Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Campak pada Orang dengan Sistem Imun Lemah, Apa Risikonya?
ilustrasi pasien kanker (pexels.com/Thirdman)
  • Campak dapat menyebabkan komplikasi serius pada individu dengan sistem imun lemah.

  • Risiko meliputi pneumonia, ensefalitis, hingga kematian.

  • Pencegahan melalui vaksinasi dan perlindungan kelompok sangat krusial.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam banyak kasus, tubuh mampu melawan infeksi campak tanpa komplikasi serius. Namun, situasinya bisa berbeda bagi orang dengan sistem imun yang lemah. Bagi kelompok ini, campak bukan infeksi ringan. Virusnya bisa menyebar lebih cepat, bertahan lebih lama, dan menyebabkan kerusakan yang lebih luas dalam tubuh.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), campak tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian pada anak di seluruh dunia, terutama di kelompok dengan daya tahan tubuh rendah.

1. Mengapa campak lebih berbahaya pada orang yang sistem imunnya lemah?

Campak disebabkan oleh virus yang sangat menular dan menyerang sistem imun secara langsung. Setelah masuk ke tubuh, virus tidak hanya menyebabkan gejala, tetapi juga melemahkan sistem pertahanan tubuh.

Bahkan, infeksi campak dapat “menghapus” sebagian memori imun tubuh terhadap infeksi sebelumnya. Fenomena ini disebut sebagai immune amnesia. Artinya, seseorang tidak hanya melawan campak, tetapi juga menjadi lebih rentan terhadap infeksi lain setelahnya.

Pada individu dengan sistem imun lemah, seperti orang yang hidup dengan HIV, pasien kanker, atau mereka yang menjalani terapi imunosupresif, efek ini bisa jauh lebih berat.

2. Risiko dan komplikasi yang perlu diwaspadai

ilustrasi pasien dirawat inap di rumah sakit (pexels.com/RDNE Stock project)

Berikut ini beberapa potensi risiko dan komplikasi campak pada orang dengan sistem imun lemah:

1. Pneumonia

Pneumonia adalah komplikasi paling umum dan mematikan dari campak. Sebagian besar kematian akibat campak disebabkan oleh komplikasi paru. Pada individu dengan imunitas lemah, infeksi paru dapat berkembang cepat dan sulit ditangani.

2. Ensefalitis

Campak juga dapat menyebabkan peradangan pada otak yang dikenal sebagai ensefalitis.

Kondisi ini dapat menimbulkan:

  • Kejang.

  • Kerusakan otak permanen.

  • Gangguan neurologis jangka panjang.

Meskipun jarang, tetapi risikonya meningkat pada kelompok rentan.

3. Infeksi sekunder yang lebih berat

Karena sistem imun melemah, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri atau virus lain. Penurunan imunitas setelah campak dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, menurut penelitian. Ini berarti dampak campak tidak berhenti setelah gejala utama hilang.

4. Malnutrisi dan penurunan kondisi tubuh

Campak sering menyebabkan kehilangan nafsu makan dan gangguan penyerapan nutrisi.

Pada individu dengan kondisi kesehatan yang sudah lemah, ini dapat memperburuk status gizi dan memperlambat pemulihan.

5. Risiko kematian lebih tinggi

Menurut WHO, angka kematian akibat campak jauh lebih tinggi pada kelompok dengan imunitas rendah, terutama di wilayah dengan akses kesehatan terbatas. Ini menegaskan bahwa campak bukan penyakit yang bisa dianggap sepele dalam semua kondisi.

3. Siapa yang termasuk kelompok berisiko?

Kelompok dengan imunitas lemah meliputi:

  • Anak-anak yang mengalami malnutrisi.

  • Lansia.

  • Orang yang hidup dengan HIV/AIDS.

  • Pasien kanker atau transplantasi organ.

  • Individu yang menggunakan obat imunosupresif.

Pada kelompok ini, pendekatan pencegahan dan penanganan harus lebih ketat.

4. Pencegahan adalah kunci

ilustrasi vaksinasi pada lansia (freepik.com/Lifestylememory)

Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah infeksi campak dan komplikasi serius.

Selain itu, konsep herd immunity atau kekebalan kelompok sangat penting. Ketika sebagian besar populasi terlindungi, penyebaran virus dapat ditekan, sehingga melindungi mereka yang tidak bisa divaksinasi.

Campak mungkin terlihat seperti penyakit sederhana, tetapi dampaknya bisa berbeda, tergantung kondisi tubuh seseorang. Pada individu dengan sistem imun lemah, risiko komplikasi meningkat secara signifikan dan dapat berujung fatal.

Dengan memahami risiko ini, kamu bisa lebih aware tentang pentingnya pencegahan, terutama melalui vaksinasi dan herd immunnity. Dalam konteks kesehatan masyarakat, melindungi yang paling rentan bukan hanya pilihan, tetapi tanggung jawab bersama.

Referensi

World Health Organization. “Measles.” Diakses Maret 2026.

Michael J. Mina et al., “Measles Virus Infection Diminishes Preexisting Antibodies That Offer Protection From Other Pathogens,” Science 366, no. 6465 (October 31, 2019): 599–606, https://doi.org/10.1126/science.aay6485.

Centers for Disease Control and Prevention. “Measles Complications.” Diakses Maret 2026.

Michael J. Mina et al., “Long-term Measles-induced Immunomodulation Increases Overall Childhood Infectious Disease Mortality,” Science 348, no. 6235 (May 7, 2015): 694–99, https://doi.org/10.1126/science.aaa3662.

Editorial Team