Jika keluhan disertai kelemahan pada satu sisi tubuh, sulit bicara, pandangan ganda, nyeri dada, pingsan, atau sakit kepala hebat mendadak, segera cari pertolongan medis.
Gejala-gejala tersebut bisa mengarah pada masalah yang lebih serius seperti stroke, gangguan jantung, atau gangguan saraf. Pada jemaah lansia atau yang memiliki penyakit kronis, tanda bahaya seperti ini tidak boleh diabaikan.
Segera cari petugas kesehatan atau pendamping jika merasa gejala berbeda dari biasanya. Lebih baik memeriksakan diri terlalu cepat daripada terlambat.
Bagi jemaah haji dengan riwayat vertigo, memahami kondisi tubuh sendiri juga menjadi bagian penting dari persiapan. Dengan pemeriksaan yang tepat, obat yang cukup, istirahat yang baik, dan strategi mencegah dehidrasi, banyak orang dengan vertigo tetap bisa lancar beribadah haji. Kuncinya, jangan memaksakan diri dan selalu dengarkan sinyal dari tubuh.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). “Heat and Cold Illness in Travelers.” CDC Yellow Book 2026. Diakses April 2026.
CDC. “Heat Illnesses.” Travelers’ Health. Diakses April 2026.
Federica Bressi et al., “Vestibular Rehabilitation in Benign Paroxysmal Positional Vertigo: Reality or Fiction?,” International Journal of Immunopathology and Pharmacology 30, no. 2 (May 9, 2017): 113–22, https://doi.org/10.1177/0394632017709917.
Ellis S. Van Der Scheer‐Horst et al., “The Efficacy of Vestibular Rehabilitation in Patients With Benign Paroxysmal Positional Vertigo: A Rapid Review,” Otolaryngology 151, no. 5 (August 25, 2014): 740–45, https://doi.org/10.1177/0194599814546479.
Michael Von Brevern et al., “Benign Paroxysmal Positional Vertigo: Current Status of Medical Management,” Otolaryngology 130, no. 3 (March 1, 2004): 381–82, https://doi.org/10.1016/j.otohns.2003.07.007.
Peng You, Ryan Instrum, and Lorne Parnes, “Benign Paroxysmal Positional Vertigo,” Laryngoscope Investigative Otolaryngology 4, no. 1 (December 14, 2018): 116–23, https://doi.org/10.1002/lio2.230.