Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Menikmati Opor Ayam agar Tidak Terlalu Tinggi Kalori

5 Tips Menikmati Opor Ayam agar Tidak Terlalu Tinggi Kalori
ilustrasi opor ayam (freepik.com/jcomp)

Opor ayam merupakan salah satu sajian tradisional Indonesia yang kerap hadir dalam berbagai momen istimewa, terutama saat perayaan keluarga atau hari besar. Kuah santan yang kaya rasa dengan perpaduan rempah-rempah membuat hidangan ini terasa begitu lezat dan menggoda selera. Namun, tidak sedikit orang yang mulai mempertanyakan apakah opor ayam termasuk makanan yang mengandung kalori tinggi.

Hal ini wajar karena hidangan ini biasanya menggunakan santan dan bagian ayam yang cukup berlemak. Jika dikonsumsi tanpa memperhatikan porsi, opor ayam memang bisa menyumbang kalori yang cukup besar bagi tubuh. Agar tetap bisa menikmati hidangan ini tanpa khawatir berlebihan, simak beberapa tips menikmati opor ayam agar tidak terlalu tinggi kalori berikut ini.

1. Perhatikan porsi saat menyantap opor ayam

ilustrasi opor ayam lengkap dengan menu pendamping
ilustrasi opor ayam lengkap dengan menu pendamping (commons.wikimedia.org/Midori)

Menikmati opor ayam tetap bisa dilakukan tanpa khawatir berlebihan jika memperhatikan porsi makan. Hidangan ini umumnya menggunakan santan yang mengandung lemak sehingga kalorinya bisa cukup tinggi jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Karena itu, membatasi porsi menjadi salah satu cara paling sederhana untuk mengontrol asupan kalori.

Kamu dapat mengambil opor ayam dalam porsi secukupnya, misalnya satu potong ayam dengan kuah yang tidak terlalu banyak. Cara ini dapat membantu menekan asupan kalori sekaligus menjaga pola makan tetap seimbang. Dengan porsi yang terkontrol, kamu masih bisa menikmati kelezatan opor ayam tanpa perlu merasa khawatir setelah menyantapnya.

2. Pilih bagian ayam dengan kandungan lemak lebih rendah

ilustrasi dada ayam
ilustrasi dada ayam (vecteezy.com/Bigc Studio)

Bagian ayam yang digunakan dalam opor juga dapat memengaruhi jumlah kalori yang dikonsumsi. Beberapa bagian seperti paha atas atau kulit ayam cenderung memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi. Jika ingin menikmati opor ayam dengan kalori yang lebih terkontrol, kamu bisa memilih bagian dada ayam tanpa kulit.

Bagian ini biasanya memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dengan kadar lemak yang relatif lebih rendah. Selain itu, menghilangkan kulit ayam juga dapat membantu menekan asupan lemak jenuh dari hidangan tersebut. Dengan memilih potongan ayam yang tepat, opor ayam tetap dapat dinikmati dengan rasa lezat tanpa menambah kalori secara berlebihan.

3. Batasi penggunaan kuah santan

ilustrasi kuah opor ayam
ilustrasi kuah opor ayam (commons.wikimedia.org/Midori)

Kuah santan merupakan salah satu faktor utama yang membuat opor ayam terasa gurih dan nikmat. Namun, santan juga dikenal mengandung lemak yang cukup tinggi sehingga dapat meningkatkan jumlah kalori dalam hidangan. Untuk menyiasatinya, kamu bisa mengurangi jumlah kuah santan yang dikonsumsi saat makan opor ayam.

Sebagai alternatif, kamu bisa mengambil potongan ayamnya saja atau menambahkan kuah secukupnya sebagai pelengkap. Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi asupan lemak tanpa mengurangi kelezatan hidangan secara signifikan. Dengan membatasi konsumsi kuah santan, opor ayam tetap dapat dinikmati dengan cara yang lebih bijak.

4. Imbangi dengan sayuran segar

ilustrasi lalapan
ilustrasi lalapan (commons.wikimedia.org/Gunawan Kartapranata)

Memadukan opor ayam dengan sayuran segar dapat membantu membuat menu makan terasa lebih seimbang. Sayuran umumnya memiliki kandungan serat yang cukup tinggi sehingga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, serat juga berperan penting dalam mendukung proses pencernaan agar tetap berjalan dengan lancar.

Kamu bisa menambahkan lalapan, tumis sayuran ringan, atau sayur bening sebagai pelengkap menu. Kehadiran sayuran juga membuat hidangan terasa lebih segar dan tidak terlalu berat. Dengan cara ini, kamu tetap bisa menikmati opor ayam tanpa merasa terlalu khawatir dengan asupan kalori.

5. Perhatikan makanan pendampingnya

ilustrasi opor ayam lengkap dengan menu pendamping
ilustrasi opor ayam lengkap dengan menu pendamping (commons.wikimedia.org/AWG97))

Selain opor ayam itu sendiri, makanan pendamping juga dapat memengaruhi total kalori dalam satu kali makan. Hidangan ini biasanya disajikan bersama nasi putih, lontong, atau ketupat yang juga mengandung karbohidrat cukup tinggi. Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, kombinasi tersebut bisa membuat asupan kalori meningkat dengan cepat.

Oleh karena itu, kamu bisa menyesuaikan porsi nasi atau memilih jumlah karbohidrat yang tidak terlalu banyak. Mengombinasikannya dengan lauk lain yang lebih ringan juga dapat membantu menjaga keseimbangan asupan nutrisi. Dengan memperhatikan jenis dan porsi makanan pendamping, opor ayam tetap bisa dinikmati dengan lezat tanpa membuat asupan kalori menjadi berlebihan.

Menikmati opor ayam sebenarnya tidak perlu dihindari sepenuhnya, selama kamu tetap memperhatikan porsi dan cara penyajiannya. Dengan memilih bagian ayam yang lebih rendah lemak serta membatasi kuah santan, hidangan ini masih bisa menjadi bagian dari pola makan yang seimbang. Jadi, kamu tetap dapat menikmati kelezatan opor ayam dengan lebih bijak tanpa perlu terlalu khawatir dengan asupan kalori.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Food

See More

Perbedaan Opor Kuning dan Opor Putih yang Harus Kamu Tahu!

18 Mar 2026, 18:20 WIBFood