Comscore Tracker

Mengenal Hidrosefalus, Berisiko Menyebabkan Kerusakan Otak Permanen

Calon ortu baru harus tahu

Pernahkah kamu melihat orang yang memiliki ukuran kepala lebih besar secara tidak normal. Ini mengacu pada kondisi hidrosefalus (hydrocephalus).

Menurut laporan dalam The Journal of Neurosurgery tahun 2018 ,diperkirakan ada lebih dari 225.000 kasus baru hidrosefalus pada bayi setiap tahunnya, kemungkinan besar disebabkan oleh infeksi pada susunan saraf pusat neonatal atau pada masa kanak-kanak. Dikatakan angka kejadiannya sekitar 750 kasus baru per 100.000 kelahiran hidup 

Umumnya, hidrosefalus yang terdiagnosis selama masa kanak-kanak merupakan penyakit kronis yang dibawa hingga dewasa dan memerlukan pengalihan cairan serebrospinal (CFS) lanjutan. Hidrosefalus onset dewasa dapat terjadi akibat obstruksi terkait tumor, infeksi, trauma, dan penyebab idiopatik (misalnya hidrosefalus tekanan normal).

Apa sih, sebenarnya hidrosefalus itu? Seberapa bahaya kondisi ini? Apa saja penyebab, gejala, serta cara pengobatannya? Temukan jawabannya lewat ulasan di bawah ini.

1. Apa itu hedrosefalus?

Mengenal Hidrosefalus, Berisiko Menyebabkan Kerusakan Otak Permanenilustrasi bayi menangis (pixabay.com/Tania Van den Berghen)

Dilansir Mayo Clinic, hidrosefalus adalah penumpukan cairan di dalam rongga (ventrikel) jauh di dalam otak. Cairan berlebih ini dapat meningkatkan ukuran ventrikel dan memberi tekanan pada otak.

Cairan serebrospinal biasanya mengalir melalui ventrikel dan membasahi otak dan tulang belakang. Akan tetapi, tekanan akibat terlalu banyak cairan serebrospinal yang terkait dengan hidrosefalus dapat merusak jaringan otak dan menyebabkan berbagai gangguan pada fungsi otak.

Hidrosefalus dapat terjadi pada semua usia, tetapi lebih sering terjadi pada bayi dan orang dewasa berusia 60 tahun ke atas. 

2. Apa penyebab hidrosefalus?

Mengenal Hidrosefalus, Berisiko Menyebabkan Kerusakan Otak Permanenilustrasi hidrosefalus (news-medical.net)

Hidrosefalus disebabkan oleh ketidakseimbangan antara berapa banyak cairan serebrospinal yang diproduksi dan seberapa banyak yang diserap ke dalam aliran darah.

Cairan serebrospinal diproduksi oleh jaringan yang melapisi ventrikel otak. Ia mengalir melalui ventrikel melalui saluran interkoneksi. Cairan akhirnya mengalir ke ruang di sekitar otak dan tulang belakang. Ini diserap terutama oleh pembuluh darah di jaringan dekat dasar otak.

Cairan serebrospinal berperan penting dalam fungsi otak dengan cara:

  • Menjaga otak tetap mengapung, memungkinkan otak yang relatif berat mengapung di dalam tengkorak
  • Sebagai bantalan otak untuk mencegah cedera
  • Menghilangkan produk limbah metabolisme otak
  • Mengalir bolak-balik antara rongga otak dan tulang belakang untuk mempertahankan tekanan konstan di dalam otak
  • Mengompensasi perubahan tekanan darah di otak

Kelebihan cairan serebrospinal di ventrikel terjadi karena salah satu alasan berikut:

  • Halangan, ketika obstruksi parsial aliran normal cairan serebrospinal, baik dari satu ventrikel ke ventrikel lain atau dari ventrikel ke ruang lain di sekitar otak (paling umum terjadi)
  • Penyerapan yang buruk, ketika masalah dengan mekanisme yang memungkinkan pembuluh darah menyerap cairan serebrospinal. Ini sering dikaitkan dengan peradangan jaringan otak akibat penyakit atau cedera (tidak umum terjadi)
  • Produksi berlebih, ketika cairan serebrospinal dibuat lebih cepat daripada yang dapat diserap (jarang)

Baca Juga: Waspadai Pendarahan Otak, yuk Kenali Gejala dan Penyebabnya!

3. Faktor risiko hidrosefalus

Mengenal Hidrosefalus, Berisiko Menyebabkan Kerusakan Otak Permanenilustrasi bayi (unsplash.com/Peter Oslanec)

Dalam banyak kasus, penyebab pasti hidrosefalus tidak diketahui. Namun, sejumlah masalah perkembangan medis dapat berkontribusi atau memicu terjadinya hidrosefalus.

Hidrosefalus yang muncul saat lahir (bawaan) atau tidak lama setelah lahir dapat terjadi karena salah satu dari hal berikut:

  • Perkembangan abnormal dari sistem saraf pusat yang dapat menghalangi aliran cairan serebrospinal
  • Pendarahan di dalam ventrikel, kemungkinan karena komplikasi kelahiran prematur
    Infeksi pada rahim saat hamil, seperti rubela atau sifilis, yang dapat menyebabkan peradangan pada jaringan otak janin

Faktor lain yang dapat menyebabkan hidrosefalus pada semua kelompok usia meliputi:

  • Lesi atau tumor otak atau sumsum tulang belakang
  • Infeksi sistem saraf pusat, seperti meningitis bakterial atau gondongan
  • Pendarahan di otak akibat stroke atau cedera kepala
  • Cedera traumatis lainnya pada otak

4. Tanda dan gejala yang muncul pada hidrosefalus

Mengenal Hidrosefalus, Berisiko Menyebabkan Kerusakan Otak Permanenilustrasi rawat inap rumah sakit (freepik.com/lifeforstock)

Dilansir Healthline, hidrosefalus dapat menyebabkan kerusakan otak permanen. Jadi, kamu harus mengenali tanda dan gejalanya agar tahu kapan harus mencari pertolongan medis. Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak, tetapi dapat menyerang orang dari segala usia.

