ilustrasi berkonsultasi dengan dokter (unsplash.com/National Cancer Institute)
Nah, ternyata pusing dan sakit kepala juga memiliki jenis yang berbeda-beda, lho! Beberapa jenis pusing, misalnya:
- Vertigo atau sensasi berputar akibat gangguan keseimbangan pada tubuh manusia. Umumnya, vertigo tidak menyebabkan rasa nyeri intens di kepala. Namun, bisa jadi seseorang mengalami stres ketika terserang vertigo secara mendadak dan panik tersebut yang menyebabkan sakit kepala.
- Panik dan kecemasan berlebih yang mampu memicu sensasi melayang, nyaris pingsan, berputar, dan kekacauan indra penglihatan seseorang. Pandangan terang dan berkunang-kunang pun masuk ke dalam kondisi pusing.
- Jenis lainnya yang berkaitan dengan sensasi indrawi di tubuh manusia.
Adapun, beberapa jenis sakit kepala adalah:
- Sakit kepala primer: rasa sakit atau nyeri di kepala tanpa adanya kelainan di dalam otak dan sekitarnya. Jenis ini umum dijumpai pada sakit kepala tegang akibat stres atau beban pikiran.
- Sakit kepala sekunder: rasa nyeri atau sakit di kepala akibat kelainan medis yang ada di dalam otak dan sekitarnya. Contoh dalam hal ini adalah gangguan pembuluh darah, tekanan cairan di dalam otak, dan gangguan pada otot leher atau wajah.
- Trigeminal Neuralgia: nyeri kronis yang terjadi secara singkat, biasanya disebabkan oleh gangguan pada saraf-saraf wajah yang menghantarkan sensasi ke otak.
Nah, tentunya dengan berbagai perbedaan yang ada, perawatan atau pengobatan pada pusing dan sakit kepala juga pastinya berbeda. Kamu tidak boleh minum obat sembarangan sebelum diketahui apa penyebab utama dari pusing dan sakit kepala yang dialami. Bahkan, dalam kasus khusus, pusing dan sakit kepala pun bisa berhubungan dengan kondisi kejiwaan seseorang.
Sampai di sini, kamu sudah belajar tentang perbedaan pusing dan sakit kepala yang sering kali di samakan oleh banyak orang. So, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan pengetahuanmu di dunia medis, ya!