Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa Risiko Jalan Jauh saat Haji bagi Orang dengan Varises?
Jemaah haji saat berjalan di King Fahd Road Mina, Arab Saudi. (IDN Times/Sunariyah)
  • Selama haji, jemaah dengan varises menghadapi tekanan besar pada vena akibat jalan jauh, berdiri lama, panas ekstrem, dan dehidrasi yang dapat memperburuk nyeri serta pembengkakan kaki.
  • Varises bisa menimbulkan komplikasi serius seperti luka vena, perubahan warna kulit, hingga peradangan pembuluh darah superfisial yang memerlukan perhatian medis segera bila gejala memburuk.
  • Risiko dapat dikurangi dengan memakai stoking kompresi, menjaga hidrasi, istirahat berkala, mengenakan alas kaki nyaman, serta mengenali batas tubuh agar sirkulasi tetap optimal selama ibadah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini menunjukkan sisi positif dari kesadaran dan pengelolaan diri selama ibadah haji bagi jemaah dengan varises. Dengan memahami cara kerja sistem vena serta mengenali tanda kelelahan tubuh, jemaah dapat menjaga kesehatan kaki tanpa harus mengorbankan pengalaman spiritualnya. Panduan praktis seperti hidrasi cukup, istirahat berkala, dan pemilihan alas kaki nyaman memperlihatkan bahwa keseimbangan antara ibadah dan perawatan diri sangat mungkin dicapai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di banyak foto dan pemberitaan haji, yang paling sering terlihat adalah lautan manusia yang terus bergerak. Ada yang berjalan cepat mengejar rombongan, ada yang berdiri lama mengantre, ada juga yang berpindah-pindak lokasi ibadah dalam suhu yang sangat panas. Tubuh seolah terus bekerja, terutama kaki yang menjadi penggerak tubuh selama rangkaian ibadah berlangsung.

Bagi jemaah dengan varises, kaki mungkin lebih cepat berat, betis terasa tegang menjelang malam, atau bengkak lebih mudah terjadi dibanding biasanya. Keluhan seperti ini sering dianggap cuma kelelahan, padahal dalam kondisi varises, sistem pembuluh darah vena memang sedang bekerja lebih keras untuk melawan gravitasi dan mengembalikan darah ke jantung.

Masalahnya, kombinasi antara jalan jauh, berdiri lama, panas, dehidrasi, dan minim waktu pemulihan dapat membuat tekanan pada vena meningkat terus-menerus selama haji. Karena itu, memahami risiko varises saat haji bisa membantu jemaah mengenali kapan tubuh mulai kewalahan dan bagaimana mengurangi beban yang tidak perlu pada kaki.

1. Kenapa varises bisa memburuk saat haji?

Varises terjadi ketika katup pada pembuluh darah vena melemah sehingga darah lebih sulit kembali ke jantung dan cenderung berkumpul di tungkai. Akibatnya, pembuluh darah bisa melebar, menonjol, terasa berat, nyeri, atau bengkak.

Gejala varises sering memburuk setelah berdiri lama, duduk terlalu lama, cuaca panas, dan aktivitas yang memberi tekanan berkepanjangan pada kaki.

Situasi seperti ini sangat mungkin terjadi selama rangkaian ibadah haji.

2. Jalan kaki jarak jauh bisa menjadi beban besar untuk vena

Salah satu tantangan terbesar saat haji adalah mobilitas. Jemaah bisa berjalan berkilo-kilometer dalam sehari, terutama saat tawaf, sai, perjalanan di Mina, atau pindah antarlokasi ibadah.

Pada orang sehat, otot betis membantu memompa darah kembali ke atas saat berjalan. Namun pada orang dengan varises, sistem vena sudah bekerja kurang efisien. Akibatnya, tekanan di vena kaki dapat meningkat lebih tinggi dibanding normal.

Penelitian menunjukkan insufisiensi vena kronis (varises adalah salah satu manifestasi klinis utama dari insufisiensi vena kronis) dapat menyebabkan rasa berat di kaki, nyeri, pembengkakan, kram, hingga kelelahan kaki yang memburuk sepanjang hari.

Dalam kondisi haji yang padat dan panas, gejala tersebut bisa terasa lebih berat.

3. Berdiri lama bisa memperburuk pembengkakan

Jemaah haji melakukan sa'i dari Bukit Safa ke Marwah di Makkah (IDN Times/Sunariyah)

Bukan cuma berjalan jauh yang menjadi masalah. Berdiri terlalu lama juga dapat memperburuk varises karena darah lebih mudah “mengendap” di tungkai bawah akibat gravitasi.

Banyak jemaah menggambarkan kaki mereka terasa penuh, panas, tegang, atau seperti ditarik.

Pada kondisi tertentu, pembengkakan bahkan bisa membuat sepatu terasa sempit menjelang akhir hari.

Berdiri lama merupakan salah satu faktor yang paling sering memperberat gejala insufisiensi vena kronis.

4. Cuaca panas bisa membuat pembuluh darah makin melebar

Panas menyebabkan pembuluh darah melebar (vasodilatasi). Pada orang dengan varises, pelebaran ini dapat membuat darah semakin sulit naik kembali ke jantung.

