ilustrasi buah potong (vecteezy.com/Bigc Studio)
Menu Lebaran cenderung didominasi oleh makanan tinggi lemak dan protein, sementara asupan sayur dan buah sering berkurang. Padahal, serat berperan penting dalam membantu pergerakan makanan di saluran pencernaan. Ketika serat tidak tercukupi, proses ini menjadi lebih lambat dan memicu rasa tidak nyaman di perut.
Selain itu, serat juga membantu mengontrol penyerapan gula dan lemak dalam tubuh. Tanpa serat yang cukup, lonjakan gula darah dan penyerapan lemak menjadi lebih cepat. Hal ini membuat tubuh lebih mudah menyimpan energi berlebih, meskipun jumlah makanan yang dikonsumsi tidak jauh berbeda dari hari biasa.
Lebaran memang memberi ruang untuk menikmati berbagai hidangan tanpa terlalu banyak batasan, tetapi tubuh tetap bekerja dengan cara yang sama seperti hari biasa. Perubahan jenis makanan dan pola makan Lebaran lebih berdampak ketimbang sekadar angka kalori. Efeknya memang tidak langsung terasa, namun tetap berpengaruh. Setelah menikmati semuanya, apakah tubuh juga sudah diperlakukan dengan cukup seimbang?
Referensi:
"Enjoy Eid without weight gain" The Financial Express. Diakses pada Maret 2026
"Special Nutrition Recommendations for the Eid" Yeditepe Hastaneleri. Diakses pada Maret 2026
"Eid Nutrition Guide: Healthy Eating After Ramadan" Seyda ErtasDiakses pada Maret 2026
"Calories in Eid Kahk: How to Enjoy It Without Harming Your Health" Misr Connect. Diakses pada Maret 2026