ilustrasi puasa (pexels.com/Monstera Production)
Berikut ini potensi manfaat puasa Ramadan untuk kesehatan jantung.
1. Manajemen berat badan
Penelitian menunjukkan bahwa puasa Ramadan dapat efektif dalam mengurangi berat badan dan lemak tubuh (The American Journal of Clinical Nutrition, 2011).
Menurut penelitian tersebut, partisipan yang berpuasa mengalami penurunan berat badan rata-rata sekitar 1–2 kilogram (kg) selama bulan Ramadan, yang terutama disebabkan oleh pengurangan asupan kalori dan peningkatan aktivitas lipolisis, yaitu proses pemecahan lemak tubuh.
Penurunan berat badan ini, ketika dipertahankan dalam jangka panjang, dapat berkontribusi pada pengurangan risiko penyakit jantung koroner, mengingat obesitas adalah salah satu faktor risiko utama untuk penyakit jantung.
2. Perbaikan profil lipid
Efek puasa terhadap profil lipid telah diteliti banyak penelitian.
Sebuah studi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kadar high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik, dan penurunan low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat serta trigliserida pada partisipan setelah Ramadan (Nutrition Journal, 2013).
Kolesterol HDL yang lebih tinggi dan kadar LDL serta trigliserida yang lebih rendah berkaitan dengan pengurangan risiko aterosklerosis, yaitu kondisi ketika penumpukan plak dalam arteri bisa menyebabkan penyakit jantung dan stroke.
3. Regulasi tekanan darah
Puasa Ramadan bisa memberikan efek positif dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik (Journal of Hypertension, 2014).
Itu berpotensi mengurangi beban kerja pada jantung dan risiko berkembangnya hipertensi, faktor risiko kunci lainnya untuk penyakit jantung.
Penurunan ini bisa karena kombinasi dari penurunan berat badan, peningkatan sensitivitas insulin, dan perubahan pola makan selama Ramadan.
4. Penurunan inflamasi
Puasa Ramadan berkontribusi pada penurunan tingkat beberapa biomarker inflamasi, termasuk C-reactive protein (CRP), interleukin-6 (IL-6), dan tumor necrosis factor-alpha (TNF-a) (Journal of Nutrition and Metabolism, 2012).
Inflamasi kronis telah dikenal sebagai kontributor utama terjadinya aterosklerosis dan penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, pengurangan dalam tingkat inflamasi selama Ramadan dapat menawarkan manfaat protektif terhadap penyakit jantung.