Tanda awal hidrosefalus pada bayi meliputi:

  • Ubun-ubun tampak menonjol, yang merupakan titik lunak di permukaan tengkorak
  • Peningkatan lingkar kepala yang cepat
  • Mata yang tertuju ke bawah
  • Kejang
  • Kerewelan ekstrem
  • Muntah
  • Kantuk berlebihan
  • Makan yang buruk
  • Nada dan kekuatan otot yang rendah

Gejala atau tanda yang memengaruhi balita dan anak yang lebih tua meliputi:

  • Tangisan pendek bernada tinggi
  • Perubahan kepribadian
  • Perubahan struktur wajah
  • Mata juling
  • Sakit kepala
  • Kejang otot
  • Pertumbuhan tertunda
  • Kesulitan makan
  • Kantuk yang ekstrem
  • Sifat lekas marah
  • Kehilangan koordinasi
  • Kehilangan kendali kandung kemih
  • Lebih besar dari kepala normal
  • Kesulitan tetap terjaga atau bangun
  • Muntah atau mual
  • Kejang
  • Masalah konsentrasi

Gejala pada orang dewasa muda dan paruh baya meliputi:

  • Sakit kepala kronis
  • Kehilangan koordinasi
  • Kesulitan berjalan
  • Masalah kandung kemih
  • Masalah penglihatan
  • Ingatan yang buruk
  • Kesulitan konsentrasi

Pada kasus hidrosefalus tekanan normal (NPH), biasanya kondisi ini dimulai secara perlahan dan lebih sering dialami orang dewasa di atas usia 60 tahun. Salah satu tanda paling awal adalah jatuh tiba-tiba tanpa kehilangan kesadaran. Gejala umum NPH meliputi perubahan cara berjalan, gangguan fungsi mental seperti masalah memori, kesulitan mengontrol urine, kesulitan mengontrol tinja, dan sakit kepala.

5. Komplikasi yang bisa terjadi

Mengenal Hidrosefalus, Berisiko Menyebabkan Kerusakan Otak Permanenilustrasi wisuda (unsplash.com/Vasily Koloda)

Komplikasi jangka panjang hidrosefalus dapat sangat bervariasi dan sering kali sulit diprediksi. Jika hidrosefalus berkembang pesat pada saat lahir, dapat menyebabkan cacat intelektual, dan perkembangan fisik yang signifikan.

Pada kasus yang tidak terlalu parah dan ditangani dengan cepat, mungkin memiliki lebih sedikit komplikasi serius.

Hidrosefalus yang dialami orang dewasa akan cenderung mengakibatkan penurunan memori secara signifikan atau keterampilan berpikir lainnya. Umumnya juga pemulihan lebih buruk dan gejala yang terus-menerus setelah mendapat pengobatan hidrosefalus.

Tingkat keparahan komplikasi tergantung pada:

  • Masalah medis atau perkembangan yang mendasari
  • Tingkat keparahan gejala awal
  • Ketepatan waktu diagnosis dan pengobatan

6. Pengobatan hidrosefalus

Mengenal Hidrosefalus, Berisiko Menyebabkan Kerusakan Otak Permanenilustrasi pembedahan (unsplash.com/Bofu Shaw)

Hidrosefalus bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat. Perawatan mungkin tidak membalikkan kerusakan otak yang sudah terjadi, tetapi lebih fokus untuk mencegah kerusakan otak lebih lanjut. Ini melibatkan pemulihan aliran cairan serebrospinal yang normal.

Dokter mungkin akan melakukan penanganan berikut ini:

  • Penyisipan shunt, yaitu pintasan dimasukkan melalui pembedahan. Shunt adalah sistem drainase yang terbuat dari tabung panjang dengan katup. Katup membantu aliran cairan serebrospinal pada kecepatan normal dan ke arah yang benar. Dokter akan memasukkan salah satu ujung tabung di otak dan ujung lainnya ke dada atau rongga perut. Cairan yang berlebih kemudian mengalir dari otak dan keluar dari ujung tabung lainnya, sehingga lebih mudah diserap. Implan shunt biasanya permanen dan harus dipantau secara teratur (pilihan yang banyak digunakan).
  • Ventrikulostomi, prosedur ini dapat dilakukan sebagai alternatif pemasangan shunt. Ini melibatkan pembuatan lubang di bagian bawah ventrikel atau di antara ventrikel yang memungkinkan cairan serebrospinal keluar dari otak.

Itulah fakta medis seputar hidrosefalus mulai dari definisi, penyebab, gejala, komplikasi, faktor risiko, hingga cara pengobatan medis yang diperlukan. Mengingat kondisi ini bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, segera periksa ke dokter bila mengalami gejalanya. Makin dini diagnosis dan pengobatan, maka risiko komplikasi berbahaya bisa dicegah.

Baca Juga: 7 Penyakit Langka yang Menyerang Otak Manusia, Semoga Tak Mengalaminya

Reni Purwanti Photo Verified Writer Reni Purwanti

Haiiii... jangan lupa bahagia

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya