Comscore Tracker

Mengenal Diabetes Insipidus, Bikin Sering Haus dan Buang Air Kecil

Tidak sama dengan diabetes melitus, lho

Jika mendengar kata diabetes, pasti pikiran kita mengacu pada suatu kondisi yang berkaitan dengan hormon insulin dan kadar gula darah yang tinggi atau diabetes melitus. Namun, ada kondisi berbeda dengan nama yang hampir sama yaitu diabetes insipidus.

Diabetes insipidus termasuk kondisi langka, memengaruhi sekitar 1 dari setiap 25.000 orang. Kondisi ini membuat seseorang selalu merasa haus dan sering buang air kecil. Nah, berikut beberapa hal tentang diabetes insipidus yang penting untuk kamu ketahui. Disimak ya!

1. Apa itu diabetes insipidus?

Mengenal Diabetes Insipidus, Bikin Sering Haus dan Buang Air Kecilfreepik/Jcomp

Melansir Mayo Clinic, diabetes insipidus merupakan kelainan yang menyebabkan ketidakseimbangan cairan di dalam tubuh. Ketidakseimbangan tersebut akan membuat seseorang merasa sangat haus, bahkan saat sudah minum air. Selain itu, penderita juga menghasilkan volume urine yang banyak.

Diabetes insipidus termasuk kondisi yang cukup langka. Jika tidak diatasi, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi, seperti dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit tubuh. Melansir National Health Service (NHS), jika mengidap diabetes insipidus, tubuh kesulitan untuk mempertahankan cukup cairan meskipun sudah cukup minum. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi.

Diabetes insipidus juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Elektrolit merupakan mineral dalam tubuh, contohnya natrium, kalium, kalsium dan lainnya. Jika tubuh kehilangan terlalu banyak air, konsentrasi elektrolit bisa naik.

2. Ditandai rasa haus berlebihan dan sering buang air kecil

Mengenal Diabetes Insipidus, Bikin Sering Haus dan Buang Air Kecilpexels/Daria Shevtsova

Beberapa gejala yang bisa dialami penderita diabetes insipidus seperti:

  • Rasa haus yang berlebihan
  • Menghasilkan urine dalam jumlah yang banyak
  • Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil
  • Ingin minum air dingin

Berdasarkan Mayo Clinic, pada kondisi yang serius, penderita bisa mengeluarkan urine hingga 19 liter per hari jika mengkonsumsi banyak cairan.

Padahal, orang dewasa yang sehat biasanya buang air kecil rata-rata sebanyak 1-2 liter per hari. Sementara itu, gejala yang bisa dialami oleh bayi dan anak-anak di antaranya:

  • Mengompol
  • Sulit tidur
  • Rewel
  • Demam
  • Muntah
  • Pertumbuhan lebih lambat
  • Penurunan berat badan

Baca Juga: 10 Makanan Pengganti Nasi untuk Penderita Diabetes, Lebih Sehat Lho

3. Diabetes insipidus berbeda dengan diabetes melitus

Mengenal Diabetes Insipidus, Bikin Sering Haus dan Buang Air Kecilpixabay/Tumisu

Memiliki nama yang hampir sama, diabetes insipidus dan diabetes melitus merupakan dua kondisi yang berbeda. Adapun persamaan dari kedua kondisi tersebut yaitu sama-sama membuat penderitanya merasa haus dan sering buang air kecil.

Mengutip laman Diabetes.co.uk, diabetes melitus terjadi karena resistensi insulin ataupun pankreas tidak memproduksi cukup insulin yang mengakibatkan kadar gula darah tinggi.

Di sisi lain, diabetes insipidus menyebabkan pengidapnya sering buang air kecil karena ginjal memproduksi urine dalam jumlah yang banyak. Hal ini disebabkan oleh adanya masalah hormon antidiuretik atau vasopressin.

4. Penyebab diabetes insipidus

Mengenal Diabetes Insipidus, Bikin Sering Haus dan Buang Air Kecilfreepik/Jcomp

Penyebab diabetes insipidus berkaitan dengan masalah pada hormon antidiuretik atau vasopressin. Dikutip dari NHS, vasopressin memiliki peran dalam pengaturan jumlah cairan di dalam tubuh.

Hormon tersebut diproduksi oleh hipotalamus di otak. Vasopressin dari hipotalamus akan disimpan di kelenjar pituitari sampai dibutuhkan.

