Comscore Tracker

Infeksi Saluran Kemih: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan

Infeksi ini lebih umum terjadi pada perempuan

Infeksi saluran kemih adalah infeksi pada sistem kemih. Jenis infeksi ini bisa melibatkan uretra, ginjal, atau kandung kemih. Akan tetapi, sebagian besar infeksi melibatkan saluran kemih bagian bawah, yaitu kandung kemih dan uretra.

Menurut laporan dalam jurnal International Journal of General Medicine tahun 2021, infeksi saluran kemih adalah salah satu jenis infeksi bakteri yang paling umum, dengan 150 juta orang di dunia terdampak setiap tahunnya.

Merupakan masalah kesehatan yang umum, di Indonesia sendiri prevalensi kejadian infeksi saluran kemih cukup tinggi, diperkirakan sekitar 180.000 kasus per tahun (Depkes RI, 2014).

1. Penyebab

Infeksi Saluran Kemih: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi infeksi saluran kemih (freepik.com/chajamp)

Urine biasanya tidak mengandung bakteri. Urine merupakan produk sampingan dari ginjal. Saat produk limbah dan kelebihan air dikeluarkan dari darah oleh ginjal, urine dibuat. Biasanya, urine bergerak melalui sistem kemih tanpa kontaminasi. Namun, bakteri bisa masuk ke sistem kemih dari luar tubuh dan menyebabkan masalah seperti infeksi dan peradangan atau inflamasi. Inilah yang disebut sebagai infeksi saluran kemih (ISK), mengutip Cleveland Clinic.

ISK umumnya terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih melalui uretra dan berkembang biak di kandung kemih. Meskipun sistem kemih dirancang untuk mencegah serangan dari mikroorganisme seperti itu, tetapi pertahanan tersebut terkadang gagal. Saat itu terjadi, bakteri bisa bertahan dan tumbuh menjadi infeksi besar di saluran kemih.

ISK paling umum terjadi pada perempuan dan paling sering memengaruhi kandung kemih dan uretra.

  • Infeksi kandung kemih (sistitis): jenis ini biasanya disebabkan oleh Escherichia coli, sejenis bakteri yang biasa ditemukan di saluran gastrointestinal. Namun, kadang bisa juga disebabkan oleh bakteri lain. Hubungan seks bisa menyebabkan sistitis, tetapi kamu tidak harus aktif secara seksual untuk mengalami kondisi ini. Semua perempuan berisiko terkena sistitis karena faktor anatomi, karena jarak yang pendek dari uretra ke anus dan pembukaan uretra ke kandung kemih.

  • Infeksi uretra (uretritis): jenis ini bisa terjadi ketika bakteri GI menyebar dari anus ke uretra. Juga, karena uretra perempuan dekat dengan vagina, infeksi menular seksual, seperti herpes, gonore, klamidia, dan mikoplasma dapat menyebabkan uretritis.

2. Faktor risiko

Infeksi Saluran Kemih: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi infeksi saluran kemih (freepik.com/wayhomestudio)

ISK sering dialami pada perempuan dan banyak yang mengalaminya lebih dari satu kali dalam hidupnya. Dilansir Mayo Clinic, faktor risiko ISK khusus untuk perempuan meliputi:

  • Anatomi: perempuan punya uretra yang lebih pendek dibanding laki-laki, yang memperpendek jarak yang harus ditembus bakteri untuk mencapai kandung kemih.
  • Aktivitas seksual: perempuan yang aktif secara seksual cenderung lebih sering mengalami ISK daripada yang tidak aktif secara seksual. Punya pasangan seksual baru juga meningkatkan risiko.
  • Jenis kontrasepsi: perempuan yang menggunakan kontrasepsi diafragma mungkin berisiko lebih tinggi mengalami ISK, serta perempuan yang menggunakan agen spermisida.
  • Menopause: setelah menopause, penurunan sirkulasi estrogen menyebabkan perubahan pada saluran kemih yang membuat perempuan lebih rentan terhadap infeksi.

