Banyak orang dengan gastroesophageal reflux disease (GERD) khawatir berpuasa akan memperburuk gejala seperti nyeri ulu hati, perut terasa panas, atau asam lambung naik. Kekhawatiran ini membuat sebagian orang memilih tidak ikut puasa Ramadan.
Namun, menurut Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan gastroenterologi dan hepatologi FK UI RSCM, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, puasa justru bisa membantu mengurangi keluhan pada sebagian pasien GERD.
Ia mengatakan, konsumsi makanan pemicu GERD, seperti makanan berlemak, akan berkurang saat puasa Ramadan. Hal ini ia sampaikan dalam acara buka puasa bersama Primaya Hospital di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
