ilustrasi bakteri penyebab kudis, kurap, dan eksim dilihat dari mikroskop (unsplash.com/CDC)
Kudis, kurap, dan eksim adalah masalah yang terjadi pada kulit, biasanya menimbulkan bercak merah dan terasa gatal atau panas. Kondisi yang meradang seperti ini tentu menjadi hal yang mengganggu bagi penderitanya, segala aktivitas akan terganggu karena rasa gatal dan perih yang terus menerus.
Sekilas ketiganya terlihat sama. Akan tetapi, kudis dan kurap dapat menular sedangkan eksim tidak dapat menular. Meskipun gejalanya hampir mirip, namun penyebabnya berbeda-beda.
Kudis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi tungau sarcoptes scabiei. Jika diamati melalui mikroskop tungau tersebut berukuran kecil yang memiliki depalan kaki dengan ukuran 1/3 milimeter. Tungau tersebut tidak dapat melompat dan terbang, hanya merangkak dan hidup dengan suhu di bawah 20 derajat celcius dalam wkatu yang lama. Meskipun berukuran sangat kecil, tapi rasa gatal yang diakibatkan tungau tersebut cukup parah terlebih pada malam hari.
Sementara itu, berbeda dengan kurap yang disebabkan oleh jamur yang hidup di kulit matu, rambut, dan jaringan kuku. Gejala yang ditimbulkan adalah kemerahan dan berbentuk seperti cincin, kulit terkelupas, gatal dan dapat menular jika seseorang bersentuhan dengan penderitanya atau hewan yang memiliki luka kurap.
Jika kedua masalah kulit tersebut disebabkan tungau dan jamur, maka eksim adalah penyakit kulit yang disebabkan karena alergi terhadap zat-zat tertentu. Misalnya, alergi pada kosmetik, deterjen, sabun, body lotion, dan zat kimia lain. Eksim tidak dapat menular seperti kudis dan kurap, akan tetapi jika tidak segera diobati bisa menyebabkan borok.