ilustrasi sakit telinga (freepik.com/cookie_studio)
Tanda dan gejala relapsing polychondritis bervariasi dari orang ke orang. Ini juga bergantung pada area mana yang terkena. Semua bagian tubuh yang terdapat tulang rawan dapat terpengaruh oleh penyakit langka ini.
Menurut keterangan dari National Organization for Rare Disorder (NORD), gejala relapsing polychondritis dimulai dengan nyeri tiba-tiba, nyeri tekan, dan pembengkakan tulang rawan pada salah satu atau kedua telinga. Peradangan ini bisa menyebar ke bagian telinga yang lain dan bisa berlangsung hingga berminggu-minggu.
Peradangan pada telinga bagian dalam dapat menyebabkan gangguan pendengaran, keseimbangan, dan vertigo.
Ketika relapsing polychondritis memengaruhi hidung, biasanya ditandai dengan hidung pelana atau hidung pesek, hidung tersumbat atau penuh, dan mengeras.
Sementara itu, jika penyakit ini menyerang tenggorokan, dapat menyebabkan batuk kronis, kesulitan bernapas, ataupun kesulitan menelan.
Pada beberapa kasus, penyakit ini juga bisa menyebabkan radang dan disfungsi ginjal, peradangan pada tulang rusuk dan tulang dada, serta peradangan pada mata seperti skleritis dan uveitis.