Faktor risiko lain dapat mencakup: 

  • Kelainan saluran kemih. Bayi yang lahir dengan kelainan saluran kemih yang tidak memungkinkan urinekeluar dari tubuh secara normal atau menyebabkan urine kembali ke uretra memiliki peningkatan risiko ISK.
  • Penyumbatan pada saluran kemih. Batu ginjal atau pembesaran prostat dapat menjebak urine di kandung kemih dan meningkatkan risiko ISK.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah. Diabetes dan penyakit lain yang merusak sistem kekebalan dapat meningkatkan risiko ISK.
  • Penggunaan kateter. Orang yang tidak bisa buang air kecil sendiri dan menggunakan kateter untuk berkemih memiliki peningkatan risiko ISK. Ini mungkin termasuk orang-orang yang dirawat di rumah sakit, orang-orang dengan masalah neurologis yang membuatnya sulit untuk mengontrol kemampuan mereka untuk buang air kecil, dan orang-orang yang yang mengalami kelumpuhan.
  • Prosedur kencing baru-baru ini. Operasi saluran kemih atau pemeriksaan saluran kemih yang melibatkan peralatan medis dapat meningkatkan risiko seseorang terkena ISK.

3. Gejala

Infeksi Saluran Kemih: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustasi infeksi saluran kemih atau ISK (cdc.gov)

ISK menyebabkan lapisan saluran kemih menjadi merah dan mengalami iritasi (inflamasi), sehingga gejala yang bisa timbul antara lain:

  • Nyeri di bagian samping (pinggul), perut, atau daerah panggul
  • Tekanan di panggul bawah
  • Frekuensi buang air kecil meningkat, kebutuhan mendesak untuk buang air kecil (urgensi) dan inkontinensia atau kebocoran urine
  • Buang air kecil yang menyakitkan (disuria) dan darah dalam urine
  • Sering ingin buang air kecil pada malam hari
  • Warna urine tidak normal (keruh) dan serta bau urine yang kuat atau berbau busuk

Gejala lain yang mungkin berhubungan dengan ISK meliputi:

  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Penis terasa sakit
  • Nyeri pinggang (sisi tubuh) atau nyeri punggung bawah
  • Kelelahan
  • Demam (suhu di atas 37,7 derajat Celcius) dan menggigil
  • Muntah
  • Perubahan mental atau kebingungan

4. Diagnosis

Infeksi Saluran Kemih: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi urinalisis (telecare.com)

Berikut ini adalah beberapa tes yang akan digunakan oleh dokter untuk mendiagnosis ISK:

  • Urinalisis: memeriksa urine untuk sel darah merah, sel darah putih, dan bakteri. Jumlah sel darah merah dan sel darah putih yang ditemukan dalam urine bisa mengindikasikan infeksi.
  • Kultur urine: ini digunakan untuk menentukan jenis bakteri yang ada dalam urine. Ini penting karena dapat membantu dokter dalam memberikan pengobatan yang tepat.

Apabila infeksi tidak merespons pengobatan dengan baik atau ISK terjadi berulang, dokter mungkin akan merekomendasikan beberapa tes seperti ultrasound, sistoskopi, atau CT scan untuk memeriksa bila ada penyakit atau cedera pada saluran kemih.

Baca Juga: Yang Perlu Kamu Tahu jika Mengalami Infeksi Saluran Kemih Berulang

5. Pengobatan

Infeksi Saluran Kemih: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi obat resep dokter (unsplash.com/Christina Victoria Craft)

ISK harus diobati. Umumnya pengobatan melibatkan antibiotik untuk membunuh bakteri dan melawan infeksi. Dokter akan meresepkan antibiotik yang paling baik untuk membunuh bakteri yang menyebabkan ISK pada pasien. Beberapa antibiotik yang umum diresepkan di antaranya:

  • Nitrofurantoin
  • Sulfonamida
  • Amoksisilin
  • Sefalosporin
  • Trimetoprim atau sulfametoksazol
  • Doksisiklin
  • Kuinolon 

Patuhi instruksi dokter saat diresepkan antibiotik. Jangan menghentikannya karena gejala hilang atau sudah merasa lebih baik. Karena, bila infeksi tidak diobati sepenuhnya atau antibiotik tidak diminum sampai habis, infeksi bisa kembali.

