Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

 Mengapa GERD Bisa Menyebabkan Batuk Kronis?

Ilustrasi batuk.
ilustrasi batuk (IDN Times/NRF)
Intinya sih...
  • Batuk terus-menerus bisa jadi gejala GERD yang kurang dikenal.
  • Penyebab batuk GERD termasuk iritasi langsung dan mekanisme refleks.
  • Faktor-faktor yang berkontribusi meliputi tembakau, obesitas, dan makanan tertentu.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Batuk terus-menerus yang tak kunjung sembuh bisa jadi bukan hanya batuk biasa, melainkan terkait dengan GERD (gastroesophageal reflux disease). Jika kamu bertanya-tanya apakah GERD menyebabkan batuk? Jawabannya adalah ya. Batuk yang berhubungan dengan GERD adalah gejala refluks asam yang kurang dikenal tetapi tidak nyaman.

Saat asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan, hal itu dapat mengiritasi tenggorokan dan saluran pernapasan, menyebabkan refluks asam dan batuk. Untungnya, ada strategi efektif untuk mengobati batuk akibat refluks asam. Di sini, akan dibahas lebih mendalam seputar batuk terkait GERD.

1. Bisakah GERD menyebabkan batuk?

Batuk yang berhubungan dengan GERD terjadi saat asam lambung mencapai tenggorokan atau saluran pernapasan. Hal ini memicu iritasi dan peradangan. Ini dapat terjadi dengan dua cara:

  • Iritasi langsung: Asam lambung dan enzim pencernaan naik ke kerongkongan dan masuk ke tenggorokan, mengiritasi pita suara dan saluran pernapasan. Iritasi ini dapat menyebabkan batuk kering yang terus-menerus, suara serak, dan bahkan sakit tenggorokan.
  • Mekanisme refleks: Kendati asam tidak mencapai tenggorokan, asam dapat merangsang saraf di kerongkongan yang memicu refleks batuk. Ini berarti GERD dapat menyebabkan batuk meskipun kamu tidak merasakan mulas. Karena itu, orang dengan batuk kronis yang terkait dengan GERD sering kali tidak mengaitkannya dengan refluks asam. Itu karena mereka tidak mengalami gejala heartburn klasik.

2. Faktor-faktor yang berkontribusi

Penggunaan tembakau, obesitas, dan kehamilan dapat memfasilitasi atau memperburuk gejala GERD, seperti batuk, dengan melemahkan atau mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah, sekelompok otot di ujung kerongkongan. Ketika sfingter esofagus bagian bawah melemah, ini memungkinkan isi perut naik ke saluran makanan dan tenggorokan.

Makanan dan minuman tertentu juga dapat memperburuk GERD. Termasuk di antaranya:

  • Minuman beralkohol.
  • Minuman berkafein.
  • Cokelat.
  • Buah jeruk.
  • Makanan yang digoreng dan berlemak.
  • Bawang putih.
  • Mint dan makanan beraroma mint (terutama peppermint dan spearmint)
  • Bawang bombai.
  • Makanan pedas.
  • Makanan berbahan dasar tomat.

3. Tanda-tanda batuk GERD

Ilustrasi batuk terkait GERD.
ilustrasi batuk karena GERD (freepik.com/krakenimages.com)

GERD adalah salah satu penyebab batuk kronis yang paling umum. Dalam hal ini, kronis mengacu pada batuk yang berlangsung selama 8 minggu atau lebih. Orang dengan batuk kronis yang berkaitan dengan GERD mungkin memiliki atau tidak memiliki gejala lain, atau gejala tersebut mungkin tidak parah. Jika gejala GERD muncul, gejala tersebut dapat meliputi:

  • Heartburn.
  • Tenggorokan terasa terbakar.
  • Tenggorokan terasa sesak.
  • Sakit perut setelah makan.
  • Sendawa.
  • Sesak napas.
  • Regurgitasi.
  • Sakit punggung setelah makan.
  • Mual.

4. Pengujian GERD pada orang yang mengalami batuk kronis

GERD dapat sulit didiagnosis pada orang dengan batuk kronis namun tidak memiliki gejala heartburn.

Endoskopi saluran pencernaan bagian atas, atau EGD, adalah tes yang paling sering digunakan untuk mengevaluasi gejala.

Pemeriksaan pH 24 jam, yang memantau pH di saluran makanan, juga merupakan tes yang efektif untuk orang dengan batuk kronis yang mungkin tidak memiliki tanda-tanda refluks asam lainnya yang jelas. Tes MII-pH juga dapat mendeteksi refluks non-asam.

Dokter juga dapat mencoba inhibitor pompa proton (PPI), sejenis obat untuk GERD, untuk jangka waktu tertentu untuk melihat apakah gejalanya mereda. Jika gejala membaik dengan terapi PPI, kemungkinan kamu mengalami GERD. Obat PPI adalah beberapa obat bebas (OTC) yang umum untuk GERD, meskipun juga tersedia dalam resep dokter.

5. Cara mengatasi batuk akibat GERD

Berikut beberapa kiat praktis tentang cara mengatasi batuk GERD:

  • Tinggikan kepala saat tidur: Gravitasi membantu menjaga asam tetap di perut. Mengangkat kepala 15-20 cm saat tidur dapat mengurangi refluks dan batuk di malam hari. 
  • Hindari makan larut malam: Makan menjelang waktu tidur meningkatkan risiko refluks asam. Makanlah setidaknya 2-3 jam sebelum tidur untuk membantu mengurangi batuk GERD di malam hari.
  • Makan dalam porsi kecil dan sering: Porsi makan besar memberi tekanan pada perut dan meningkatkan kemungkinan refluks. Porsi makan kecil dan seimbang lebih mudah dicerna. Hindari makan berlebihan dan pilihlah 5-6 porsi makan ringan sehari.
  • Jauhi makanan pemicu: Makanan tertentu mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah dan memungkinkan asam keluar ke kerongkongan. Pemicu umum meliputi makanan pedas, kafein, cokelat, jeruk, tomat, mkanan berlemak atau gorengan.
  • Pertahankan berat badan yang sehat: Kelebihan berat badan di sekitar perut memberi tekanan pada perut, meningkatkan refluks.
  • Hindari merokok dan alkohol: Keduanya melemahkan sfingter esofagus bagian bawah dan memperburuk gejala refluks. 
  • Kunyah permen karet setelah makan: Mengunyah permen karet tanpa gula meningkatkan produksi air liur, yang membantu menetralkan asam lambung dan membersihkannya dari kerongkongan. 

Batuk kronis mungkin merupakan tanda GERD, bahkan tanpa adanya gejala GERD umum lainnya, seperti heartburn. Penting untuk melakukan pemeriksaan GERD jika batuk telah berlangsung selama 8 minggu atau lebih, dan tidak ada penyebab lain yang jelas. Pengobatannya mungkin memerlukan perubahan gaya hidup, seperti membatasi alkohol dan tembakau, serta terapi pengobatan jika dibutuhkan.

Referensi

Gastroenterology Consultants of San Antonio. Diakses pada Februari 2026. "Can GERD Cause Coughing?"

Healthline. Diakses pada Februari 2026. "GERD and Chronic Cough: What Is the Link?"

Sakra World Hospital. Diakses pada Februari 2026. "8 Tips to Stop a GERD Cough."

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

 Mengapa GERD Bisa Menyebabkan Batuk Kronis?

17 Feb 2026, 14:04 WIBHealth