Kelenjar pituitari akan mengeluarkan vasopressin ketika jumlah cairan dalam tubuh terlalu rendah. Hal ini membantu dalam mempertahankan cairan tubuh dengan mengurangi jumlah cairan yang terbuang melalui ginjal dalam bentuk urine.

Pada diabetes insipidus, produksi vasopressin berkurang atau ginjal tidak merespon vasopressin dengan baik. Kondisi ini memungkinkan ginjal memproduksi terlalu banyak urine dan mengeluarkan banyak cairan.

Oleh sebab itu, pengidap penyakit ini akan merasa sering haus dan lebih banyak minum air untuk mengimbangi jumlah cairan yang hilang.

5. Tipe-tipe diabetes insipidus

Mengenal Diabetes Insipidus, Bikin Sering Haus dan Buang Air Kecilpexels/Negative Space

Mengutip beberapa sumber, beberapa tipe diabetes insipidus berdasarkan penyebabnya yaitu:

  • Diabetes insipidus sentral. Diabetes insipidus tipe ini disebabkan oleh adanya kerusakan pada kelenjar pituitari atau hipotalamus sehingga memengaruhi produksi, penyimpanan dan pelepasan vasopressin. Kondisi tersebut bisa terjadi akibat tumor, operasi, cedera kepala atau penyakit tertentu.
  • Diabetes insipidus nefrogenik. Pada tipe yang satu ini, diabetes insipidus terjadi karena adanya kelainan pada tubulus ginjal. Kelainan ini membuat ginjal tidak bisa merespon vasopressin dengan baik. Kondisi tersebut bisa dipicu oleh kelainan genetik, penyakit ginjal kronis atau konsumsi obat-obatan tertentu, seperti lithium.
  • Diabetes insipidus gestasional. Kondisi ini terbilang cukup langka dan biasanya dialami oleh ibu hamil. Diabetes insipidus gestasional terjadi hanya selama masa kehamilan ketika enzim yang dihasilkan oleh plasenta merusak vasopressin pada ibu.
  • Polidipsia primer atau diabetes insipidus dipsogenik. Polidipsia primer membuat seseorang merasa sangat haus dan mengkonsumsi terlalu banyak cairan. Hal ini bisa terjadi karena kerusakan mekanisme yang mengatur rasa haus pada hipotalamus. Selain itu, polidipsia primer juga kerap dikaitkan dengan gangguan mental tertentu, seperti skizofrenia.

5. Pengobatan diabetes insipidus

Mengenal Diabetes Insipidus, Bikin Sering Haus dan Buang Air KecilUnplash.com/Kendal

Pada kasus yang ringan, pengidap diabetes insipidus disarankan agar meningkatkan konsumsi air untuk mengganti cairan yang hilang. Seperti dilansir dari Mayo Clinic, pilihan pengobatan diabetes insipidus lainnya meliputi:

  • Diabetes insipidus sentral: Dengan pemberian obat-obatan pengganti hormon antidiuretik atau vasopressin, seperti desmopressin.
  • Diabetes insipidus nefrogenik: Pada tipe ini, ginjal tidak merespon vasopressin dengan baik sehingga tidak bisa ditangani dengan desmopressin. Pengidapnya juga butuh minum cukup air untuk menghindari dehidrasi. Perawatan dengan obat, seperti hydrochlorothiazide bisa membantu mengatasi gejala. Jika gejala disebabkan oleh obat-obatan, menghentikan konsumsi obat dapat membantu. Namun, pasien perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
  • Diabetes insipidus gestasional: Pengobatan bagi kebanyakan orang dengan diabetes insipidus tipe ini yaitu dengan desmopressin.
  • Diabetes insipidus dipsogenik: Tidak ada pengobatan spesifik untuk tipe ini. Jika berkaitan dengan gangguan mental tertentu, maka mengobati gangguan mental yang mendasari dapat meringankan gejala.

 

Banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang merasa sangat haus dan sering buang air kecil. Jika kamu merasa kondisi tersebut tidak wajar, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya serta terhindar dari komplikasi yang bisa terjadi.

Baca Juga: 10 Panduan Makanan Sehat untuk Penderita Diabetes

Rifa Photo Verified Writer Rifa

.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Albin Sayyid Agnar

Berita Terkini Lainnya