit campak dapat menularkan virus mulai sekitar empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelah ruam timbul. Periode inilah yang disebut sebagai masa paling menular.

Table of Content

1. Masa inkubasi campak

1. Masa inkubasi campak

Sebelum seseorang mulai menularkan virus, campak terlebih dahulu melewati fase masa inkubasi, yaitu periode sejak virus masuk ke tubuh hingga munculnya gejala.

Masa inkubasi campak biasanya berlangsung sekitar 7 hingga 14 hari. Selama periode ini, virus berkembang biak di dalam tubuh tetapi gejala belum terlihat jelas.

Menurut penelitian, virus campak awalnya bereplikasi di saluran pernapasan dan jaringan limfatik sebelum menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Ketika virus sudah menyebar luas dalam tubuh, gejala mulai muncul dan risiko penularan meningkat.

2. Gejala awal sebelum ruam muncul

Ilustrasi seseorang ibu memeriksa suhu demam anak.
ilustrasi seseorang ibu memeriksa suhu demam anak (pexels.com/Gustavo Fring)

Gejala pertama campak sering kali menyerupai infeksi saluran pernapasan biasa.

Beberapa gejala awal yang umum antara lain:

  • Demam.
  • Batuk.
  • Pilek.
  • Mata merah atau berair.
  • Kelelahan.

Tahap ini disebut sebagai fase prodromal. Pada fase ini, banyak orang belum menyadari bahwa mereka sedang mengalami campak. Justru pada fase ini virus sudah sangat mudah menular karena konsentrasi virus di saluran pernapasan cukup tinggi.

Beberapa hari kemudian, ruam merah khas campak mulai muncul, biasanya dimulai dari wajah lalu menyebar ke tubuh.

3. Kenapa campak sangat mudah menular?

Salah satu alasan utama campak sangat menular adalah cara virus menyebar melalui udara.

Virus campak dapat bertahan dalam partikel udara atau pada permukaan benda selama sekitar dua jam setelah dilepaskan oleh orang yang terinfeksi.

Penelitian menjelaskan bahwa virus campak memiliki kemampuan tinggi untuk menginfeksi sel-sel pada saluran pernapasan manusia, sehingga penyebarannya sangat efisien melalui droplet dan aerosol.

Karena itu, seseorang dapat terinfeksi bahkan tanpa kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, misalnya saat berada di ruangan yang sama beberapa waktu setelah orang yang terinfeksi meninggalkan tempat tersebut.

4. Kapan campak tidak lagi menular

Ilustrasi anak kecil sakit.
ilustrasi anak kecil sakit (freepik.com/user18526052)

Masa penularan campak biasanya berakhir sekitar empat hari setelah ruam muncul. Pada fase ini, jumlah virus yang dilepaskan melalui saluran pernapasan mulai menurun. Gejala juga biasanya mulai membaik secara bertahap.

Namun, pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti bayi, pasien penyakit kronis, atau individu dengan gangguan imun, masa penularan dapat berlangsung lebih lama.

Isolasi pasien campak selama setidaknya empat hari setelah munculnya ruam merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit. Langkah ini sering diterapkan dalam pengendalian wabah campak di berbagai negara.

5. Vaksinasi sangat penting

Karena tingkat penularannya sangat tinggi, vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah penyebaran campak. Vaksin MMR (measles, mumps, rubella) dapat memberikan perlindungan yang sangat tinggi terhadap infeksi.

Dua dosis vaksin campak dapat memberikan perlindungan hingga sekitar 97 persen terhadap penyakit ini.

Selain melindungi individu, vaksinasi juga membantu membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) yang dapat melindungi orang-orang yang tidak dapat menerima vaksin, seperti bayi atau individu dengan kondisi medis tertentu.

Campak sangat mudah menular melalui udara. Seseorang yang terinfeksi dapat menyebarkan virus bahkan sebelum ruam khas muncul, sekitar empat hari sebelum hingga empat hari setelah ruam timbul.

Karena penularan sering terjadi pada fase awal ketika gejala masih menyerupai flu, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka dapat menularkan virus kepada orang lain.

Memahami masa penularan campak sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Isolasi orang yang terinfeksi serta vaksinasi yang lengkap tetap menjadi langkah paling efektif untuk melindungi diri dan masyarakat dari campak.

Referensi

Centers for Disease Control and Prevention. “Measles (Rubeola): Transmission.” Diakses Maret 2026.

Brigitta Laksono et al., “Measles Virus Host Invasion and Pathogenesis,” Viruses 8, no. 8 (July 28, 2016): 210, https://doi.org/10.3390/v8080210.

World Health Organization. “Measles Fact Sheet.” Diakses Maret 2026.

Diane E. Griffin, “Measles Virus and the Nervous System,” Handbook of Clinical Neurology 123 (January 1, 2014): 577–90, https://doi.org/10.1016/b978-0-444-53488-0.00027-4.

American Academy of Pediatrics. "Red Book: Report of the Committee on Infectious Diseases." Diakses Maret 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More