Akibatnya, kaki terasa lebih berat, pembengkakan meningkat, dan nyeri bisa bertambah.

Dehidrasi juga dapat memperburuk kondisi sirkulasi dan membuat tubuh lebih cepat lelah.

Karena itu, kombinasi dari panas, dehidrasi, jalan jauh, dan berdiri dalam waktu lama bisa menjadi paket lengkap yang memperberat varises selama haji.

5. Risiko yang sering diremehkan: dari luka hingga penggumpalan darah

Pada sebagian orang, varises bukan cuma pegal di kaki. Jika insufisiensi vena cukup berat, komplikasi dapat terjadi, misalnya:

  • Perubahan warna kulit.

  • Kulit kering dan gatal.

  • Luka vena.

  • Perdarahan varises.

  • Superficial thrombophlebitis.

Superficial thrombophlebitis adalah peradangan vena superfisial yang disertai penggumpalan darah. Area vena bisa terasa:

  • Nyeri.

  • Keras.

  • Merah.

  • Panas.

Meski berbeda dengan deep vein thrombosis (DVT), tetapi kondisi ini tetap memerlukan perhatian medis. Insufisiensi vena kronis yang tidak ditangani dapat menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan risiko komplikasi kulit maupun vaskular.

6. Apakah orang dengan varises tidak boleh jalan kaki saat haji?

Jemaah haji di Mina, Makkah (IDN Times/Sunariyah)

Tidak selalu. Justru bergerak ringan dan berjalan teratur sebenarnya dapat membantu sirkulasi darah vena.

Masalah biasanya muncul ketika:

  • Durasi jalan terlalu panjang.

  • Tubuh kelelahan.

  • Tidak ada waktu untuk memulihkan diri.

  • Kondisi vena sebelumnya sudah cukup berat.

Karena itu, yang penting bukan menghindari jalan sepenuhnya, melainkan mengatur intensitas, mengenali batasan tubuh, dan meminimalkan tekanan berlebihan pada kaki.

7. Tanda peringatan

Selama haji, beberapa tanda berikut perlu diperhatikan:

  • Pembengkakan kaki makin berat.

  • Nyeri menetap.

  • Kaki terasa panas atau berdenyut.

  • Muncul kemerahan.

  • Vena terasa keras.

  • Kulit berubah warna.

  • Luka sulit sembuh.

Jika salah satu gejala di atas muncul, jemaah sebaiknya tidak memaksakan aktivitas dan segera mencari pertolongan medis. Terutama jika pembengkakan terjadi mendadak hanya pada satu kaki disertai nyeri hebat atau sesak napas, karena kondisi ini perlu evaluasi segera.

8. Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko?

  • Gunakan stoking kompresi

Stoking kompresi membantu memberikan tekanan bertahap pada tungkai sehingga aliran darah vena lebih baik.

Menurut berbagai guideline vaskular internasional, stoking kompresi merupakan salah satu terapi konservatif utama pada varises dan insufisiensi vena kronis. Namun ukuran dan tingkat kompresi ideal sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

  • Jangan menunggu minum sampai sangat haus

Dehidrasi dapat memperburuk kelelahan dan memengaruhi sirkulasi. Minum cukup air secara teratur penting terutama dalam suhu panas dan aktivitas tinggi seperti haji.

  • Istirahatkan kaki secara berkala

Saat ada kesempatan jemaah disarankan untuk duduk, meninggikan posisi kaki, atau sekadar melepas tekanan dari tungkai untuk membantu mengurangi penumpukan darah vena.

  • Kenakan alas kaki yang nyaman

Sepatu yang terlalu sempit dapat memperburuk rasa tidak nyaman dan pembengkakan. Alas kaki yang nyaman dan menopang kaki dengan baik sangat penting selama perjalanan jauh.

  • Jangan memaksakan diri

Banyak jemaah merasa harus terus mengikuti ritme rombongan meski tubuh sudah memberi sinyal kelelahan. Padahal, mengenali batas tubuh juga bagian penting dari menjaga kesehatan selama ibadah.

Bagi jemaah dengan varises, ibadah haji dapat memberi tekanan besar pada sistem vena kaki karena melibatkan jalan jauh, berdiri lama, cuaca panas, dan aktivitas fisik intens. Situasi ini dapat memperberat gejala seperti nyeri, bengkak, rasa berat di kaki, hingga meningkatkan risiko komplikasi vena pada sebagian orang.

Meski begitu, varises tidak harus menjadi penghalang ibadah haji. Dengan persiapan yang tepat, pengelolaan aktivitas, hidrasi yang baik, dan memperhatikan sinyal tubuh, risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Referensi

National Health Service. “Varicose Veins.” Diakses Mei 2026.

Society for Vascular Surgery. “Varicose Veins.” Diakses Mei 2026.

Cleveland Clinic. “Chronic Venous Insufficiency.” Diakses Mei 2026.

Shivik K. Patel, Calin Manea, and Scott M. Surowiec, “Venous Insufficiency,” StatPearls - NCBI Bookshelf, January 31, 2026, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430975/.

Editorial Team