Pada pasien yang mengalami ISK berulang, ia mungkin akan diberikan resep antibiotik yang akan dikonsumsi pada awal gejala. Pasien lain mungkin diberikan antibiotik untuk diminum setiap hari, setiap dua hari sekali, atau setelah setiap hubungan seksual untuk mencegah infeksi. Bicarakan dengan dokter mengenai pengobatan terbaik bila punya riwayat ISK sering atau berulang.

Agar pengobatan optimal, kamu juga bisa melakukan perawatan rumahan untuk meredakan ketikdaknyamanan sampai antibiotik yang diresepkan bekerja maksimal. Ini yang bisa dilakukan:

  • Minum banyak air putih. Air dapat membantu mengencerkan urine dan mengeluarkan bakteri.
  • Hindari minuman yang dapat mengiritasi kandung kemih, seperti kopi, alkohol, dan minuman bersoda yang mengandung jus sitrus atau kafein hingga infeksi hilang. Minuman seperti ini bisa mengiritasi kandung kemih dan cenderung memperburuk hasrat untuk buang air kecil.
  • Gunakan bantalan pemanas. Aplikasikan bantalan yang hangat, jangan panas, ke perut untuk meminimalkan tekanan kandung kemih atau ketidaknyamanan.

6. Komplikasi yang dapat terjadi

Infeksi Saluran Kemih: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi pielonefritis (medscape.com)

ISK bisa sembuh bila diobati dengan cepat dan tepat. Namun, bila dibiarkan tanpa pengobatan, ISK bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  • Infeksi berulang, terutama pada perempuan yang mengalami dua atau lebih ISK dalam enam bulan, atau empat atau lebih dalam setahun.
  • Kerusakan ginjal permanen akibat infeksi ginjal akut atau kronis (pielonefritis).
  • Peningkatan risiko ibu hamil melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah atau bayi prematur.
  • Penyempitan uretra (striktur) pada laki-laki dari uretritis berulang, yang sebelumnya terlihat pada uretritis gonokokal.
  • Sepsis, yakni komplikasi infeksi yang berpotensi mengancam jiwa, terutama jika infeksi menyebar ke saluran kemih hingga ginjal.

7. Pencegahan

Infeksi Saluran Kemih: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi minum air putih (freepik.com/pressfoto)

Menurut keterangan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), ISK bisa dicegah dengan mempraktikkan hal-hal berikut ini:

  • Segera berkemih setelah berhubungan seksual
  • Cukupi kebutuhan cairan agar terhidrasi dengan baik
  • Mandi dengan pancuran, hindari dulu berendam
  • Hindari atau minimalkan douching, menyemprot, atau menggunakan bubuk atau bedak di area genital
  • Ajari anak perempuan sedini mungkin untuk membasuh vagina dari arah depan ke belakang

Infeksi saluran kemih adalah kondisi yang umum, yang bisa melibatkan infeksi pada saluran kemih, uretra, ureter, atau ginjal. Penyebab paling umumnya adalah bakteri, walaupun bisa juga disebabkan oleh virus atau jamur tetapi kejadiannya lebih jarang.

Bila kamu mengalami gejala-gejala yang mengarah ke infeksi saluran kemih dan memiliki faktor risikonya, sebaiknya segera periksa ke dokter agar bisa mendapat diagnosis dan penanganan tepat serta terhindar dari komplikasi berbahaya.

Baca Juga: Ekstrofi Kandung Kemih: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan Pengobatan

Topic:

  • Bunga Semesta Int
  • Nurulia R F
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya